Polisi Amankan Senapan Angin Milik Penembak Anjing di Tangerang

Kompas.com - 14/08/2019, 18:29 WIB
Beedo, seekor anjing milik @anstlucia, ditembak seorang pria dengan senapan angin. Anjing ini ditembak berkali-kali hingga tak bernyawa di depan anak-anak. Instagram @anstluciaBeedo, seekor anjing milik @anstlucia, ditembak seorang pria dengan senapan angin. Anjing ini ditembak berkali-kali hingga tak bernyawa di depan anak-anak.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif memerintahkan jajarannya mengamankan senapan angin yang digunakan terduga A saat mebembak anjing di Tangerang.

"Tim sudah mendatangi rumah terduga pelaku dan mengamankan senjata senapan angin yang diduga digunakan untuk menembak anjing," kata Sabilul melalui pesan singkat, Rabu (14/8/19).

Sabilul juga memerintahkan jajarannya untuk melakukan razia senapan angin agar peristiwa seperti itu tidak terulang.

Baca juga: Penembak Anjing Beedo di Tangerang Sempat Todongkan Senjata ke Adik Ipar Pemilik

"Sudah ada perselisihan gara-gara penembakan itu. Harus ditindaklanjuti agar masalah tidak melebar misalnya justru senjata digunakan untuk menyerang sesama warga," kata Sabilul.

Saat ini, A sudah diamankan di Polresta Tangerang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. A mengaku bahwa dia telah menembak anjing itu.

Sabilul mengatakan penangkapan A merupakan hasil tindak lanjut dari unggahan akun Instagram @anstlucia mengenai penembakan anjing peliharaan di kawasan Citra Raya, Kabupaten Tangerang.

Sabilul menerangkan anjing yang ditembak dengan senapan angin itu merupakan anjing peliharaan warga setempat bernama Titus. Sedangkan pemilik akun @anstlucia adalah adik ipar Titus bernama Anastasia Lucia.

"A ditangkap di kediamannya dan diamankan di Polresta Tangerang untuk menjalani pemeriksaan," kata Sabilul.

Baca juga: Polisi Tangkap Pria yang Tembak Anjing dengan Senapan Angin di Tangerang

Berdasarkan pengakuan A, motif penembakan itu karena dia kesal. Istri dan anaknya terjatuh saat bersepeda karena takut akan anjing tersebut. Sementara posisi anjing saat itu, kata Sabilul, sedang diikat di sebuah pohon.

Sabilul mengatakan, penanganan kasus itu bukan semata-mata terkait kekejaman terhadap hewan tetapi juga soal penggunaan senjata di luar kewenangan.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X