Material Urukan di Kali Ciliwung Sudah Berkurang, Aliran Air Lebih Lancar

Kompas.com - 19/08/2019, 12:06 WIB
Reklamasi kali Ciliwung mulai berkurang, Senin (19/8/2019) KOMPAS.COM/WALDA MARISONReklamasi kali Ciliwung mulai berkurang, Senin (19/8/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian tumpukan karung berisi bebatuan yang sebelumnya mempersempit bantaran Kali Ciliwung kini sudah hilang.

Tumpukan itu tadinya digunakan untuk memperluas lahan untuk rumah di bantaran Kali Ciliwung. Dataran buatan atau reklamasi itu kini sudah berkurang. Berdasarkan pantauan Kompas.com, lebar lahan yang berkurang sekitar 3 meter pada Senin (19/8/2019).

Kompas.com melihat dari kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Posisi itu berada tepat di seberang kali yang berada di Jalan Tanah Rendah, Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Aliran air pun lebih lancar. Padahal sebelumnya aliran air mengalir cukup deras karena posisi kali yang sempit akibat reklamasi tersebut.


Baca juga: 250 Petugas Bersihkan Reklamasi di Bantaran Kali Ciliwung

Perubahan ini terjadi setelah Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Timur menguruk kali tersebut.

Sejak hari Sabtu (16/8/2019) lalu, mereka mengangkut bebatuan dari pinggiran kali itu

Sabtu lalu, seorang petugas pihaknya mendapat perintah langsung dari Wali Kota Jakarta Timur M Anwar untuk membersihkan material urukan di lokasi tersebut.

"Ada perintah langsung kemarin ke Wali Kota (Jaktim) buat beresin ini," kata petugas itu, Sabtu.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

Megapolitan
SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

Megapolitan
Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Megapolitan
Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Megapolitan
Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Megapolitan
9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Megapolitan
Polisi Kembali Amankan Terduga Teroris di Tambun Selatan, Malam Ini

Polisi Kembali Amankan Terduga Teroris di Tambun Selatan, Malam Ini

Megapolitan
PPD Menegaskan Tak Terkait dengan Korupsi Pengadaan Bus Transjakarta

PPD Menegaskan Tak Terkait dengan Korupsi Pengadaan Bus Transjakarta

Megapolitan
Cemburu Buta, Pemuda Tusuk Teman Pacarnya di Kembangan

Cemburu Buta, Pemuda Tusuk Teman Pacarnya di Kembangan

Megapolitan
Artis Sinetron Vicky Nitinegoro Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Artis Sinetron Vicky Nitinegoro Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Operator Klaim Bus Transjakarta Zhong Tong Bukan Terbakar, tapi Hanya Kesalahan Mesin

Operator Klaim Bus Transjakarta Zhong Tong Bukan Terbakar, tapi Hanya Kesalahan Mesin

Megapolitan
Operator Jamin Keamanan Bus Transjakarta Merk Zhong Tong

Operator Jamin Keamanan Bus Transjakarta Merk Zhong Tong

Megapolitan
DPRD DKI Akan Rancang Sanksi bagi Anggota yang Langgar Kode Etik

DPRD DKI Akan Rancang Sanksi bagi Anggota yang Langgar Kode Etik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X