Ini Peran 2 Tersangka yang Ditangkap Bersama Umar Kei

Kompas.com - 15/08/2019, 15:43 WIB
Ketua Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) Umar Kei (baju oranye) dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2019). RINDI NURIS VELAROSDELAKetua Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) Umar Kei (baju oranye) dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan peran dua tersangka kasus penyalahgunaan narkoba yang ditangkap bersama Ketua Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), Umar Kei, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Kedua tersangka itu berinisial AS dan ST. Argo mengatakan, mereka merupakan rekan Umar. Mereka bertiga  ditangkap di sebuah hotel di Senen, Jakarta Pusat, Senin lalu.

"Di dalam kamar (hotel) ada UK, AS, dan ST. Setelah dilakukan pengembangan dan menginterogasi ketiga tersangka, diperoleh informasi bahwa barang bukti ( sabu-sabu) diperoleh dari tersangka EB. EB ditangkap di kawasan Kramat Pulo, Senen," kata Argo.

Baca juga: Polisi Temukan Sabu 2,91 Gram, Revolver, dan 6 Peluru Saat Tangkap Umar Kei

Menurut Argo, EB merupakan pihaknya yang punya uang untuk membeli narkoba. Sementara, AS adalah tangan kanan atau orang kepercayaan EB.

"ST adalah orang yang membeli sabu-sabu kepada tersangka EB. EB yg mempunyai uang, AS sebagai tangan EB," ungkap Argo.

Berdasarkan keterangan EB, ia mendapat sabu-sabu dari seseorang berinisial IK alias C yang kini masih buron.

"Tersangka EB mengambil barang di Kramat Pulo kepada tersangka IK yang masih DPO," kata Argo.

Saat ditangkap, Umar sedang mengonsumsi sabu bersama dua temannya itu. Polisi mengamankan barang bukti di antaranya narkoba jenis sabu-sabu seberat 2,91 gram dan sebuah senjata api jenis revolver.

Baca juga: Umar Kei Mengaku Bawa Pistol Revolver untuk Jaga Diri

Umar kini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba. Ia telah ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya.

Umar dijerat dengan Pasal 114, 112, 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancaman hukumannya antara 20 tahun penjara sampai seumur hidup. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X