Pelaku Pakai Hasil Merampok Minimarket untuk Bayar Hutang

Kompas.com - 15/08/2019, 18:09 WIB
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdy Irawan saat menggelar barang bukti hasil kejahatan pelaku ES dan RM dalam membobol minimarket di Cisauk, Kabupaten Tangerang, Sabtu (10/8/2019). KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiKapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdy Irawan saat menggelar barang bukti hasil kejahatan pelaku ES dan RM dalam membobol minimarket di Cisauk, Kabupaten Tangerang, Sabtu (10/8/2019).

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - ES (22) dan RM (24), perampok minimarket di Cisauk, Kabupaten Tangerang, mengaku menggunakan hasil kejahatannya untuk membayar hutang.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdy Irawan mengatakan, kedua pelaku mengambil uang tunai Rp 50 juta dari dalam brangkas minimarket.

Saat ditangkap, uang yang tersisa tinggal Rp 19.800.000. Rinciannya, dari tangan ES, polisi menyita uang Rp 8,4 juta dan RM sejumlah Rp 11,4 juta.

"Saat kita tangkap, uang yang mereka dapat dari hasil pencurian sudah digunakan buat kebutuhan mereka. Rata-rata mereka buat membayar hutang," ujar Ferdy di Polres Tangsel, Kamis (15/8/2019).


Ferdy mengatakan, ES adalah mantan karyawan minimarket tersebut. Setelah mengundurkan diri sekitar setahun lalu, ES tidak memiliki pekerjaan tetap.

"Tentu ini motifnya ekonomi, karena setelah ES keluar dari Indomaret, pelaku tidak punya pekerjaan tetap sehingga dia merencanakan perbuatan ini," katanya.

Dari keterangan tersangka, mereka selama tiga hari memantau situasi lokasi untuk mengetahui waktu yang tepat untuk beraksi.

Saat beraksi, keduanya masuk kedalam minimarket menggunakan helm dan masker lalu berpura-pura hendak belanja.

Ketika sepi, pelaku mengeluarkan golok lalu mengancam karyawan minimarket tersebut.

Kedua pelaku menyuruh karyawan membuka brankas. Mereka lalu mengambil uang Rp 50 juta dan sejumlah rokok, kemudian melarikan diri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bom Katapel, Monyet, dan Abdul Basith pada Upaya Penggagalan Pelantikan Presiden

Bom Katapel, Monyet, dan Abdul Basith pada Upaya Penggagalan Pelantikan Presiden

Megapolitan
Fraksi Gerindra DKI Pastikan Sandiaga Tak Akan Jadi Wagub DKI Lagi

Fraksi Gerindra DKI Pastikan Sandiaga Tak Akan Jadi Wagub DKI Lagi

Megapolitan
[POPULER MEGAPOLITAN]: Tak Punya Anggaran untuk Ganti Foto Presiden dan Wakil Presiden I Beli Undangan Pelantikan Presiden agar Dinilai Terpandang

[POPULER MEGAPOLITAN]: Tak Punya Anggaran untuk Ganti Foto Presiden dan Wakil Presiden I Beli Undangan Pelantikan Presiden agar Dinilai Terpandang

Megapolitan
Saat Puluhan Slankers Terlunta Usai Nonton Konser Pelantikan Jokowi

Saat Puluhan Slankers Terlunta Usai Nonton Konser Pelantikan Jokowi

Megapolitan
Duduk Soal Klaim Penggelapan Dana Koperasi Pegawai Pos Indonesia Cabang Bekasi

Duduk Soal Klaim Penggelapan Dana Koperasi Pegawai Pos Indonesia Cabang Bekasi

Megapolitan
BMKG: Suhu di Jakarta Hari Ini Dipredikisi Capai 35 Derajat Celcius

BMKG: Suhu di Jakarta Hari Ini Dipredikisi Capai 35 Derajat Celcius

Megapolitan
Tiang Listrik Roboh di Kebon Jeruk, DKI Ingatkan Kabel Udara Harus Ditertibkan

Tiang Listrik Roboh di Kebon Jeruk, DKI Ingatkan Kabel Udara Harus Ditertibkan

Megapolitan
F-Gerindra Minta Ketua DPRD DKI Dorong Digelarnya Rapimgab Pemilihan Wagub

F-Gerindra Minta Ketua DPRD DKI Dorong Digelarnya Rapimgab Pemilihan Wagub

Megapolitan
IRT Jadi Penyandang Dana Kelompok Peluru Katapel untuk Gagalkan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

IRT Jadi Penyandang Dana Kelompok Peluru Katapel untuk Gagalkan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Megapolitan
Besok, Pembahasan APBD DKI 2020 Akan Dimulai di Masing-masing Komisi

Besok, Pembahasan APBD DKI 2020 Akan Dimulai di Masing-masing Komisi

Megapolitan
Rencana Kenaikan UMP DKI Jadi Rp 4,2 Juta Ditanggapi Pesimistis Jurnalis

Rencana Kenaikan UMP DKI Jadi Rp 4,2 Juta Ditanggapi Pesimistis Jurnalis

Megapolitan
NP, Ibu yang Bunuh Anaknya di Kebon Jeruk Dikenal sebagai Sosok Tertutup

NP, Ibu yang Bunuh Anaknya di Kebon Jeruk Dikenal sebagai Sosok Tertutup

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan 4 Desain Penataan Trotoar

Pemprov DKI Siapkan 4 Desain Penataan Trotoar

Megapolitan
52 Rumah di Bidara Cina Terbakar

52 Rumah di Bidara Cina Terbakar

Megapolitan
Jadi Ajudan Ma'ruf, Kombes Sabilul Dikenal sebagai Polisi Santri yang Dekat dengan Warga

Jadi Ajudan Ma'ruf, Kombes Sabilul Dikenal sebagai Polisi Santri yang Dekat dengan Warga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X