Ada Aplikasi E-Ladies, Lansia dan Penyandang Disabilitas Tak Perlu Antre ke RSUD Tugu Koja

Kompas.com - 14/08/2019, 22:10 WIB
Suasana Ruang Tunggu Instalasi Farmasi di RSUD Koja, Rabu (12/9/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DSuasana Ruang Tunggu Instalasi Farmasi di RSUD Koja, Rabu (12/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - RSUD Tugu Koja di Jakarta Utara, Rabu (14/8/2019), meluncurkan aplikasi berbasis android bagi para lansia dan penyandang disabilitas.

Direktur RSUD Tugu Koja Nailah mengatakan, aplikasi itu memberikan kemudahan akses pelayanan kesehatan yang cepat dan optimal bagi pasien lansia dan penyandang disabilitas.

Dalam aplikasi tersebut terdapat empat fitur yang dapat dimanfaatkan pasien lansia dan disabilitas. Keempatnya yakni Ladies GO, Ladies KO, Ladies MO, dan Ladies ROL.

Ladies Go merupakan fitur pengantaran obat ke rumah pasien lansia dan disabilitas. Sementara ladies KO merupakan layanan konsultasi seperti penyakit, keluhan, pola nutrisi, dan lain sebagainya yang akan dijawab petugas E-Ladies.

Baca juga: Proyek RSUD Koja Mangkrak, Dirut Salahkan Kontraktor

“Sedangkan Ladies MO merupakan fitur pengingat minum obat. Pasien akan diingatkan jadwal dan dosis minum obat melui notifikasi handphone. Serta fitur Ladies ROL yakni menu pengingat kunjungan ulang atau pendaftaran online sebelum datang ke RSUD Tugu Koja,” kata Nailah dalam keterangan tertulisnya, Rabu.

Manfaat aplikasi itu adalah pasien akan mendapatkan penjelasan dan informasi tepat tentang cara pakai obat. Pasien juga tidak perlu menunggu layanan farmasi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasien dapat berkonsultasi dan reservasi daftar ulang kunjungan berobat melalui aplikasi tersebut

"Sehingga hal ini bisa meningkatkan kualitas hidup dan umur harapan hidup,” sambungnya

Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Jakarta Utara Wawan Budi Rohman mengapresiasi manajemen RSUD Tugu Koja yang berinovasi dalam memberikan kemudahan pelayanan kesehatan bagi lansia dan penyandang disabilitas.

“Upaya ke depannya kami dari jajaran pemerintah kota, kecamatan, dan kelurahan akan menyosialisasikan adanya aplikasi ini melalui forum-forum masyarakat. Sehingga apa yang menjadi tujuan diciptakannya aplikasi ini dapat tercapai,” kata Budi.

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Kereta MRT Disebut Ratangga? Ternyata Ini Sejarah di Baliknya...

Kenapa Kereta MRT Disebut Ratangga? Ternyata Ini Sejarah di Baliknya...

Megapolitan
Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas di Depok Dimulai, Daftar Lewat Hotline Berikut Ini

Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas di Depok Dimulai, Daftar Lewat Hotline Berikut Ini

Megapolitan
Pasien Covid-19 Kabupaten Bekasi Kini 1.609 Orang

Pasien Covid-19 Kabupaten Bekasi Kini 1.609 Orang

Megapolitan
Langgar Ganjil Genap, Petugas Putar Balik 2.000 Kendaraan di Kota Bogor

Langgar Ganjil Genap, Petugas Putar Balik 2.000 Kendaraan di Kota Bogor

Megapolitan
Ada Nobar Euro 2020 di Pamulang, Wali Kota Tangsel Kerahkan Anggota untuk Razia

Ada Nobar Euro 2020 di Pamulang, Wali Kota Tangsel Kerahkan Anggota untuk Razia

Megapolitan
Depok Buka Vaksinasi Covid-19 untuk Warga Usia 18 Tahun ke Atas

Depok Buka Vaksinasi Covid-19 untuk Warga Usia 18 Tahun ke Atas

Megapolitan
37 Balita Positif Covid-19 di Depok Hari Ini, Sama dengan Lansia

37 Balita Positif Covid-19 di Depok Hari Ini, Sama dengan Lansia

Megapolitan
Depok Catat 543 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak Kedua Sepanjang Sejarah

Depok Catat 543 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak Kedua Sepanjang Sejarah

Megapolitan
Rekor Lagi, 4.895 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Hari Ini

Rekor Lagi, 4.895 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Hari Ini

Megapolitan
Covid-19 di Bekasi Naik Hampir 90 Persen, Wali Kota: Bukan Meningkat, tapi Melonjak Vertikal!

Covid-19 di Bekasi Naik Hampir 90 Persen, Wali Kota: Bukan Meningkat, tapi Melonjak Vertikal!

Megapolitan
Palak Pedagang Dimsum, 2 Pria yang Mengaku Jawara di Serpong Ditangkap

Palak Pedagang Dimsum, 2 Pria yang Mengaku Jawara di Serpong Ditangkap

Megapolitan
Masih Banyak Warga yang Enggan Disuntik Vaksin Covid-19, Apa Alasan Mereka?

Masih Banyak Warga yang Enggan Disuntik Vaksin Covid-19, Apa Alasan Mereka?

Megapolitan
138 Pasien Covid-19 Jalani Isolasi di Graha Wisata Ragunan, Kapasitas Ruangan Tersedia Tinggal 6 Kamar

138 Pasien Covid-19 Jalani Isolasi di Graha Wisata Ragunan, Kapasitas Ruangan Tersedia Tinggal 6 Kamar

Megapolitan
Warga Ber-KTP Non DKI Terpapar Covid-19 di Jakarta, Ini Cara untuk Mendapatkan Perawatan

Warga Ber-KTP Non DKI Terpapar Covid-19 di Jakarta, Ini Cara untuk Mendapatkan Perawatan

Megapolitan
13 Tahun MRT Jakarta: Transformasi dan Kolaborasi

13 Tahun MRT Jakarta: Transformasi dan Kolaborasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X