Pengamat: Depok Harus Menyusun Rencana Bangun Transportasi Massal

Kompas.com - 16/08/2019, 18:32 WIB
Jalur sepeda di Jalan Margonda, Kamis (23/1/2019). KOMPAS.COM/CYNTHIA LOVAJalur sepeda di Jalan Margonda, Kamis (23/1/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Yoga, menyarankan Pemerintah Kota Depok menyusun rencana pembangunan transportasi massal.

Transportasi massal diperlukan untuk mengurangi kemacetan di masa depan.

"Depok harus menyusun rencana induk transportasi massal. Prinsip dasarnya warga didorong menggunakan transportasi massal ke pusat kota Depok atau jika ingin keluar Depok," ujar Yoga saat dihubungi, Jumat (16/8/2019).

Ia menilai, permasalahan Kota Depok tidak berbeda jauh dengan persoalan di kota Bekasi, Bogor, Tangerang, dan Tangerang Selatan.

"Kota ini sama-sama kurang diurus dengan wali kotanya, masa kalah sama Surabaya," kata Nirwono.

Ada beberapa saran dia untuk mengatasi permasalahan kemacetan di Depok. Misalnya, pemerintah mengajak warga Depok untuk berjalan kaki dan bersepeda.

Karena itu, Pemkot Depok juga harus menyediakan trotoar untuk mempermudah pejalan kaki dan pesepeda.

"Sehingga semua masyarakat di Depok akan beralih menggunakan transportasi publik dan kalau bisa adakan tempat peminjaman sepeda," katanya.

Selain itu, kata dia, Pemerintah Kota Depok perlu membuat bus trans Depok yang menghubungkan ke Transjabodetabek kedepannya.

Lalu, peremajaan bus sedang dan angkutan umum juga harus diterapkan ke semua angkutan.

"Rute transportasi melewati kawasan perumahan dan permukiman yang mengantarkan ke pusat kota atau stasiun kereta api atau halte bustrans terdekat pun harus ada," katanya.

Nirwono menambahkan, penerapan jalan berbayar elektronik lebih efektif kurangi kemacetan dibandingkan ganjil genap.

"Terakhir parkir elektronik progresif yang semakin mahal ke pusat kota juga bisa diterapkan," tuturnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Fakta Ledakan karena Kebocoran Gas Melon di Bekasi

5 Fakta Ledakan karena Kebocoran Gas Melon di Bekasi

Megapolitan
205 Pohon di Monas yang Akan Dipindahkan Menghilang, Ada Di Mana?

205 Pohon di Monas yang Akan Dipindahkan Menghilang, Ada Di Mana?

Megapolitan
Duduk Perkara Pernyataan Menteri Yasonna hingga Didemo Warga Tanjung Priok

Duduk Perkara Pernyataan Menteri Yasonna hingga Didemo Warga Tanjung Priok

Megapolitan
Kelenteng Boen Tek Bio, Simbol Toleransi di Tengah Pasar Lama Kota Tangerang

Kelenteng Boen Tek Bio, Simbol Toleransi di Tengah Pasar Lama Kota Tangerang

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Yasonna Vs Warga Tanjung Priok | Aksi Heroik Sopir Truk Kejar Perampok

[POPULER JABODETABEK] Yasonna Vs Warga Tanjung Priok | Aksi Heroik Sopir Truk Kejar Perampok

Megapolitan
BMKG: Mayoritas Jabodetabek Hujan Kamis Siang

BMKG: Mayoritas Jabodetabek Hujan Kamis Siang

Megapolitan
Kemacetan di Depan Stasiun Poris Kota Tangerang Bikin Pengendara Emosi

Kemacetan di Depan Stasiun Poris Kota Tangerang Bikin Pengendara Emosi

Megapolitan
Terjebak Macet Saat Kabur, Jambret di Depok Ditangkap Polisi

Terjebak Macet Saat Kabur, Jambret di Depok Ditangkap Polisi

Megapolitan
Diimingi Peran Figuran, Seorang Remaja Jadi Korban Pencabulan Agensi Gadungan

Diimingi Peran Figuran, Seorang Remaja Jadi Korban Pencabulan Agensi Gadungan

Megapolitan
Petugas Sudinhub Jaksel Tolong Ibu Hamil Muda dengan Mobil Derek

Petugas Sudinhub Jaksel Tolong Ibu Hamil Muda dengan Mobil Derek

Megapolitan
Ladang Ganja 5 Hektar di Mandailing Natal Ditemukan, Polisi Sempat Jatuh ke Jurang

Ladang Ganja 5 Hektar di Mandailing Natal Ditemukan, Polisi Sempat Jatuh ke Jurang

Megapolitan
Pengelola Belum Tahu Nasib Taman Rusa dalam Revitalisasi Monas

Pengelola Belum Tahu Nasib Taman Rusa dalam Revitalisasi Monas

Megapolitan
Pemkot Tangsel Berkeberatan dengan Wacana Pencabutan Subsidi Gas 3 Kg

Pemkot Tangsel Berkeberatan dengan Wacana Pencabutan Subsidi Gas 3 Kg

Megapolitan
Wakil Wali Kota Tangsel Harap Gaji Pegawai Honorer yang Jadi PPPK Ditanggung APBN

Wakil Wali Kota Tangsel Harap Gaji Pegawai Honorer yang Jadi PPPK Ditanggung APBN

Megapolitan
Simpan Sabu di Setang Motor, Pria Ini Diciduk Tim Rajawali di Jatinegara

Simpan Sabu di Setang Motor, Pria Ini Diciduk Tim Rajawali di Jatinegara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X