Kebakaran Toko Agen Makanan dan Plastik di Cipayung Diduga Korsleting Listrik

Kompas.com - 09/08/2019, 11:44 WIB
Kebakaran Toko Agen Makanan dan Plastik di Jalan Raya, Cipayung, Jakarta Timur Diduga Korsleting Listrik, Jumat (9/8/2019). DEAN PAHREVI/KOMPAS.comKebakaran Toko Agen Makanan dan Plastik di Jalan Raya, Cipayung, Jakarta Timur Diduga Korsleting Listrik, Jumat (9/8/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur Gatot Sulaeman mengatakan, kebakaran toko agen plastik dan agen makanan di Jalan Raya Cipayung, Jakarta Timur diduga karena korsleting listrik.

Gatot mengatakan, korsleting listrik diduga berasal dari toko agen makanan "Ragil" itu. Sebab. api muncul berawal dari toko agen makanan itu.

"Penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik dari toko agen makanan," kata Gatot saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (9/8/2019).


Baca juga: Ruko Terbakar di Cipayung, Tiga Orang Tewas

Pantauan Kompas.com pukul 10.00 WIB di lokasi pun sejumlah petugas PLN sedang memperbaiki kabel di toko yang kebakaran itu. Pemadam kebakaran pun masih terlihat melakukan pendinginan.

Adapun dalam insiden kebakaran ini, tiga orang yang merupakan karyawan toko agen makanan itu tewas. Ketiganya ditemukan tewas oleh pemadam di kamar mandi toko tersebut.

"Tiga korban Jiwa atas nama Surya (23), Danu (22), dan Wahyu (22)," ujar Gatot.

Sebelumnya, kebakaran terjadi di toko agen makanan dan agen plastik di Jalan Raya Cipayung, RT 01 RW 02, Cipayung, Jakarta Timur sekitar pukul 05.00 WIB, Jumat.

Sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk padamkan api. Api pun padam pukul 06.03 WIB, dari insiden iti kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Satpol PP Jakbar Lawan Arus dan Bikin Macet, Kasatpol Sebut Sedang Bawa Copet

Mobil Satpol PP Jakbar Lawan Arus dan Bikin Macet, Kasatpol Sebut Sedang Bawa Copet

Megapolitan
Gara-gara Mobil Satpol PP Lawan Arus, Jalan Puri Kembangan Macet Panjang Sore Tadi

Gara-gara Mobil Satpol PP Lawan Arus, Jalan Puri Kembangan Macet Panjang Sore Tadi

Megapolitan
Lutfi Alfian, Pemuda yang Sempat Viral Fotonya Saat Demo DPR Didakwa 3 Pasal Alternatif

Lutfi Alfian, Pemuda yang Sempat Viral Fotonya Saat Demo DPR Didakwa 3 Pasal Alternatif

Megapolitan
Masih Direvitalisasi, Tak Ada Pagar Pembatas Antara Kali dan Trotoar di Dekat Kantor Wali Kota Jakbar

Masih Direvitalisasi, Tak Ada Pagar Pembatas Antara Kali dan Trotoar di Dekat Kantor Wali Kota Jakbar

Megapolitan
Kasus Persekusi Anggota Banser Bermula dari Senggolan Sepeda Motor

Kasus Persekusi Anggota Banser Bermula dari Senggolan Sepeda Motor

Megapolitan
Anggaran Belum Cair, Portal Pembatas di Dekat Halte Transjakarta Grogol Masih Rusak

Anggaran Belum Cair, Portal Pembatas di Dekat Halte Transjakarta Grogol Masih Rusak

Megapolitan
Jaksa Sebut Lutfi Alfian Bukan Pelajar, Kenakan Seragam Hanya untuk Buat Onar

Jaksa Sebut Lutfi Alfian Bukan Pelajar, Kenakan Seragam Hanya untuk Buat Onar

Megapolitan
Mobil Lexus hingga Fortuner Terjaring Razia Pajak Kendaraan di Parkiran Mal

Mobil Lexus hingga Fortuner Terjaring Razia Pajak Kendaraan di Parkiran Mal

Megapolitan
Laporan VP Garuda Indonesia soal Tudingan Germo Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi

Laporan VP Garuda Indonesia soal Tudingan Germo Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi

Megapolitan
Didakwa Buat Onar Saat Demo di DPR, Lutfi Alfian Tak Ajukan Eksepsi

Didakwa Buat Onar Saat Demo di DPR, Lutfi Alfian Tak Ajukan Eksepsi

Megapolitan
Ikut Pemilihan RW di Jatiasih Harus Bayar Rp 15 Juta, DPRD: Tak Melanggar tapi Tidak Masuk Akal

Ikut Pemilihan RW di Jatiasih Harus Bayar Rp 15 Juta, DPRD: Tak Melanggar tapi Tidak Masuk Akal

Megapolitan
Tanggapi Janji Ari Askhara Beri Koper Tumi ke Awak Kabin, Karyawan Garuda: Itu Perlengkapan Kerja

Tanggapi Janji Ari Askhara Beri Koper Tumi ke Awak Kabin, Karyawan Garuda: Itu Perlengkapan Kerja

Megapolitan
Warga Jakarta Utara, Kini Bikin SKCK, Tes Urin, hingga Bayar Pajak Bisa di Mall

Warga Jakarta Utara, Kini Bikin SKCK, Tes Urin, hingga Bayar Pajak Bisa di Mall

Megapolitan
Petugas Damkar Kesulitan Cari Sarang Kobra di Jakasampurna, Bekasi

Petugas Damkar Kesulitan Cari Sarang Kobra di Jakasampurna, Bekasi

Megapolitan
Alasan Masih Muda, Lutfi Alfian Ajukan Penangguhan Penahanan

Alasan Masih Muda, Lutfi Alfian Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X