Cerita Putri Zulhas Masuk DPRD DKI, Bawa Harapan Guru PAUD dan Ditertawakan Sang Ayah

Kompas.com - 19/08/2019, 09:04 WIB
Zita Anjani, anggota DPRD DKI Jakarta terpilih periode 2019-2022 dari Fraksi PAN. Foto diambil Kamis (15/8/2019). KOMPAS.com/NURSITA SARIZita Anjani, anggota DPRD DKI Jakarta terpilih periode 2019-2022 dari Fraksi PAN. Foto diambil Kamis (15/8/2019).
Penulis Nursita Sari
|

Zita pun mengapresiasi proses seleksi caleg yang dilakukan DPW PAN DKI Jakarta. Proses seleksi itu, kata Zita, berhasil meningkatkan perolehan suara PAN dibanding lima tahun lalu.

"Ada pelatihan-pelatihan, makanya kita dapat kader-kader yang terbaik. Dan begitu kita dapat yang baik, bisa dilihat perolehan suara PAN itu signifikan banget," ujar Zita.

Ditertawakan sang ayah

Zita mulanya banyak membuat pelatihan dan acara-acara seremonial sebagai metode kampanyenya. Namun, sang ayah, Zulkifli Hasan, menyebut metode kampanye itu tidak efektif.

Baca juga: Jatuh Bangun Hardiyanto Kenneth, Minoritas yang Dapat Kepercayaan Jadi Anggota Baru DPRD DKI

"Papaku bilang itu enggak efektif. Dia pas tahu aku bikin seremoni gitu, aku diketawain, 'Kamu enggak akan menang kalau kayak gitu'," tutur Zita.

Zulhas, kata Zita, memberi tahu bahwa metode kampanye yang efektif adalah bertemu orang sebanyak-banyaknya.

Zita akhirnya mengubah total metode kampanyenya menjadi pertemuan tatap muka.

"Jadi aku kunjungan. Kunjungan itu maksimal satu hari 10 titik. Aku kampanye totalnya sembilan bulan, itu non-stop. Jadi hampir 500 titik yang aku kunjungi," tuturnya.

Dengan strategi kampanye yang diberi tahu sang ayah, Zita akhirnya lolos menjadi anggota DPRD DKI dengan perolehan 14.701 suara.

Selama masa kampanye, Zita mengaku banyak dibantu guru-guru PAUD yang mendorongnya nyaleg.

Zita tidak mau ayahnya ikut turun mengampanyekan dirinya. Ia tidak mau dikenal hanya karena sosok sang ayah.

"Tapi ya enggak bisa dipungkiri, ada momen-momen yang masyarakat kita tuh seneng kalau ada ketum PAN, kan dia lebih terkenal dari aku," ujar Zita.

Karena itu, Zita menyebut Zulhas hanya membantunya di akhir masa kampanye.

"Di ending, ketika sudah puncaknya itu kan memang jumlah massa udah banyak, itu dia (Zulhas) ikut bantu kampanye, paling totalnya tiga kali," ucapnya.

Perjuangkan guru PAUD dan warga tidak mampu

Zita berjanji akan memperjuangkan nasib guru-guru PAUD di Jakarta setelah ia dilantik sebagai anggota legislatif pada 26 Agustus mendatang.

Sebab, menurut dia, guru-guru PAUD di Jakarta tidak sejahtera. Padahal, peran guru-guru PAUD sangat penting dalam mendidik anak-anak.

Zita juga ingin memperjuangkan nasib guru-guru PAUD karena mereka adalah yang mendorongnya nyaleg.

"Aku sudah janji sama ibu-ibu PAUD, aku pun maju itu untuk mereka. Jadi, guru PAUD itu, aku pengin perjuangin gajinya karena mereka enggak punya gaji," kata Zita.

Selain itu, Zita juga menyoroti kehidupan warga Jakarta yang kebanyakan tidak mampu dan tinggal di daerah kumuh.

Baca juga: Ima Mahdiah, Eks Staf Ahok, Punya 2 Cara Hindari Korupsi di DPRD DKI

Selama masa kampanye, Zita mengaku prihatin melihat kehidupan mereka. Menurutnya, kehidupan warga Jakarta yang kumuh disebabkan karena warga tidak memiliki konsep kebersihan.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Penyampaian Visi Misi Dua Calon Wagub DKI Tak Disiarkan Langsung

Ini Alasan Penyampaian Visi Misi Dua Calon Wagub DKI Tak Disiarkan Langsung

Megapolitan
UPDATE Covid-19 DKI Jakarta: 958 Pasien Positif, 54 Sembuh, 96 Meninggal

UPDATE Covid-19 DKI Jakarta: 958 Pasien Positif, 54 Sembuh, 96 Meninggal

Megapolitan
Polisi Tangkap Perampok yang Bunuh Pemilik Warung di Depok, 2 Pelaku Ditembak Mati

Polisi Tangkap Perampok yang Bunuh Pemilik Warung di Depok, 2 Pelaku Ditembak Mati

Megapolitan
Jumlah Pasien Covid-19 di Jakarta Hampir 1.000 Orang

Jumlah Pasien Covid-19 di Jakarta Hampir 1.000 Orang

Megapolitan
Tiga TPU Jadi Permakaman Jenazah Kasus Covid-19 di Tangsel

Tiga TPU Jadi Permakaman Jenazah Kasus Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Tak Disiarkan Langsung, Masyarakat Bisa Saksikan Penyampaian Visi Misi Cawagub DKI Usai Kegiatan

Tak Disiarkan Langsung, Masyarakat Bisa Saksikan Penyampaian Visi Misi Cawagub DKI Usai Kegiatan

Megapolitan
Salah Satu Zona Merah Covid-19, Seluruh Kawasan Kebayoran Baru Disemprot Disinfektan

Salah Satu Zona Merah Covid-19, Seluruh Kawasan Kebayoran Baru Disemprot Disinfektan

Megapolitan
Pemkot Depok Instruksikan Setiap RW Bentuk Kampung Siaga Covid-19

Pemkot Depok Instruksikan Setiap RW Bentuk Kampung Siaga Covid-19

Megapolitan
Kadin Bantu 100.000 Rapid Test, 105.000 Masker, dan 300 APD untuk Pemprov DKI

Kadin Bantu 100.000 Rapid Test, 105.000 Masker, dan 300 APD untuk Pemprov DKI

Megapolitan
Cerita Sopir Bus AKAP Bertahan karena Sepi Penumpang, Patungan Buat Makan hingga Tidur di Terminal

Cerita Sopir Bus AKAP Bertahan karena Sepi Penumpang, Patungan Buat Makan hingga Tidur di Terminal

Megapolitan
Anak Korban Tabrakan di Karawaci Ulang Tahun Sehari Setelah Ayahnya Dikremasi

Anak Korban Tabrakan di Karawaci Ulang Tahun Sehari Setelah Ayahnya Dikremasi

Megapolitan
Stok Darah di PMI Jakarta Selatan Masih Kurang

Stok Darah di PMI Jakarta Selatan Masih Kurang

Megapolitan
Perampok Toko Emas di Tamansari Meninggal karena Covid-19

Perampok Toko Emas di Tamansari Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Cerita Pasien Covid-19 Pertama di Bekasi Berjuang 20 Hari hingga Sembuh

Cerita Pasien Covid-19 Pertama di Bekasi Berjuang 20 Hari hingga Sembuh

Megapolitan
Rapat Penyampaian Visi-Misi Cawagub DKI Hanya Akan Dihadiri 25 Orang

Rapat Penyampaian Visi-Misi Cawagub DKI Hanya Akan Dihadiri 25 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X