Kegiatan Belajar Siswa SDN 10/11 Pagi Tak Terganggu Posko Pengungsian Korban Kebakaran Jatinegara

Kompas.com - 20/08/2019, 11:29 WIB
Posko Pengungsian Korban Kebakaran 10 rumah di Jalan Perumpung Tengah, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (19/8/2019). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIPosko Pengungsian Korban Kebakaran 10 rumah di Jalan Perumpung Tengah, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (19/8/2019).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Lurah Cipinang Besar Utara Sri Utami menjamin aktivitas belajar di SD Negeri 10/11 Pagi Cipinang Besar Utara tidak akan terganggu meski ada posko pengungsian korban kebakaran yang terletak di dekat masjid sekolah.

"(Lokasi posko pengungsian) Tidak langsung di halaman sekolah, tapi di samping masjid belakang sekolah. Insya Allah tidak mengganggu proses belajar anak-anak," kata Sri saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (20/8/2019).

Sri menyatakan, jarak tenda posko pengungsian tidak terlalu dekat dengan ruang kelas di mana siswa-siswa belajar.

Baca juga: 55 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Kebakaran di Jatinegara

Dia pun sudah meminta izin pihak sekolah agar lahan di dekat masjid sekolah bisa didirikan tenda pengungsian tersebut.

"Kita sudah koordinasi dengan kepala sekolah, dengan pengurus sekolah dan itu tidak akan mengganggu proses belajar," ujar Sri.

Sebelumnya, kebakaran melanda 10 rumah di Jalan Perumpung Tengah, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur pada Senin (19/8/2019) pukul 09.40 WIB.

Sebanyak 55 jiwa harus kehilangan tempat tinggalnya dan mengungsi di posko pengungsian di dekat masjid SD Negeri 10/11 Pagi.

Baca juga: Korban Kebakaran 10 Rumah di Jatinegara Masih Butuh Bantuan Logistik

Tak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran tersebut. Hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD Minta Pemprov DKI Hentikan Penebangan Pohon di Trotoar

Ketua DPRD Minta Pemprov DKI Hentikan Penebangan Pohon di Trotoar

Megapolitan
DKI Tak Bebaskan Tanah Tahun Ini, Normalisasi Ciliwung Tak Bisa Dikerjakan pada 2021

DKI Tak Bebaskan Tanah Tahun Ini, Normalisasi Ciliwung Tak Bisa Dikerjakan pada 2021

Megapolitan
Cerita Penjaga Warung dan Ojol yang Selamat dari Ulah Geng Motor di Cilincing

Cerita Penjaga Warung dan Ojol yang Selamat dari Ulah Geng Motor di Cilincing

Megapolitan
Sebelum Bunuh Satpam, Geng Motor Rampok Warung dan Bacok Ojol di Cilincing

Sebelum Bunuh Satpam, Geng Motor Rampok Warung dan Bacok Ojol di Cilincing

Megapolitan
Riwayat Jalan Inspeksi yang Dijebol untuk Akses Umum dan Diprotes Warga PIK...

Riwayat Jalan Inspeksi yang Dijebol untuk Akses Umum dan Diprotes Warga PIK...

Megapolitan
DKI Dinilai Tak Prioritaskan Penanggulangan Banjir, Anies Bilang Fokus Keruk Waduk dan Sungai

DKI Dinilai Tak Prioritaskan Penanggulangan Banjir, Anies Bilang Fokus Keruk Waduk dan Sungai

Megapolitan
Ada Ancaman Ginjal Diambil, Kepsek SDN Bambu Apus 02 Perketat Keamanan Siswa

Ada Ancaman Ginjal Diambil, Kepsek SDN Bambu Apus 02 Perketat Keamanan Siswa

Megapolitan
Petugas Sekuriti Tewas Dibacok Saat Kejar Geng Motor

Petugas Sekuriti Tewas Dibacok Saat Kejar Geng Motor

Megapolitan
Dampak Pembangunan JPO, Sepanjang Jalan Tanjung Barat dan Lenteng Agung Macet

Dampak Pembangunan JPO, Sepanjang Jalan Tanjung Barat dan Lenteng Agung Macet

Megapolitan
Soal Ayah Perkosa Anak Tiri, Kak Seto Akan Koordinasi dengan Wali Kota dan Kapolres Tangsel

Soal Ayah Perkosa Anak Tiri, Kak Seto Akan Koordinasi dengan Wali Kota dan Kapolres Tangsel

Megapolitan
Gencar Bangun Trotoar, Anies Sebut Pejalan Kaki di Jakarta Paling Rendah Sedunia

Gencar Bangun Trotoar, Anies Sebut Pejalan Kaki di Jakarta Paling Rendah Sedunia

Megapolitan
Pagar di Komplek PIK Dibongkar, Camat Minta Warga Tak Egois dan Bantu Pecah Kemacetan

Pagar di Komplek PIK Dibongkar, Camat Minta Warga Tak Egois dan Bantu Pecah Kemacetan

Megapolitan
Pemprov DKI Dinilai Tak Prioritaskan Penanggulangan Banjir

Pemprov DKI Dinilai Tak Prioritaskan Penanggulangan Banjir

Megapolitan
DPRD Minta Anggaran Rp 1,2 Triliun untuk Pembangunan Trotoar Dipangkas

DPRD Minta Anggaran Rp 1,2 Triliun untuk Pembangunan Trotoar Dipangkas

Megapolitan
2 Warga Rumania Ditangkap Terkait Kasus Skimming ATM

2 Warga Rumania Ditangkap Terkait Kasus Skimming ATM

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X