Hadapi Ganjil Genap, Sopir Taksi Online Bakal Beredar di Luar DKI hingga "Ngalong"

Kompas.com - 14/08/2019, 11:11 WIB
Kemacetan kendaraan dari arah Semanggi menuju ke Grogol saat jam pulang kerja di Jakarta, Rabu (13/2/2013). Kemacetan parah terjadi hampir setiap hari di Jakarta, namun hingga saat ini belum ada solusi yang efektif untuk mengurai kemacetan Jakarta. 

KOMPAS/RADITYA HELABUMIKemacetan kendaraan dari arah Semanggi menuju ke Grogol saat jam pulang kerja di Jakarta, Rabu (13/2/2013). Kemacetan parah terjadi hampir setiap hari di Jakarta, namun hingga saat ini belum ada solusi yang efektif untuk mengurai kemacetan Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Aturan pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap yang akan diterapkan di 25 ruas jalan di DKI Jakarta menjadi momok bagi para pengendara mobil, termasuk pengemudi taksi online.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga saat ini belum memutuskan apakah taksi online akan terkena ganjil genap atau tidak.

Meski demikian, sebagian pengemudi taksi online tengah 'bersiap' jika nantinya harus turut terkena kebijakan ini.

Baca juga: Siasat Pengendara Hadapi Ganjil Genap, Kucing-kucingan hingga Bawa 2 Pelat Nomor

Salah satunya adalah Didi Suprianto. Didi saat ini mengendarai mobil dengan pelat nomor genap yang artinya hanya bisa beroperasi pada tanggal genap jika ingin melintas di 25 ruas jalan di Jakarta.

Didi mulai berpikir untuk menyiasati agar tetap bisa mencari nafkah namun tak melanggar aturan.

"Kalau saya pastinya hanya narik kalau lagi tanggal genap tapi dari pagi sampai tengah malam. Nah, di tanggal ganjil saya enggak narik, istirahat di rumah seharian begitu seterusnya," ucap Didi yang bercakap dengan Kompas.com, Selasa (13/8/2019) malam.

Baca juga: Jika Taksi Online Bebas Ganjil Genap, Bakal Ada Pendaftaran Massal ke Taksi Daring

Pria 39 tahun ini termasuk salah satu pengemudi taksi online yang menyetujui adanya kebijakan ganjil genap.

Menurut dia, hal tersebut memang cukup efektif mengurangi kemacetan termasuk mungkin juga polusi.

"Setuju-setuju saja saya selama itu baik. Lagian kalau masalah narik, rezeki kan ada yang ngatur," kata dia diiringi tawa.

Tak senada dengan Didi, pengemudi taksi online lainnya, Rahman Salim, justru keberatan dengan kebijakan ini.

Menurut dia, pasti akan ada pihak yang berbuat curang untuk mengakali agar tetap bisa berkendara saat ganjil maupun genap.

"Ya dulu kan saya baca berita ada yang punya pelat nomor dua, terus yang pelatnya bisa ganti-ganti. Dibatasi gini makin bikin orang buat curang," tutur Rahman.

Jika ganjil genap resmi diterapkan, pria yang berdomisili di Depok ini hanya akan mencari penumpang di area Depok saat mobilnya tak bisa beroperasi di Jakarta pada tanggal tertentu.

Baca juga: Organda: Kalau Tak Mau Kena Ganjil Genap, Taksi Online Harus Pakai Pelat Kuning

Rahman saat ini mengendarai mobil dengan pelat nomor ganjil sehingga tak bisa beroperasi pada tanggal ganjil.

"Ya sudah mutar-mutar di Depok saja. Berarti kalau ada yang ngorder ke Jakarta enggak bisa diambil," jelasnya.

Hal lainnya dilakukan Veri Dwi jika ganjil genap resmi berlaku. Veri adalah karyawan yang mencari penghasilan tambahan dengan menjadi sopir taksi online.

Ia menjadi pengemudi taksi online seusai bekerja. Rencananya, Veri akan mencari penumpang ketika waktu ganjil genap telah selesai, yaitu di atas pukul 21.00 WIB.

"Saya mikir apa nyari penumpang setelah jam 9 ya. Jadi istilahnya ngalong gitu. Karena kan nanti berarti ke kantor enggak boleh bawa mobil lagi kalau tanggal enggak sesuai pelat nomor," ucap Veri.

Saat tak membawa mobil, Veri akan menggunakan transportasi umum ke kantornya.

"Jadi nanti bawa mobil kalau tanggal ganjil, terus pulangnya ngegrab," tutupnya.

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Angkutan Darat (Organda) sebelumnya menolak jika taksi online terbebas dari aturan ganjil genap seperti yang diinginkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Menurut Organda, jika memang tidak ingin terkena aturan ganjil genap, taksi online harus mengganti pelat kuning seperti angkutan umum lain. Sementara saat ini, taksi online menggunakan pelat hitam.

Adapun Pemprov DKI masih mengkaji wacana tersebut. Namun, sempat ada wacana taksi online bebas dari aturan ganjil genap dengan diberi stiker tertentu.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Mahasiswa IPB yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Satu Mahasiswa IPB yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Megapolitan
Pengedar Narkoba Tewas Ditembak Saat Kabur dari Kejaran Polisi

Pengedar Narkoba Tewas Ditembak Saat Kabur dari Kejaran Polisi

Megapolitan
Kemendagri: Waktu Pelantikan Riza Patria Sebagai Wagub DKI Kewenangan Istana

Kemendagri: Waktu Pelantikan Riza Patria Sebagai Wagub DKI Kewenangan Istana

Megapolitan
Batasi Aktivitas Warga, Pemkot Depok Batasi Jam Operasional Toko Swalayan

Batasi Aktivitas Warga, Pemkot Depok Batasi Jam Operasional Toko Swalayan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Siapkan Lahan 800 Meter Persegi untuk Makam Jenazah Pasien Covid-19

Pemkot Bekasi Siapkan Lahan 800 Meter Persegi untuk Makam Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Pemkot Tangerang Siapkan Rp 98 Miliar untuk Tangani Dampak Covid-19

Pemkot Tangerang Siapkan Rp 98 Miliar untuk Tangani Dampak Covid-19

Megapolitan
Depok Kirim Usulan PSBB ke Ridwan Kamil Malam Ini

Depok Kirim Usulan PSBB ke Ridwan Kamil Malam Ini

Megapolitan
Pemkot Tangsel Bangun Rumah Lawan Covid-19 untuk Tampung ODP Corona

Pemkot Tangsel Bangun Rumah Lawan Covid-19 untuk Tampung ODP Corona

Megapolitan
51 Kasus Positif Covid-19 di Tangerang, Pemkot Bagikan Masker Gratis

51 Kasus Positif Covid-19 di Tangerang, Pemkot Bagikan Masker Gratis

Megapolitan
[UPDATE]: Depok Tambah 6 Pasien Positif Covid-19, 5 Suspect Meninggal

[UPDATE]: Depok Tambah 6 Pasien Positif Covid-19, 5 Suspect Meninggal

Megapolitan
Update Covid-19 di Bekasi: 7 Pasien Positif Corona Meninggal

Update Covid-19 di Bekasi: 7 Pasien Positif Corona Meninggal

Megapolitan
1 Pasien Positif Covid-19 RSPI Sulianti Saroso Sembuh, 1 PDP Meninggal Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 RSPI Sulianti Saroso Sembuh, 1 PDP Meninggal Dunia

Megapolitan
Utamakan Pesanan APD, Konveksi Rumahan di Jakarta Pusat Rela Tunda Produksi Pakaian

Utamakan Pesanan APD, Konveksi Rumahan di Jakarta Pusat Rela Tunda Produksi Pakaian

Megapolitan
Ini Daftar Mal di Jakarta yang Tutup karena Pandemi Covid-19

Ini Daftar Mal di Jakarta yang Tutup karena Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi Terjunkan 20 Personel untuk Bantu Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid-19 di Jakarta

Polisi Terjunkan 20 Personel untuk Bantu Pemulasaraan Jenazah Pasien Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X