Terdakwa Kerusuhan 22 Mei 2019 Minta Maaf di Hadapan Hakim

Kompas.com - 14/08/2019, 19:46 WIB
Kondisi sidang kerusuhan 21-22 Mei di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAKondisi sidang kerusuhan 21-22 Mei di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ahmad Abdul Syukur (24) meminta maaf di hadapan hakim saat menjalani proses persidangan kasus kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019).

“Saya minta maaf sebesar-besarnya,” ujar Abdul yang saat itu tak didampingi kuasa hukumnya dengan nada pelan sambil menunduk.

Abdul juga meminta hakim untuk menjatuhkan hukuman yang serendah-rendahnya.

“Saya mohon hukum yang serendah-rendahnya,” kata Abdul.


Baca juga: Sidang Kasus Kerusuhan 21-22 Mei, Mahasiswa Didakwa Sebar Ujaran Kebencian ke Grup Kampus

Ia didakwa telah menyebar kebencian atau permusuhan karena telah mengirim pesan yang berbau sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) ke sebuah grup whatsapp.

Selain menyebar ujaran kebencian, Abdul juga didakwa ikut melakukan kekerasan terhadap aparat (polisi) yang berjaga saat kerusuhan 21-22 Mei.

Ia juga didakwa ikut melempar batu, botol aqua yang berisi air kepada petugas kepolisian yang sedang melakukan tugas pengamanan di depan kantor Bawaslu di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Selain itu, Abdul didakwa telah ikut merusak fasilitas publik dengan membakar pos polisi yang ada di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, membakar pembatas jalan dan membakar tong sampah di kawasan itu.

Jaksa mendakwa Abdul telah melanggar Pasal 28 Ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi atas perubauan Undang-undang No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 45 ayat 2 Undang-undang No 19 tahun 2016 atas perubahan Undang-undang No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 56 ayat 2 KUHP.

Ia juga didakwa melanggar Pasal 212 KUHP jo Pasal 214 (1) KUHP, Pasal 170 KUHP jo Pasal 56 ayat 2 KUHP, Pasal 358 KUHP jo Pasal 56 ayat 2 KUHP, dan Pasal 218 KUHP jo Pasal 56 (2) KUHP.

Setelah pembacaan dakwaan itu, Abdul tidak mengajukan eksepsi. Sidang akan dilanjutkan pada Senin pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X