Kompas.com - 20/08/2019, 06:49 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono bersama perwakilan masyarakat Papua se-Jabodetabek di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (19/8/2019) malam. KOMPAS.COM/RINDI NURIS VELAROSDELAKapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono bersama perwakilan masyarakat Papua se-Jabodetabek di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (19/8/2019) malam.
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolsek Kramat Jati Kompol Nurdin Arrahman mengatakan, pihaknya memastikan mahasiswa asal Papua di Asrama mahasiswa Papua Kabupaten Yahukimo, Kramat Jati, Jakarta Timur tidak terpengaruh dengan adanya kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8/2019).

Hal itu dikatakan Nurdin usai pihaknya mengunjungi Asrama yang dihuni 23 mahasiswa asal Papua tersebut pada Senin siang tadi.

"Kami tadi bersilatuhrami ke mahasiswa asal Papua yang berkuliah di Jakarta. Silaturahmi sekaligus untuk memastikan mereka tak terprovokasi berita bohong yang banyak beredar. Kita ngobrol di teras asrama mereka seperti biasa," kata Nurdin saat dikonfirmasi wartawan, Senin.

Baca juga: 5 Pesan Damai Pasca-Kerusuhan Papua, Ungkapan Maaf hingga Cintai NKRI

Nurdin menjelaskan, 23 mahasiwa asal Papua dipastikan tidak terpengaruh dengan adanya kerusuhan di Manokwari. Sebab, para mahasiswa tersebut datang ke Jakarta untuk fokus belajar dan kuliah.

"Mereka bilang tadi tetap fokus belajar. Mereka bilang datang ke Jakarta untuk belajar, jadi kalau mereka menggunakan waktunya untuk hal lain nanti rugi sendiri," ujar Nurdin.

Nurdin juga memastikan keamanan mahasiswa asal Papua yang tengah menempuh pendidikan di Jakarta tersebut tetap terjaga.

"Mereka enggak minta perlindungan keamanan, tapi sudah tugas polisi untuk menjamin keamanan warga. Tanpa dimintapun ya sudah pasti kami jamin," ujar Nurdin.

Baca juga: Warga Papua di Jakarta Diimbau Tak Terprovokasi Informasi di Medsos

Diberitakan sebelumnya, aksi protes atas diamankannya sejumlah mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang dan Semarang, oleh polisi, berujung pada kerusuhan di Manokwari.

Pengunjuk rasa bahkan membakar kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Papua Barat di Jalan Siliwangi, Manokwari. Selain Gedung DPRD Papua Barat, massa juga membakar sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat.

Tidak hanya itu, massa juga melakukan pelemparan terhadap Kapolda Papua Barat dan Pangdam XVIII/Kasuari, yang datang untuk menenangkan massa. Untuk menghentikan aksi anarkis tersebut, polisi terpaksa menembakan gas air mata.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo memastikan, meski sempat terjadi kerusuhan, namun kepolisian dibantu TNI saat ini sudah berhasil mendinginkan massa di Manokwari.

Polri menerjunkan 7 SSK (satuan setingkat kompi). Sementara, TNI menerjunkan 2 SKK untuk mengendalikan situasi di Manokwari.

"Untuk situasi, secara umum masih dapat dikendalikan oleh aparat kepolisian, baik Polda Papua Barat serta Polres di sekitar Manokwari bersama-sama TNI. Konsentrasi massa saat ini masih ada di satu titik saja, titik lain berhasil dikendalikan," ujar Dedi. 

Adapun kerusuhan di Manokwari dipicu penangkapan sejumlah mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI dan APPBI Gelar Vaksinasi Covid-19 bagi Pelaku UMKM

Pemprov DKI dan APPBI Gelar Vaksinasi Covid-19 bagi Pelaku UMKM

Megapolitan
Kontrak MRT Fase 2A Senilai Rp 4,6 Triliun Diteken, Anies: Terima Kasih Presiden Jokowi

Kontrak MRT Fase 2A Senilai Rp 4,6 Triliun Diteken, Anies: Terima Kasih Presiden Jokowi

Megapolitan
Dianiaya Suami karena Tolak Pompa ASI, Ibu di Serpong Juga Dilarang Bertemu Anaknya

Dianiaya Suami karena Tolak Pompa ASI, Ibu di Serpong Juga Dilarang Bertemu Anaknya

Megapolitan
MRT Bundaran HI-Monas Ditargetkan Beroperasi April 2025, Lanjut Harmoni-Kota pada Agustus 2027

MRT Bundaran HI-Monas Ditargetkan Beroperasi April 2025, Lanjut Harmoni-Kota pada Agustus 2027

Megapolitan
Seorang Pria Tewas Ditusuk di Kalideres

Seorang Pria Tewas Ditusuk di Kalideres

Megapolitan
PPKM Diperpanjang, Wagub DKI: Tak Ada Perubahan Aturan Kecuali Jam Buka Restoran

PPKM Diperpanjang, Wagub DKI: Tak Ada Perubahan Aturan Kecuali Jam Buka Restoran

Megapolitan
Kebakaran di Toko Elektronik Pasar Minggu, Diduga karena Puntung Rokok

Kebakaran di Toko Elektronik Pasar Minggu, Diduga karena Puntung Rokok

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Tangerang Raya, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Tangerang Raya, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 21 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 21 April 2021

Megapolitan
Tak Mau Pompa ASI karena Kesakitan, Seorang Ibu Dianiaya Suaminya di Serpong

Tak Mau Pompa ASI karena Kesakitan, Seorang Ibu Dianiaya Suaminya di Serpong

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 21 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Jakarta, 21 April 2021

Megapolitan
10 Artis yang Berulang Kali Terjerat Kasus Narkoba, dari Tio Pakusadewo hingga Rio Reifan

10 Artis yang Berulang Kali Terjerat Kasus Narkoba, dari Tio Pakusadewo hingga Rio Reifan

Megapolitan
KSAD Sebut Kasus Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru Dikawal Danpuspom hingga Pangdam Jaya

KSAD Sebut Kasus Pengeroyokan Anggota TNI dan Polri di Kebayoran Baru Dikawal Danpuspom hingga Pangdam Jaya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X