Polisi Minta Evaluasi Pelatihan Paskibra, Mulai Push Up hingga Penyobekan Diary

Kompas.com - 13/08/2019, 21:50 WIB
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, saat melayat almarhum Aurellia Qurratuaini, Paskibraka Tangsel di kediamannya di bilangan Cipondoh, Tangerang, Kamis (1/9/2019). TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIRWakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, saat melayat almarhum Aurellia Qurratuaini, Paskibraka Tangsel di kediamannya di bilangan Cipondoh, Tangerang, Kamis (1/9/2019).

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Kapolres Tangerang Selatan AKBP Febry Irawan mengimbau kepada Purna Paskibraka Indonesia (PPI) untuk mengevaluasi latihan kepada para anggotanya.

Evaluasi ini setelah adanya kasus kematian anggota Paskibraka Tangsel, Aurellia Qurratuaini yang diduga karena akumulasi kegiatan dalam mempersiapkan upacara HUT RI ke-74.

Bukan hanya soal pelatihan untuk kedisiplinan, Aurell juga mengalami beban lebih setelah buku diary yang merupakan bagian dari tugas kegiatan tersebut disobek.

"Kejadian buku yang disobek juga merupakan bagian yang harus dievaluasi, kenapa harus ada kegiatan itu, padahal kondisi fisik Paskibra ini sudah capek, latihan dari pagi sampai sore, malamnya harus menulis diary," kata Ferdy di Polres Tangsel, Selasa (19/8/2019).

 Baca juga: Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan pada Kematian Anggota Paskibraka Tangsel

Menurut Ferdy, aksi penyobekan catatan pribadi itu karena adanya salah satu dari 50 anggota paskibraka membuat kesalahan.

Meski memiliki tujuan baik untuk kebersamaan, namun paskibraka hanya mengatur kekompakan soal baris perbaris.

"Ada satu orang yang tidak menulis, maka rekan rekannya yang lain diary-nya dirobek. Ini yang barangkali kami maksud perlu adanya perbaikan supaya tidak menambah beban psikis dari para peserta. Jadi semua peserta pelatihan dirobek bukunya oleh seniornya, bukan hanya Aurel. Karena ada 2-3 orang yang tidak mengerjakan tugas," paparnya.

Baca juga: Kematian Anggota Paskibraka Tangsel, Polisi Periksa Buku Harian dan Rekam Medis Korban

Seperti diketahui, Aurell meninggal dunia dimasa pelatihan Paskibraka untuk HUT RI 2019.

Pelajar kelas XI MIPA 3 SMA Islam Al Azhar BSD tutup usia di kediamannya di Taman Royal 2, Cipondoh, Tangerang.

Berdasarkan keterangan orang tuanya, Aurell kerap mendapatkan kekerasan mulai dari harus lari dengan membawa tumpukan tiga kilogram pasir, push up, memakan jeruk berserta kulitnya hingga penyobekan dairy.

Dairy tersebut sudah ditulis Aurell sejak 22 hari menjalani pelatihan.

Setelahnya, Aurell harus menyalin isi dari Dairy itu dalam kuru waktu dua hari.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Megapolitan
Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Megapolitan
KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

Megapolitan
Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Megapolitan
Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Megapolitan
Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Megapolitan
Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Megapolitan
Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Megapolitan
Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Megapolitan
Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Megapolitan
Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Megapolitan
Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Megapolitan
Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Megapolitan
PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

Megapolitan
Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X