Cerita Putri Zulhas Masuk DPRD DKI, Bawa Harapan Guru PAUD dan Ditertawakan Sang Ayah

Kompas.com - 19/08/2019, 09:04 WIB
Zita Anjani, anggota DPRD DKI Jakarta terpilih periode 2019-2022 dari Fraksi PAN. Foto diambil Kamis (15/8/2019). KOMPAS.com/NURSITA SARIZita Anjani, anggota DPRD DKI Jakarta terpilih periode 2019-2022 dari Fraksi PAN. Foto diambil Kamis (15/8/2019).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Zita Anjani menjadi salah satu anggota DPRD DKI Jakarta terpilih periode 2019-2024. Ia maju sebagai calon legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Zita merupakan putri Ketua MPR RI yang juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas).

Kepada Kompas.com, Zita menceritakan perjuangannya selama kampanye hingga hal-hal yang akan dia perjuangkan di DPRD DKI kelak.

Nyaleg karena dorongan guru PAUD

Zita baru terjun ke dunia politik sebelum Pemilu 2019. Selama ini, ia selalu berkecimpung di dunia pendidikan dan tak punya rencana untuk berkiprah di dunia politik.

Zita merupakan pendiri dan ketua Yayasan Kids Republic School Jakarta, ketua Yayasan SMA Kebangsaan Lampung Selatan, serta pendiri dan pembina organisasi non-profit Bunda Pintar Indonesia.

Zita bercerita, setelah mendirikan Kids Republic School, ia banyak bertemu pengelola sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) di Jakarta.

Dari pertemuan itu, ia mengetahui banyak sekolah PAUD untuk anak-anak kurang mampu di daerah kumuh di Jakarta.

Baca juga: Cerita Tina Toon, Mantan Penyanyi Cilik yang Akhirnya Berkiprah di Dunia Politik

Sebagai pendiri sekolah swasta, Zita akhirnya menyisihkan profit yang ia hasilkan untuk memperbaiki sejumlah sekolah PAUD hingga membuat pelatihan gratis untuk guru-guru PAUD itu.

Guru-guru PAUD yang banyak berinteraksi dengan Zita akhirnya mendorongnya untuk nyaleg.

"Pas udah dekat-dekat Pemilu, teman-teman saya si ibu-ibu PAUD itu gini, 'Bun, kenapa enggak masuk ke politik sih, perjuangin kita di politik'," ujar Zita di Kids Republic School, Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (15/8/2019).

Zita mulanya menolak permintaan guru-guru PAUD itu. Ia tetap tak berniat menjadi politisi. Baginya, dunia politik adalah dunia yang jahat dan penuh jebakan.

Namun, guru-guru PAUD itu terus mendorongnya hingga berbicara kepada suami Zita.

Perempuan berusia 29 tahun itu pun luluh dan mendaftarkan diri untuk nyaleg lewat PAN di daerah pemilihan DKI Jakarta 5, yakni Duren Sawit, Jatinegara, dan Kramatjati.

Ikuti rangkaian seleksi caleg PAN

Meskipun berstatus sebagai putri ketua umum PAN, Zita mengaku tetap mengikuti rangkaian seleksi yang digelar DPW PAN DKI Jakarta.

Saat itu, Zita menyebut Ketua DPW PAN DKI Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio membuat seleksi caleg online. Banyak anak muda yang mendaftar.

Zita pun mendaftar dan mengikuti seluruh proses seleksi. Ia juga tidak mau dispesialkan karena statusnya tersebut.

Baca juga: Wiliam Aditya, Anggota Termuda DPRD DKI yang Berusia 23 Tahun dan Baru Mau Diwisuda

"Mas Eko enggak peduli, kita mau anak siapa. Kata dia, 'Pokoknya peduli amat deh.' Jadi, semuanya ikut proses, pelatihan, submit CV, interview, background check," kata Zita.

Setelah mengikuti rangkaian seleksi, Zita menyadari bahwa dunia politik tidak seburuk yang ia pikirkan.

"Di situ aku jadi mikir, 'Oh ternyata enggak (buruk), not so bad.' Ya sudah akhirnya mulai ikut PAN," ucapnya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Siapkan TPS Khusus untuk Sampah Masker dan APD

Pemprov DKI Siapkan TPS Khusus untuk Sampah Masker dan APD

Megapolitan
Ditetapkan Tersangka, Vanessa Angel Jadi Tahanan Kota

Ditetapkan Tersangka, Vanessa Angel Jadi Tahanan Kota

Megapolitan
Takut Dibawa ke Kantor Polisi, Seorang Pencuri Kotak Amal Mengaku ODP Covid-19

Takut Dibawa ke Kantor Polisi, Seorang Pencuri Kotak Amal Mengaku ODP Covid-19

Megapolitan
Dikritik, Permintaan Anies Ojol Bisa Angkut Penumpang

Dikritik, Permintaan Anies Ojol Bisa Angkut Penumpang

Megapolitan
Pemkot Tangerang Berencana Jadikan Hotel sebagai Tempat Karantina Covid-19

Pemkot Tangerang Berencana Jadikan Hotel sebagai Tempat Karantina Covid-19

Megapolitan
Vanessa Angel Jadi Tersangka karena Miliki Pil Xanax yang Tidak Sesuai Resep Dokter

Vanessa Angel Jadi Tersangka karena Miliki Pil Xanax yang Tidak Sesuai Resep Dokter

Megapolitan
Pemkot Tangerang Tambah Anggaran Penanganan Covid-19 Jadi Rp 138 Miliar

Pemkot Tangerang Tambah Anggaran Penanganan Covid-19 Jadi Rp 138 Miliar

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Minta Masyarakat Taati Aturan Selama PSBB

Ketua DPRD DKI Minta Masyarakat Taati Aturan Selama PSBB

Megapolitan
Serius Ajukan PSBB, Wali Kota Tangerang Rapat dengan Gubernur Banten dan DKI Jakarta

Serius Ajukan PSBB, Wali Kota Tangerang Rapat dengan Gubernur Banten dan DKI Jakarta

Megapolitan
Ini Skenario Pembatasan Penumpang Kendaraan Pribadi dan Umum Saat PSBB di DKI

Ini Skenario Pembatasan Penumpang Kendaraan Pribadi dan Umum Saat PSBB di DKI

Megapolitan
3.042 Pekerja di Tangerang Kena PHK karena Perusahaan Terdampak Covid-19

3.042 Pekerja di Tangerang Kena PHK karena Perusahaan Terdampak Covid-19

Megapolitan
Warga Miskin dan Rentan Miskin di DKI Diminta Daftar ke RW untuk Dapat Bantuan Sembako

Warga Miskin dan Rentan Miskin di DKI Diminta Daftar ke RW untuk Dapat Bantuan Sembako

Megapolitan
[HOAKS] PT KAI Batalkan Seluruh Perjalanan Jakarta Selama PSBB

[HOAKS] PT KAI Batalkan Seluruh Perjalanan Jakarta Selama PSBB

Megapolitan
Ketua DPRD Sebut Pemprov DKI Belum Komunikasi Terkait Anggaran Covid-19

Ketua DPRD Sebut Pemprov DKI Belum Komunikasi Terkait Anggaran Covid-19

Megapolitan
Mekanisme Karantina ODP dan PDP di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Mekanisme Karantina ODP dan PDP di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X