Terdakwa Kerusuhan 22 Mei Dirujuk karena Luka, Malah Ditangkap Polisi

Kompas.com - 13/08/2019, 21:18 WIB
Sidang 29 karyawan Sarinah yang ditangkap saat kerusuhan 22 Mei, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVASidang 29 karyawan Sarinah yang ditangkap saat kerusuhan 22 Mei, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu tersangka kerusuhan 22 Mei 2019, Imam Slamet menghadiri sidang perdananya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Selasa (13/8/2019).

Berkas perkara Imam menjadi satu dengan empat terdakwa lainnya, yakni Makmuril Husni, Supriyanto, Ahmad Supriyanto, Taufiq Hidayat. Mereka dijerat pasal Pasal 211, 212, 214, 170, 358, 187, dan 218 KUHP tentang kekerasan.

Salah satu kerabat Imam yang hanya ingin disebutkan namanya sebagai A menceritakan kronologi bagaimana Imam bisa ditangkap oleh polisi.

Baca juga: 29 Karyawan Gedung Sarinah Didakwa Ikut Bantu Pendemo dalam Kerusuhan 21-22 Mei

Imam pada tanggal 21 Mei 2019 memang ikut melakukan aksi di depan Gedung Bawaslu bersama massa lainnya.

Ketika malam hari, dia berniat untuk menginap di tempat kerabatnya di Petamburan. Sebab, rumah Imam berada di Bogor dan akan jauh kalau harus pulang ke rumah.

"Dia bubarin diri jam 8 waktu tanggal 21 Mei. Besoknya mau ada aksi lagi depan Bawaslu, kalau pulang kan jauh," kata A saat ditemui usai persidangan.

Baca juga: Ciptakan Kerusuhan 22 Mei, Dua Terdakwa Diiming-imingi Uang Rp 50.000

Ternyata, ada serangan dari massa pada 21-22 Mei dini hari di Petamburan. Imam yang terkejut pun keluar dan terkena gas air mata.

"Nah, karena dia kena gas air mata dan luka di bagian kakinya, dia dirawat di RS Pelni, Petamburan. Besok paginya jam ada sweeping polisi. Dia di ambulance, bilang mau dirujuk ke RS lain, malah ditangkap polisi," kata dia.

A tak tahu seberapa parah sakit yang diderita Imam sehingga perlu dibawa ke rumah sakit lain. Imam, lanjut dia, hanya memberitahu bahwa salah satu kakinya di bagian bawah luka-luka.

Baca juga: Sidang di PN Jakbar, Perusuh 22 Mei Rata-rata Didakwa Lawan Aparat hingga Pengerusakan

RS Pelni hanya membersihkan luka tersebut sehingga dirujuk ke rumah sakit lain.

"Setelah di Polres dia baru bilang ketembak. Mungkin ada perlu rujukan ," kata A.

Selama sidang, Jaksa penuntut umum (JPU), Kurniawan, mendakwa kelimanya tak mengindahkan imbauan polisi untuk membubarkan diri. Selain itu, mereka dan massa lain disebut telah membakar belasan mobil dan melempar panah beracun hingga bom molotov.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Megapolitan
Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Megapolitan
Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Megapolitan
Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Megapolitan
 Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Megapolitan
Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Megapolitan
Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Megapolitan
Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Megapolitan
Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Megapolitan
Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Megapolitan
PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

Megapolitan
Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Megapolitan
Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Megapolitan
Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Megapolitan
Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X