Antisipasi Kekeringan Tahun Depan, Pemkab Bekasi Bangun 6 Embung

Kompas.com - 09/08/2019, 20:54 WIB
Ilustrasi embung Kementerian PUPRIlustrasi embung

BEKASI, KOMPAS.com - Enam embung akan dibangun di sejumlah wilayah yang langganan kekeringan di Kabupaten Bekasi tahun ini. Embung-embung ini direncanakan jadi titik penampungan air warga untuk tahun 2020 nanti.

"Enam embung itu nanti ada di Kecamatan Cibarusah, Bojongmangu dan Cabangbungin," ujar Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir saat dikonfirmasi, Jumat (9/8/2019).

"Embung itu buat menampung air ketika musim hujan, sehingga saat kemarau datang air itu bisa dimanfaatkan warga karena punya cadangan air," tambah Chaidir.

Baca juga: BMKG: Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Lama, Harap Waspada Kekeringan

Chaidir mengklaim, warga nantinya mampu memanfaatkan cadangan air di enam embung itu selama 1-2 bulan. Selain untuk keperluan air bersih, embung-embung itu juga bisa digunakan untuk menjaga pasokan pengairan sawah-sawah warga.

"Kita bangun danau buatan itu juga untuk menampung air bagi kebutuhan persawahan, ketika kemarau bisa dialirkan dari embung itu," ucapnya.

Selain embung, Chaidir menyebut pihaknya juga akan membuat 120 sumur bor untuk mengalirkan air bersih ke rumah warga. Total dana yang dikucurkan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk dua proyek ini, kata Chaidir, mencapai Rp 20 miliar.

"Target pembangunan embung dan sumur bor ini selesai sebelum akhir tahun ini," kata dia.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Megapolitan
Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Megapolitan
Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Megapolitan
Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Megapolitan
 Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Megapolitan
Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Megapolitan
Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Megapolitan
Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Megapolitan
Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Megapolitan
Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Megapolitan
PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

Megapolitan
Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Megapolitan
Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Megapolitan
Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Megapolitan
Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X