Hindari Sindikat Penipu Bermodus Notaris, Warga Diimbau Jangan Mudah Serahkan Sertifikat Asli

Kompas.com - 13/08/2019, 14:01 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2019) KOMPAS.com/WALDA MARISONKabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengimbau masyarakat tidak mudah percaya terhadap oknum-oknum tak bertanggung jawab yang mengatasnamakan notaris untuk membantu transaksi jual beli rumah atau tanah. 

Kehati-hatian diperlukan demi menghindari jadi korban aksi penipuan oleh sindikat penipu yang berpura-pura jadi notaris dalam proses jual belu rumah atau tanah. 

Menurut Argo, masyarakat harus memastikan terlebih dahulu keaslian kantor dan organisasi notaris yang menjadi perantara transaksi jual beli rumah atau tanah. 

Baca juga: Lagi, Polisi Tangkap 3 Anggota Sindikat Penipu Bermodus Notaris Palsu

"Masyarakat diimbau untuk mengecek keaslian kantor notaris dan struktur organisasinya. Jangan mudah percaya pada oknum yang mampu membantu menjual rumah," kata Argo kepada Kompas.com, Selasa (13/8/2019).

Masyarakat juga diimbau tidak menyerahkan sertifikat tanah atau rumah yang asli kepada notaris. Hal itu  untuk menghindari pemalsuan sertifikat oleh oknum tak bertanggung jawab tersebut. 

"Jangan mudah menyerahkan sertifikat tanah dan rumah yang asli kepada notaris atau calon pembeli. Kalau mau cek ke Badan Pertanahan Nasional (BPN), sebaiknya menggunakan fotokopi (sertifikat) saja, jangan sertifikat yang asli," kata Argo. 

Senin pekan lalu, polisi menangkap empat orang anggota sindikat penipu bermodus notaris. Pengungkapan kasus penipuan tersebut berawal dari tiga laporan masyarakat yang masuk ke Polda Metro Jaya selama Juli 2019.

Para korban mengetahui telah ditipu setelah bank menginformasikan adanya agunan sertifikat tanah atas nama korban. Padahal, mereka tidak pernah menyerahkan sertifikat tanah kepada pihak bank.

Baca juga: Sindikat Jual Beli Rumah Mewah Sasar Korban yang Ingin Menjual Rumah Warisan

Menurut Argo, sindikat penipu itu menyasar masyarakat yang ingin menjual rumah dengan harga minimal Rp 15 miliar. Ketiga korban mengaku dirugikan hingga Rp 214 miliar. 

Nama notaris yang terakhir digunakan adalah Idham dan  berkantor di Jalan Tebet Timur, Jakarta Selatan. 

Tak berselang lama, polisi kembali tangkap tiga tersangka sindikat penipuan yang lain pada Jumat. Masing-masing tersangka berinisial DH, DR, dan S. Dua tersangka lainnya, yakni D dan E masih buron.

Keberadaan sindikat itu terungkap setelah ada sebuah laporan dari korban yang merasa dirugikan hingga Rp 15 miliar. 

Nama notaris yang terakhir digunakan sindikat itu adalah Santi Triana Hassan dan  berkantor di Jalan Iskandarsyah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalur di Belakang Trotoar di Kalimalang Bakal Dibuat Taman

Jalur di Belakang Trotoar di Kalimalang Bakal Dibuat Taman

Megapolitan
Berkas Perkara Lengkap, Kriss Hatta Akan Diserahkan Polisi ke Kejaksaan

Berkas Perkara Lengkap, Kriss Hatta Akan Diserahkan Polisi ke Kejaksaan

Megapolitan
Belum Punya Alat Kelengkapan Dewan, Apa yang Dikerjakan DPRD DKI?

Belum Punya Alat Kelengkapan Dewan, Apa yang Dikerjakan DPRD DKI?

Megapolitan
Dipindahkan, Pencari Suaka di Trotoar Kebon Sirih Diangkut Pakai Transjakarta

Dipindahkan, Pencari Suaka di Trotoar Kebon Sirih Diangkut Pakai Transjakarta

Megapolitan
2.000 KK Alami Kelangkaan Air Bersih di Jakarta Barat

2.000 KK Alami Kelangkaan Air Bersih di Jakarta Barat

Megapolitan
Bank DKI Minta Fotokopi SK Anggota DPRD DKI sebagai Syarat Pinjaman Uang

Bank DKI Minta Fotokopi SK Anggota DPRD DKI sebagai Syarat Pinjaman Uang

Megapolitan
Apa Kata Anggota DPRD DKI soal Gadai SK untuk Pinjam Uang ke Bank DKI

Apa Kata Anggota DPRD DKI soal Gadai SK untuk Pinjam Uang ke Bank DKI

Megapolitan
SDN 07 Cilincing Naikkan Daya Listrik Sekolah Terkait Pemasangan Filter Udara

SDN 07 Cilincing Naikkan Daya Listrik Sekolah Terkait Pemasangan Filter Udara

Megapolitan
Indonesia Pulangkan Sampah Plastik Australia yang Terkontaminasi B3

Indonesia Pulangkan Sampah Plastik Australia yang Terkontaminasi B3

Megapolitan
Pasang Filter Bukan Solusi, DPRD Minta Pabrik Alumunium di Cilincing Direlokasi

Pasang Filter Bukan Solusi, DPRD Minta Pabrik Alumunium di Cilincing Direlokasi

Megapolitan
KPU Tangsel Mulai Susun Anggaran untuk Pilkada 2020

KPU Tangsel Mulai Susun Anggaran untuk Pilkada 2020

Megapolitan
Pemasangan Filter di SDN 07 Cilincing Jadi Contoh bagi Sekolah Lain yang Terpapar Polusi

Pemasangan Filter di SDN 07 Cilincing Jadi Contoh bagi Sekolah Lain yang Terpapar Polusi

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Bantu Tebus Ijazah Warga Tak Mampu

Pemprov DKI Akan Bantu Tebus Ijazah Warga Tak Mampu

Megapolitan
Camat Cilincing: Sebagian Pengusaha Arang Akan Pindah ke Kota Lain

Camat Cilincing: Sebagian Pengusaha Arang Akan Pindah ke Kota Lain

Megapolitan
Tidak Ada Pengendara yang Bantu Nenek Dian Saat Gendong Jenazah Cucunya di Cilincing

Tidak Ada Pengendara yang Bantu Nenek Dian Saat Gendong Jenazah Cucunya di Cilincing

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X