Kompas.com - 17/08/2019, 09:29 WIB
Kabut tebal tampak mengaburkan gedung-gedung tinggi di kawasan selatan Jakarta, Jumat (16/8/2019). Pagi ini, kawasan Senayan, Pejaten Barat, hingga dan sekitar Stasiun Gambir tercatat memiliki kualitas udara sangat tidak sehat. KOMPAS.com/PALUPI ANNISAKabut tebal tampak mengaburkan gedung-gedung tinggi di kawasan selatan Jakarta, Jumat (16/8/2019). Pagi ini, kawasan Senayan, Pejaten Barat, hingga dan sekitar Stasiun Gambir tercatat memiliki kualitas udara sangat tidak sehat.

JAKARTA, KOMPAS.com - DKIJakarta menempati peringkat kedua sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia, Sabtu (17/8/2019), atau hari peringatan kemerdekaan ke-74 Indonesia.

Berdasarkan pantauan AirVisual, kualitas udara Jakarta tercatat tidak sehat, dengan Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara sebesar 157 dengan konsentrasi parameter PM2.5 66,3 ug/m3.

Kota Krasnoyarsk di Rusia memuncaki peringkat kualitas udara kota paling buruk di dunia dengan US AQI 163 dan konsentrasi parameter PM2.5 79,5 ug/m3.

Baca juga: Perluasan Ganjil Genap Disebut Hanya Pindahkan Sumber Polusi Udara

Posisi ketiga diikuti Kota Chengdu, Tiongkok, yang mencatatkan indeks kualitas udara sebesar 155 dengan konsentrasi parameter PM2.5 63 ug/m3.

Berikutnya, Kota Shanghai, Tiongkok, menempati posisi keempat dengan US AQI sebesar 154 dan konsentrasi parameter PM2.5 61 ug/m3.

Kota Dubai, Uni Emirat Arab, membuntuti dengan indeks kualitas udara 140, atau tidak sehat bagi kelompok sensitif, dan konsentrasi parameter PM2.5 51,3 ug/m3.

Baca juga: Anies Minta PLN Pastikan Cerobong PLTU Tak Sebabkan Polusi Udara

Selanjutnya, Kota Wuhan, Tiongkok, juga tercatat tidak sehat bagi kelompok sensitif dengan US AQI 148, dan konsentrasi parameter PM2.5 54,5 ug/m3.

Kota Kabul di Afghanistan menyusul di posisi tujuh dengan US AQI 136, dan konsentrasi parameter PM2.5 49,8 ug/m3.

Kota Bogota di Kolombia dan Kota Lahore, Pakistan, berturut-turut menempati posisi kedelapan dan sembilan dengan US AQI masing-masing 114 dan 106 dengan konsentrasi parameter PM2.5 40,8 ug/m3 dan 37,5 ug/m3.

Di posisi ke-10, Kota Johannesberg di Afrika Selatan mencatatkan indeks kualitas udara 95 dengan konsentrasi parameter PM2.5 33 ug/m3.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X