Beda Pendapat Warga soal Wacana Bekasi Gabung DKI Jakarta

Kompas.com - 19/08/2019, 17:33 WIB
Taman Kota Bekasi. KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANTaman Kota Bekasi.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini Bekasi santer disebut-sebut bakal bergabung dengan DKI Jakarta untu menjadi kota administrasi Jakarta Tenggara.

Hal tersebut mengundang reaksi warga dari dua daerah tersebut. Liam (30) misalnya, warga Rawamangun, Jakarta Timur ini mengaku tidak setuju apabila Bekasi bergabung dengan DKI Jakarta.

Sebab, menurut dia, bergabungnya Bekasi dikhawatirkan akan membebani pekerjaan tambahan bagi Pemprov DKI Jakarta.

Baca juga: Penggabungan Bekasi ke Jakarta Dinilai Memenuhi Aturan


"Nanti kerjaan pemerintah yang di sini enggak kelar. Di sini (Jakarta) saja beresin kali Ciliwung belum selesai selesai, urus banjir belum selesai, masalah polusi belum selesai. Nanti kalau tambah Bekasi masuk jadi terbengkalai permasalahan yang ada di sini," kata Liam kepada Kompas.com, Senin (19/8/2019).

Hal berbeda diutarakan oleh Rolando Gultom. Warga yang tinggal di kawasan Cibubur, Jakarta Timur ini mengaku setuju dengan adanya wacana tersebut.

"Kalau Bekasi gabung jadi Jakarta, benefitnya itu dari kordinasi antar Wali Kota jadi lebih efisien ke depannya, karena Bekasi secara teritori sangat dekat ke Jakarta ketimbang ke provinsi Jawa Barat," ucap Rolando.

Lebih lanjut, kata Rolando, kebijakan tersebut akan membuka peluang meratanya tempat tinggal bagi warga Jakarta. Warga Ibu Kota akan punya kesempatan lebih besar membangun tempat tinggal di kawasan Bekasi.

"Mungkin masalahnya di budaya. Maksudnya di sini, adanya akulturasi budaya yang mungkin nanti menyebabkan conflict of interest," ujar dia.

Baca juga: Bekasi Akan Diuntungkan secara Keuangan apabila Gabung DKI

Hal yang sama juga dikatakan Alfian (27). Warga Cilandak, Jakarta Selatan ini juga setuju apabila rencana tersebut benar-benar terealisasi.

"Enggak masalah sih. Karena banyak orang yang kerja di Jakarta tapi tinggal di Bekasi. Sebaliknya juga banyak orang KTP Jakarta yang tinggal di Bekasi. Jadi sebenarnya sama saja," ucap dia.

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi juga mengutarakan keyakinannya bahwa mayoritas warganya setuju dengan wacana penggabungan Bekasi ke DKI Jakarta sebagai wilayah administrasi Jakarta Tenggara.

Hal itu ia katakan usai apel pagi di kompleks Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Senin (19/8/2019).

"Kalau dijajak pendapat, pasti 60, 70, 80 persen lah, karena DKI kan punya support yang luar biasa," ujar pria yang akrab disapa Pepen ini.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Megapolitan
Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Megapolitan
50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

Megapolitan
Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Megapolitan
PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Ciptakan 111.000 Wirausaha, Baru 13.000 yang Punya Izin

Pemprov DKI Klaim Ciptakan 111.000 Wirausaha, Baru 13.000 yang Punya Izin

Megapolitan
Pemprov DKI Optimistis Akan Lampaui Target Terciptanya 200.000 Wirausaha Baru

Pemprov DKI Optimistis Akan Lampaui Target Terciptanya 200.000 Wirausaha Baru

Megapolitan
Kerap Masuk ke Permukiman, Kawanan Monyet Liar Resahkan Warga Bogor

Kerap Masuk ke Permukiman, Kawanan Monyet Liar Resahkan Warga Bogor

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemalsu KTP PSK di Bawah Umur

Polisi Tangkap Pemalsu KTP PSK di Bawah Umur

Megapolitan
4 Pelajar Ditangkap, Diduga Keroyok Korban hingga Tewas Saat Tawuran

4 Pelajar Ditangkap, Diduga Keroyok Korban hingga Tewas Saat Tawuran

Megapolitan
BK DPRD Depok Akan Beri Seragam agar Anggota Dewan Disiplin

BK DPRD Depok Akan Beri Seragam agar Anggota Dewan Disiplin

Megapolitan
Tanpa Pelampung dan Tak Pandai Berenang, Fitra Tenggelam Usai Tolong Teman

Tanpa Pelampung dan Tak Pandai Berenang, Fitra Tenggelam Usai Tolong Teman

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X