Pengamat Anggap Warga di Bantaran Kali Ciliwung Sudah Saatnya Direlokasi

Kompas.com - 15/08/2019, 17:55 WIB
Penampakan lahan buatan dan rumah di bantaran Kali Ciliwung, Jakarta Timur, Rabu (14/8/2019)KOMPAS.COM/WALDA MARISON Penampakan lahan buatan dan rumah di bantaran Kali Ciliwung, Jakarta Timur, Rabu (14/8/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat tata kota Yayat Supriatna mengatakan warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung beserta tanah reklamasinya harus ditertibkan. Pasalnya, hal tersebut dapat mempersempit luas sungai dan menghambat aliran air.

"Enggak boleh itu (warga bangun dataran di bantaran Kali Ciliwung). Jadi bantaran sungai itu harus bebas dari pemukiman. Ya kan sungai menyempit. Dengan sungai menyempit banjir akan terjadi dengan mudah," ujar dia saat dihubungin Kompas.com, Kamis (15/8/2019)

Lebih lanjut, Yayat menilai kawasan di sekitar bantaran kali haruslah steril. Namun, kenyataannya warga malah lebih memilih lokasi tersebut sebagai tempat tinggal.

Baca juga: [FOTO] Reklamasi di Kali Ciliwung: Rumah Kian Menjamur, Sungai Jadi Korban


Dia menduga banyak warga yang menganggap lahan tersebut bebas untuk digunakan.

"Kenapa sungai itu diuruk karena seakan-akan tidak ada pemiliknya. Tidak ada yang awasi dan tidak ada yang nindak," ucap dia

Dalam hal ini, dia menghimbau pemerintah harus tegas mengambil sikap untuk menertibkan bangunan tersebut. Tidak hanya itu, Yayat juga berharap pemerintah sudah menyiapkan tempat tinggal untuk pengganti tempat tinggal warga.

Baca juga: Tinggal di Bantaran Kali Ciliwung, Warga Siap Digusur Asal Diberi Ganti Rugi

"Harusnya dipindahkanlah ke rusun. Tapi kalau rumah susun sewa mudah-mudahan mereka bisa nyewa. Kalau (beli) rumah milik sendiri ya susah juga karena tidak terjangkau. Makanya, disarankan direlokasi saja," ucap dia.

Sebelumnya, fenomena reklamasi atau daratan buatan di kawasan bantaran kali Ciliwung tengah menjadi perbincangan masyarakat.

Warga bantaran kali Ciliwung memperlebar lahanya dengan mengedepankan bebatuan dalam karung di bibir kali. Hal tersebut cukup meresahkan warga karena kondisi kali semakin sempit sehingga air mudah tergambat dan menimbulkan banjir.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X