Terdakwa Kerusuhan 21-22 Mei Ini Izin Demo-Tawuran ke Istrinya

Kompas.com - 20/08/2019, 21:51 WIB
Susana sidang para terdakwa pelaku kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (20/8/2019). KOMPASc. Com/CYNTHIA LOVASusana sidang para terdakwa pelaku kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (20/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - H Maslucky menjalani persidangan perdana sebagai terdakwa pelaku kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019).

 

Dia disidang bersamaan dengan lima terdakwa lainnya, yaitu Andri Bibir (29), Asep Sopyan (42), Radiansyah (18), Muhammad Yusup (24), dan Arya Rahardian Prakasa (37). Agenda sidang adalah pembacaan dakwaan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maidalris, dalam dakwaannya menyatakan, sebelum mengikuti aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan itu, Maslucky yang tinggal di Karawang, Jawa Barat, meminta izin ke istrinya. Ia minta izin demo dan tawuran.

Baca juga: Andri Bibir Didakwa Siapkan Batu Saat Kerusuhan 21-22 Mei

"Sebelum berangkat terdakwa mengirim pesan kepada istrinya yang berisi 'Mah, doanya...moga slamat ayh mau demo tawuran moga slamat amin2' ," kata Maidalris saat membacakan dakwaan terhadap Maslucy.

Setelah minta izin, Maslucy kemudian ikut aksi unjuk rasa di kantor Bawaslu di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, bersama para demonstran lainnya pada tanggal 22 Mei 2019.

Ia sempat pergi ke Masjid Sunda Kelapa untuk melaksanakan shalat dzuhur. Maslucky kembali ke Bawaslu untuk melanjutkan aksinya.

Pada sekitar pukul 21.30 WIB, Maslucky tiba di Bawaslu dan melihat demonstran mulai rusuh.

Polisi sudah mengimbau agar massa tidak mendekat dan membubarkan diri. Namun, imbauan itu tak didengar hingga akhirnya polisi menembakkan gas air mata.

"Terdakwa yang terkena gas air mata tersebut kesal, lalu terdakwa ikut bersama yang lain melempari petugas kepolisian menggunakan batu," kata Jaksa Maidalris.

Baca juga: Sidang Lanjutan Kerusuhan 22 Mei, Terdakwa Pegawai Sarinah Dengarkan Keterangan Saksi

Saat itu, Maslucky dan para demontran lainnya melempar batu ke arah polisi berkali-kali. Tidak hanya batu, ada juga yang melempar botol, pecahan kaca, dan bom molotov.

Maslucky kemudian ditangkap pada sekitar pukul 05.00 WIB keesokan harinya dan barang bukti yang berhasil disita dari terdakwa yakni satu ponsel dan dua buah batu.

Maslucky dan lima terdakwa lainnya itu didakwa dengan Pasal 212 Jo 214 KUHP atau Pasal 218 KUHP.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Banjir Jakarta Pukul 09.00: 64 RT di Jakarta Barat Terendam hingga 1 Meter

Update Banjir Jakarta Pukul 09.00: 64 RT di Jakarta Barat Terendam hingga 1 Meter

Megapolitan
Saksi Sebut Munarman Hadiri Acara Baiat Massal di UIN, Semua Peserta Berdiri dan Acungkan Tangan

Saksi Sebut Munarman Hadiri Acara Baiat Massal di UIN, Semua Peserta Berdiri dan Acungkan Tangan

Megapolitan
Polda Metro Jaya Pertimbangkan Gelar Street Race Kedua di Tempat Ini

Polda Metro Jaya Pertimbangkan Gelar Street Race Kedua di Tempat Ini

Megapolitan
Jalan Menceng Raya Tegal Alur Banjir, Banyak Motor Mogok Saat Melintas

Jalan Menceng Raya Tegal Alur Banjir, Banyak Motor Mogok Saat Melintas

Megapolitan
31 Pasien Covid-19 di Krukut Dinyatakan Sembuh Setelah Isolasi Dua Pekan

31 Pasien Covid-19 di Krukut Dinyatakan Sembuh Setelah Isolasi Dua Pekan

Megapolitan
Setelah di Ancol, Polda Metro Jaya Berencana Gelar Street Race Kedua di Lokasi Lain pada Februari 2022

Setelah di Ancol, Polda Metro Jaya Berencana Gelar Street Race Kedua di Lokasi Lain pada Februari 2022

Megapolitan
Perumahan Pondok Ungu Permai Bekasi Dilanda Banjir sejak Kemarin

Perumahan Pondok Ungu Permai Bekasi Dilanda Banjir sejak Kemarin

Megapolitan
500 ASN dan Keluarga Pegawai di Lingkungan Kantor Wali Kota Jakarta Utara Ikuti Vaksinasi Booster

500 ASN dan Keluarga Pegawai di Lingkungan Kantor Wali Kota Jakarta Utara Ikuti Vaksinasi Booster

Megapolitan
Kecelakaan di Flyover Pesing Kembali Terjadi, Kali ini Libatkan Motor dan Bus Transjakarta

Kecelakaan di Flyover Pesing Kembali Terjadi, Kali ini Libatkan Motor dan Bus Transjakarta

Megapolitan
Tangsel Terapkan PPKM Level 2, Ini Aturan Masuk Mal dan Restoran

Tangsel Terapkan PPKM Level 2, Ini Aturan Masuk Mal dan Restoran

Megapolitan
Anies Fokus Bahas Check Sound JIS Saat Banjir, Jakpro Sebut Tes Suara yang Dilakukan Penting

Anies Fokus Bahas Check Sound JIS Saat Banjir, Jakpro Sebut Tes Suara yang Dilakukan Penting

Megapolitan
Saat Anies Sibuk Bicara soal Sound System JIS di Tengah Masalah Banjir Jakarta...

Saat Anies Sibuk Bicara soal Sound System JIS di Tengah Masalah Banjir Jakarta...

Megapolitan
Ini Sejumlah Jalan Utama di Jakarta yang hingga Rabu Pagi Masih Tergenang Banjir...

Ini Sejumlah Jalan Utama di Jakarta yang hingga Rabu Pagi Masih Tergenang Banjir...

Megapolitan
Masih Ada 31 RT di Jakarta Terendam Banjir hingga Rabu Pagi, 873 Jiwa Mengungsi

Masih Ada 31 RT di Jakarta Terendam Banjir hingga Rabu Pagi, 873 Jiwa Mengungsi

Megapolitan
Saat Haris Azhar dan Fatia 2 Kali Mangkir hingga Berujung Dijemput Polisi

Saat Haris Azhar dan Fatia 2 Kali Mangkir hingga Berujung Dijemput Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.