Wacana Bekasi Gabung Jakarta, JJ Rizal Sebut sebagai Momen Bentuk Masterplan Jabodetabek Bopunjur

Kompas.com - 20/08/2019, 16:43 WIB
Sejarawan, JJ Rizal, dalam acara Polemik Soempah Pemoeda di Tengah Sumpah Serapah, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (27/10/2012). TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANASejarawan, JJ Rizal, dalam acara Polemik Soempah Pemoeda di Tengah Sumpah Serapah, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (27/10/2012).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejarawan JJ Rizal menilai wacana bergabungnya Bekasi ke dalam wilayah administrasi DKI Jakarta menjadi momentum bagi pemerintah untuk membuat masterplan yang meliputi Jabodetabek Bopunjur (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi Bogor-Puncak-Cianjur).

Dia mengatakan, konsep megapolitan Jabodetabek Bopunjur sebelumnya pernah dicanangkan Presiden pertama RI Soekarno. Konsep itu dicanangkan untuk merespons sekaligus menjawab tantangan perubahan zaman.

"Justru sekarang ada kesempatan membuat masterplan besar yang meliputi Jabodetabek Bopunjur makannya harus lebih besar lagi, jadi jangan hanya Bekasi teruskan sampai Puncak, Cianjur. Harus diluaskan wacananya, dihidupakan kembali konsep megapolitan yang dibayangkan bung Karno yang namanya 'The Greater Jakarta'," kata JJ Rizal saat dihubungi Kompas.com, Selasa (20/8/2019).

Menurut dia, Jakarta sebagai Ibu Kota negara seharusnya bisa menjadi percontohan kota metropolitan yang bisa menjawab tantangan zaman.

Baca juga: Wacana Bekasi Gabung Jakarta, Kemendagri Sebut Pemekaran Wilayah Dihentikan Sementara Sejak 2014

Wilayah sekitar Jakarta, seperti Bekasi, Tangerang, Depok, dinilai belum bisa disebut sebagai 'kota' untuk warganya.

Hal itu, Rizal lihat berdasarkan APBD masing-masing yang sangat kecil, berbanding terbalik dengan jumlah penduduknya yang terus bertambah.

"Harusnya Jakarta tuh menjadi percontohan bagaimana menuju kota metropolitan yang bisa menjawab tantangan zaman, misalnya tantangan ekologis, tantangan humanis kota yang ramah orang begitu ya," ujarnya.

"Kalau kita masuk Kota Bekasi, apakah bisa tampak sebagai sebuah metropolitan? Kan enggak. Antara sub-urban dan urbannya kayak ada jurang seperti di Depok, Tangerang. Itu terjadi karena ketidakadilan APBD menurut saya," lanjut JJ Rizal.

Dia menilai, saat ini wilayah di sekitar Jakarta belum ada yang bisa disebut sebagai 'kota'. Hal itu disebabkan tidak adanya perencanaan atau masterplan yang matang.

Untuk itu, isu bergabungnya Bekasi ke Jakarta bisa dijadikan momentum bagi pemerintah untuk membuat masterplan konsep megapolitan yang meliputi Jabodetabek Bopunjur.

Baca juga: Terkait Isu Bekasi Gabung Jakarta, DPRD Disarankan Gelar Dialog Publik

Sebelumnya, Beberapa hari ke belakang, isu pemekaran provinsi Bogor Raya mengapung ke permukaan. Ide ini tercetus mulanya dari perbincangan Wali Kota Bogor Bima Arya dan Bupati Bogor Ade Yasin.

Dalam gagasan tersebut, Ade Yasin berencana mengajak 10 kota dan kabupaten untuk turut bergabung dalam provinsi anyar itu, yakni Kabupaten Bogor, Bogor Barat, Bogor Timur, Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Cianjur, Depok, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengedara Motor Tewas Setelah Tabrak Pohon Usai Diserempet Motor Lain

Pengedara Motor Tewas Setelah Tabrak Pohon Usai Diserempet Motor Lain

Megapolitan
Bus Hangus Terbakar di Kramat Jati

Bus Hangus Terbakar di Kramat Jati

Megapolitan
Polisi: Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Belum Sah Jadi Dokter

Polisi: Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Belum Sah Jadi Dokter

Megapolitan
Boleh Beroperasi Kembali, Kafe Broker Bekasi Janji Taati Protokol Kesehatan

Boleh Beroperasi Kembali, Kafe Broker Bekasi Janji Taati Protokol Kesehatan

Megapolitan
Graha Wisata Ragunan Siap Tampung Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

Graha Wisata Ragunan Siap Tampung Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

Megapolitan
PHRI Klaim Kemenparekraf Dukung Restoran di Mal dan Hotel Layani Dine In

PHRI Klaim Kemenparekraf Dukung Restoran di Mal dan Hotel Layani Dine In

Megapolitan
Update 29 September: Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.132, Tingkat Kesembuhan Capai 80 Persen

Update 29 September: Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.132, Tingkat Kesembuhan Capai 80 Persen

Megapolitan
Polisi Sebut Istri Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Terlibat Kasus Pelarian Anak

Polisi Sebut Istri Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Terlibat Kasus Pelarian Anak

Megapolitan
Tempat Pengungsian Banjir Selama Pandemi Covid-19 Harus Dua Kali Lipat, Anies Siapkan Ingub

Tempat Pengungsian Banjir Selama Pandemi Covid-19 Harus Dua Kali Lipat, Anies Siapkan Ingub

Megapolitan
Virtual Job Fair Kota Tangerang, 13 Perusahaan Buka 210 Lowongan

Virtual Job Fair Kota Tangerang, 13 Perusahaan Buka 210 Lowongan

Megapolitan
Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Sudin Nakertrans Jaktim Ditutup Sementara

Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Sudin Nakertrans Jaktim Ditutup Sementara

Megapolitan
Sempat Disegel karena Langgar Protokol Kesehatan, 4 Kafe di Bekasi Diizinkan Beroperasi Lagi

Sempat Disegel karena Langgar Protokol Kesehatan, 4 Kafe di Bekasi Diizinkan Beroperasi Lagi

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Diisolasi di Taman Mini Akan Dapat Fasilitas Wifi

Pasien Covid-19 yang Diisolasi di Taman Mini Akan Dapat Fasilitas Wifi

Megapolitan
Rasio Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Tinggi, padahal Testing Bermasalah

Rasio Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Tinggi, padahal Testing Bermasalah

Megapolitan
Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Jalani Tes Kejiwaan

Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Jalani Tes Kejiwaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X