Pemprov DKI Datangkan 60 Ahli Asal Jerman untuk Didik Siswa SMK

Kompas.com - 19/08/2019, 12:34 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam kegiatan job matching dan SMK expo 2019 di Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jalan Gatot Subroto, Senin (19/8/2019). KOMPAS.com/NURSITA SARIGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam kegiatan job matching dan SMK expo 2019 di Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jalan Gatot Subroto, Senin (19/8/2019).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendatangkan 60 ahli dari Jerman dalam kegiatan job matching dan SMK Expo 2019.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, para ahli yang merupakan pensiunan guru dan pekerja profesional itu akan mendidik siswa-siswi SMK di Jakarta sesuai bidangnya masing-masing.

"Memang yang punya program ini Jerman. Dengan cara seperti itu, satu orang profesional bisa merangsang dan mendidik anak-anak untuk berpikir, mendidik puluhan anak-anak," ujar Anies dalam kegiatan job matching dan SMK expo 2019 di Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jalan Gatot Subroto, Senin (19/8/2019).

Baca juga: Siapkan Ekonomi Digital, SMK Revitalisasi Pembelajaran Teknologi

Anies berharap, pengalaman para ahli itu bisa menginspirasi para siswa SMK di Jakarta. Selain itu, Anies menyebut kegiatan job matching dan SMK expo 2019 juga menjadi kesempatan para siswa SMK untuk menunjukkan inovasi dan karya mereka.

Kegiatan itu juga memberikan kesempatan untuk para pelaku industri untuk merekrut siswa lulusan SMK di Jakarta.

"Mereka (pelaku industri) tidak perlu melihat jauh-jauh, sekitar jakarta saja ada banyak lulusan SMK yang bisa memunuhi kebutuhan industri di Jakarta," kata Anies.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orangtua Pusing Ajari Anak Selama Pandemi Corona, Kak Seto: Jangan Posisikan Diri Seperti Guru

Orangtua Pusing Ajari Anak Selama Pandemi Corona, Kak Seto: Jangan Posisikan Diri Seperti Guru

Megapolitan
Selama Pandemi Corona, Kak Seto Sebut RT RW Harus Kreatif Cegah Anak-anak Beraktivitas di Luar Rumah

Selama Pandemi Corona, Kak Seto Sebut RT RW Harus Kreatif Cegah Anak-anak Beraktivitas di Luar Rumah

Megapolitan
Keluarganya Positif Covid-19, Dua Anak di Sawah Besar Isolasi Mandiri

Keluarganya Positif Covid-19, Dua Anak di Sawah Besar Isolasi Mandiri

Megapolitan
Ramayana Depok Buka Kemungkinan Rekrut Kembali Karyawan yang Kena PHK di Tengah Pandemi Corona

Ramayana Depok Buka Kemungkinan Rekrut Kembali Karyawan yang Kena PHK di Tengah Pandemi Corona

Megapolitan
Cegah Penyebaran Virus Corona, Sudinhub Jakbar Kurangi Petugas di Lapangan

Cegah Penyebaran Virus Corona, Sudinhub Jakbar Kurangi Petugas di Lapangan

Megapolitan
Diprotes Warga, Lippo Pastikan RS Covid-19 Dekat Apartemen Tak Bahayakan Penghuni

Diprotes Warga, Lippo Pastikan RS Covid-19 Dekat Apartemen Tak Bahayakan Penghuni

Megapolitan
Banyak Orangtua Kerja di Rumah, Kak Seto Sebut Itu Kesempatan Mahal untuk Akrab dengan Anak

Banyak Orangtua Kerja di Rumah, Kak Seto Sebut Itu Kesempatan Mahal untuk Akrab dengan Anak

Megapolitan
Andalkan Kebijakan yang Telah Berjalan, Bekasi Belum Ajukan PSBB

Andalkan Kebijakan yang Telah Berjalan, Bekasi Belum Ajukan PSBB

Megapolitan
Pedagang Ayam Potong di Kramatjati Terima Banyak Pesanan Online Saat Pandemi Covid-19

Pedagang Ayam Potong di Kramatjati Terima Banyak Pesanan Online Saat Pandemi Covid-19

Megapolitan
Dituduh Curi Dompet dan HP, Seorang Transgender Tewas Dibakar di Cilincing

Dituduh Curi Dompet dan HP, Seorang Transgender Tewas Dibakar di Cilincing

Megapolitan
Wali Kota: 38 Jenazah di Bekasi Dimakamkan dengan Protokol Pemulasaraan Jasad Pasien Covid-19

Wali Kota: 38 Jenazah di Bekasi Dimakamkan dengan Protokol Pemulasaraan Jasad Pasien Covid-19

Megapolitan
Riza Patria Diminta Tambal Hubungan Balai Kota-Istana yang 'Kurang Akur'

Riza Patria Diminta Tambal Hubungan Balai Kota-Istana yang "Kurang Akur"

Megapolitan
Tak Sampai 3 Tahun Jabat Wagub DKI, Riza Patria Diragukan Mampu Berbuat Banyak

Tak Sampai 3 Tahun Jabat Wagub DKI, Riza Patria Diragukan Mampu Berbuat Banyak

Megapolitan
Dampak Covid-19, Sebanyak 120 Pegawai di Ramayana Depok Kena PHK

Dampak Covid-19, Sebanyak 120 Pegawai di Ramayana Depok Kena PHK

Megapolitan
[UPDATE]: Depok Tambah 1 Pasien Positif Covid-19 dan 3 Suspect Wafat

[UPDATE]: Depok Tambah 1 Pasien Positif Covid-19 dan 3 Suspect Wafat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X