Pagi Ini, Kualitas Udara di Tiga Wilayah di Jakarta Sangat Tidak Sehat

Kompas.com - 16/08/2019, 09:38 WIB
Kabut tebal tampak mengaburkan gedung-gedung tinggi di kawasan selatan Jakarta, Jumat (16/8/2019). Pagi ini, kawasan Senayan, Pejaten Barat, hingga dan sekitar Stasiun Gambir tercatat memiliki kualitas udara sangat tidak sehat. KOMPAS.com/PALUPI ANNISAKabut tebal tampak mengaburkan gedung-gedung tinggi di kawasan selatan Jakarta, Jumat (16/8/2019). Pagi ini, kawasan Senayan, Pejaten Barat, hingga dan sekitar Stasiun Gambir tercatat memiliki kualitas udara sangat tidak sehat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Laman resmi "airvisual.com" menyebutkan tiga wilayah di Jakarta, yakni Pejaten Barat, Kementerian Lingkungan Hidup-Gelora Bung Karno Jakarta Selatan dan Kedutaan Besar Amerika kawasan Jakarta Selatan memiliki kualitas udara sangat tidak sehat pada Jumat pagi.

Airvisual menyatakan kondisi udara di Pejaten Barat mencapai 267 (Air Quality Index/US AQI) dengan konsentrasi parameter (PM2.5) sebesar 217.3 ug per meter kubik (m3).

Kawasan Kantor Kementerian LHK-GBK Jakarta Selatan (208 US AQI) dengan konsentrasi parameter (158 ug/m3), disusul perkantoran Kedutaan Besar Amerika hingga wilayah Jakarta Selatan (205 US AQI) dengan konsentrasi parameter (155 ug/m3).

Sementara itu, daerah Rawamangun, Jakarta Timur, berkategori tidak sehat (157 US AQI) dengan konsentrasi parameter (67.1 ug/m3) serta kawasan Pegadungan, Jakarta Barat, kategori tidak sehat bagi masyarakat berpenyakit tertentu (146 US AQI) dengan konsentrasi parameter (53 ug/m3).

Pantauan Kompas.com sekitar pukul 06.30 dari Menara Kompas, gedung-gedung pencakar langit yang ada di kawasan selatan Jakarta tampak terhalang kabut yang cukup tebal. Kabut itu sekilas seperti embun pagi, namun itu nyatanya adalah potret dari polusi yang terjadi di kota ini. 



Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rencana Melonggarkan PSBB demi Selamatkan Perekonomian Kota Tangerang

Rencana Melonggarkan PSBB demi Selamatkan Perekonomian Kota Tangerang

Megapolitan
PSBB Transisi di Jakarta, Grafik Kasus Baru Covid-19 Makin Menanjak

PSBB Transisi di Jakarta, Grafik Kasus Baru Covid-19 Makin Menanjak

Megapolitan
Atasi Krisis Pangan Akibat Pandemi, IPB Minta Diversifikasi Pangan Diperkuat

Atasi Krisis Pangan Akibat Pandemi, IPB Minta Diversifikasi Pangan Diperkuat

Megapolitan
Keluarga Korban Peluru Nyasar di Pademangan, Berharap Kasus Segera Terungkap

Keluarga Korban Peluru Nyasar di Pademangan, Berharap Kasus Segera Terungkap

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Herannya Ahok soal Reklamasi Ancol | 30 RW Zona Merah Covid-19 di Jakarta

[POPULER JABODETABEK] Herannya Ahok soal Reklamasi Ancol | 30 RW Zona Merah Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
UPDATE 13 Juli: Bertambah 3, Total 437 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 13 Juli: Bertambah 3, Total 437 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Fakta-fakta Predator Seksual 305 Anak Asal Perancis Meninggal karena Percobaan Bunuh Diri

Fakta-fakta Predator Seksual 305 Anak Asal Perancis Meninggal karena Percobaan Bunuh Diri

Megapolitan
Dishub DKI Akan Tiadakan Jalur Khusus Pesepeda di Sudirman-Thamrin Setiap Hari Minggu

Dishub DKI Akan Tiadakan Jalur Khusus Pesepeda di Sudirman-Thamrin Setiap Hari Minggu

Megapolitan
Ayah Korban Pencabulan Pejabat Gereja di Depok: Anak Saya Dicabuli 4 Kali

Ayah Korban Pencabulan Pejabat Gereja di Depok: Anak Saya Dicabuli 4 Kali

Megapolitan
UPDATE 13 Juli: Ada 14 RW dan 11 Kelurahan Masuk Zona Merah di Kota Bekasi

UPDATE 13 Juli: Ada 14 RW dan 11 Kelurahan Masuk Zona Merah di Kota Bekasi

Megapolitan
Kini Ada 273 Pedagang di 43 Pasar Jakarta Positif Covid-19, Berikut Daftarnya

Kini Ada 273 Pedagang di 43 Pasar Jakarta Positif Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
BPTJ: Pengguna Bus Gratis Lebih dari 1.000 Orang, Hanya 70-an Unit Terpakai

BPTJ: Pengguna Bus Gratis Lebih dari 1.000 Orang, Hanya 70-an Unit Terpakai

Megapolitan
Kemarin Kumpulkan Murid, SMAN 2 Depok Dipastikan Belajar Online Hari Ini

Kemarin Kumpulkan Murid, SMAN 2 Depok Dipastikan Belajar Online Hari Ini

Megapolitan
Risih dan Aneh, Cerita Siswa Ikut Pengenalan Sekolah pada Hari Pertama

Risih dan Aneh, Cerita Siswa Ikut Pengenalan Sekolah pada Hari Pertama

Megapolitan
UPDATE Covid-19 13 Juli: Pasien Pulih di Depok Tambah 25 Orang

UPDATE Covid-19 13 Juli: Pasien Pulih di Depok Tambah 25 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X