Ini Kondisi Bantaran Kali Ciliwung Pasca Pembongkaran Tanah Reklamasi...

Kompas.com - 19/08/2019, 13:33 WIB
Kondisi Bantaran Kali Ciliwung di Jalan Kebon Pala Tanah Rendah, Kampung Melayu, Jakarta Timur Pasca Pembersihan Reklamasi, Senin (19/8/2019). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIKondisi Bantaran Kali Ciliwung di Jalan Kebon Pala Tanah Rendah, Kampung Melayu, Jakarta Timur Pasca Pembersihan Reklamasi, Senin (19/8/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Daratan buatan atau reklamasi di bantaran Kali Ciliwung, Jalan Kebon Pala Tanah Rendah, Kampung Melayu, Jakarta Timur sudah dibersihkan petugas gabungan dari UPK Badan Air dan Dinas Sumber Daya Air pada Minggu (18/8/2019) kemarin.

Pantauan Kompas.con di lokasi pukul 10.30 WIB, tampak material daratan buatan di badan kali sudah jauh berkurang.

Selain itu, tumpukan sampah yang tadinya ada kini sudah bersih. Aliran air Kali Ciliwung yang berwarna hijau itu pun mengalir cukup deras.

Kendati demikian, masih terdapat tumpukan material daratan buatan berupa karung berisi pasir di pinggir kali. Tumpukan material itu nampak terada di sepanjang pinggir kali.


Sampah dari warga juga terdapat di pinggir kali namun tak sampai masuk ke badan kali.

Baca juga: Jika digusur, Warga Bantaran Kali Ciliwung Pilih Ganti Rugi daripada Pindah ke Rusun

Yusman (55) warga RW 08 mengatakan, pada kemarin Minggu memang banyak petugas yang mengangkut material reklamasi yang dibuat warga. Dia mengatakan, maksud warga menaruh material tersebut agar tanggul Kali Ciliwung terlihat rapi dan tertata.

"Iya kemarin banyak petugas angkutin semua. Itu kan maksud kita biar rapi begitu loh pinggiran kalinya," kata Yusman di lokasi, Senin (19/8/2019).

Selain itu, dia pun mengaku tujuan warga membuat material tersebut guna menguruk bantaran kali agar menjadi daratan baru untuk dijadikan tempat tinggal.

Kondisi Bantaran Kali Ciliwung di Jalan Kebon Pala Tanah Rendah, Kampung Melayu, Jakarta Timur Pasca Pembersihan Reklamasi, Senin (19/8/2019).KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI Kondisi Bantaran Kali Ciliwung di Jalan Kebon Pala Tanah Rendah, Kampung Melayu, Jakarta Timur Pasca Pembersihan Reklamasi, Senin (19/8/2019).

"Iya memang itu buat diuruk juga ada warga yang nguruk sengaja buat dijadiin tempat tinggal tapi ya enggak sampai tengah kali juga siapa juga yang mau rumah di tengah kali," ujar Yusman.

Fuad (65), warga RW 08 lainnya mengatakan, daerahnya kerap dilanda banjir saat musim hujan. Hal itu karena kondisi kali yang sudah dangkal.

"Ya banjir se-plafon noh 2 meteran kalau musim hujan. Ya kalinya dangkal paling semetaran dalamnya. Kali mah dikeruk jangan diperlebar doang. Kalau diperlebar tapi enggak dikeruk-keruk, air datang juga luber," ujar Fuad.

Kondisi bantaran Kali Ciliwung, Jalan Kebon Pala Tanah Rendah, Kampung Melayu, Jakarta Timur pasca pembersihan material daratan buatan, Senin (19/8/2019).KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI Kondisi bantaran Kali Ciliwung, Jalan Kebon Pala Tanah Rendah, Kampung Melayu, Jakarta Timur pasca pembersihan material daratan buatan, Senin (19/8/2019).

Sebelumnya diberitakan, sebagian warga bantaran Kali Ciliwung di Jalan Tanah Rendah mereklamasi kali atau membuat daratan buatan.

Mereka memperlebar lahan tempat tinggal mereka dengan bebatuan dan karung pasir. Pelebaran yang mereka lakukan sampai 5 meter menjorok ke arah sungai.

Ada 49 rumah yang warganya melebarkan lahan di pinggir Kali Ciliwung di Jalan Tanah Rendah.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemilik Mobil B 1 RI Bergelar Doktor Mengaku Beli Undangan Pelantikan Presiden agar Dinilai Terpandang

Pemilik Mobil B 1 RI Bergelar Doktor Mengaku Beli Undangan Pelantikan Presiden agar Dinilai Terpandang

Megapolitan
Bom Katapel, Monyet, dan Abdul Basith pada Upaya Penggagalan Pelantikan Presiden

Bom Katapel, Monyet, dan Abdul Basith pada Upaya Penggagalan Pelantikan Presiden

Megapolitan
Fraksi Gerindra DKI Pastikan Sandiaga Tak Akan Jadi Wagub DKI Lagi

Fraksi Gerindra DKI Pastikan Sandiaga Tak Akan Jadi Wagub DKI Lagi

Megapolitan
[POPULER MEGAPOLITAN]: Tak Punya Anggaran untuk Ganti Foto Presiden dan Wakil Presiden I Beli Undangan Pelantikan Presiden agar Dinilai Terpandang

[POPULER MEGAPOLITAN]: Tak Punya Anggaran untuk Ganti Foto Presiden dan Wakil Presiden I Beli Undangan Pelantikan Presiden agar Dinilai Terpandang

Megapolitan
Saat Puluhan Slankers Terlunta Usai Nonton Konser Pelantikan Jokowi

Saat Puluhan Slankers Terlunta Usai Nonton Konser Pelantikan Jokowi

Megapolitan
Duduk Soal Klaim Penggelapan Dana Koperasi Pegawai Pos Indonesia Cabang Bekasi

Duduk Soal Klaim Penggelapan Dana Koperasi Pegawai Pos Indonesia Cabang Bekasi

Megapolitan
BMKG: Suhu di Jakarta Hari Ini Dipredikisi Capai 35 Derajat Celcius

BMKG: Suhu di Jakarta Hari Ini Dipredikisi Capai 35 Derajat Celcius

Megapolitan
Tiang Listrik Roboh di Kebon Jeruk, DKI Ingatkan Kabel Udara Harus Ditertibkan

Tiang Listrik Roboh di Kebon Jeruk, DKI Ingatkan Kabel Udara Harus Ditertibkan

Megapolitan
F-Gerindra Minta Ketua DPRD DKI Dorong Digelarnya Rapimgab Pemilihan Wagub

F-Gerindra Minta Ketua DPRD DKI Dorong Digelarnya Rapimgab Pemilihan Wagub

Megapolitan
IRT Jadi Penyandang Dana Kelompok Peluru Katapel untuk Gagalkan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

IRT Jadi Penyandang Dana Kelompok Peluru Katapel untuk Gagalkan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Megapolitan
Besok, Pembahasan APBD DKI 2020 Akan Dimulai di Masing-masing Komisi

Besok, Pembahasan APBD DKI 2020 Akan Dimulai di Masing-masing Komisi

Megapolitan
Rencana Kenaikan UMP DKI Jadi Rp 4,2 Juta Ditanggapi Pesimistis Jurnalis

Rencana Kenaikan UMP DKI Jadi Rp 4,2 Juta Ditanggapi Pesimistis Jurnalis

Megapolitan
NP, Ibu yang Bunuh Anaknya di Kebon Jeruk Dikenal sebagai Sosok Tertutup

NP, Ibu yang Bunuh Anaknya di Kebon Jeruk Dikenal sebagai Sosok Tertutup

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan 4 Desain Penataan Trotoar

Pemprov DKI Siapkan 4 Desain Penataan Trotoar

Megapolitan
52 Rumah di Bidara Cina Terbakar

52 Rumah di Bidara Cina Terbakar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X