Alarm Itu Sudah Dibunyikan Green Religion Sejak 12 Tahun Lalu

Kompas.com - 21/08/2019, 11:04 WIB
Suasana gedung bertingkat yang terlihat samar karena kabut polusi di Jakarta Pusat, Senin (8/7/2019). Kualitas udara di DKI Jakarta memburuk pada tahun ini dibandingkan tahun 2018. Prediksi ini berdasarkan pengukuran PM 2,5 atau partikel halus di udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron (mikrometer). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana gedung bertingkat yang terlihat samar karena kabut polusi di Jakarta Pusat, Senin (8/7/2019). Kualitas udara di DKI Jakarta memburuk pada tahun ini dibandingkan tahun 2018. Prediksi ini berdasarkan pengukuran PM 2,5 atau partikel halus di udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron (mikrometer).

PADA 1975, untuk kali pertama ilmuwan Wallace Smith Broecker memopulerkan istilah global warming atau pemanasan global lewat sebuah artikel.

Namun, kala itu banyak yang tidak memahami apa yang menjadi dasar kekhawatiran Broecker. Padahal isunya jelas, yakni kenaikan tingkat karbon dioksida pada atmosfer yang akan menyebabkan pemanasan secara global.

Setelah 37 tahun berlalu, keresahan yang sama mengusik sutradara Adi Putra. Pada 2007 lalu, di ajang Think Act Change, Adi menumpahkan buah pikirannya melalui film pendek berjudul Green Religion.

Bersama penata gambar Ade Kurniadhi, sutradara kelahiran Jakarta 6 Oktober 1989 itu mengemas cerita global warming yang berdurasi 14 menit dengan pendekatan keagamaan.

"Nature is damaged, where is religion," demikian pesan yang tertulis dalam film dokumenter tersebut.

Adi kemudian menjabarkan maksud pesan tersebut melalui cuplikan wawancara yang ia lakukan dengan seorang pendakwah Islam, Ustaz Jefri Al Buchori (almarhum), tentang firman Tuhan yang berbunyi, "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia."

Wajar saja kalau pria, yang pernah mewakili Indonesia di karpet merah berkat film pendek karyanya berjudul Adam dan diputar Festival Film Internasional Cannes ke-65 tahun 2012 di Palais des Festival, Cannes, Perancis, tersebut mengangkat isu global warming dengan pendekatan keagamaan.

Toh kala itu, seperti diceritakannya dalam Green Religion, masyarakat Ibu Kota belum begitu melek akan perkara pemanasan global. Di sinilah alarm itu untuk kali pertama berbunyi!

Dalam petikan wawancara Adi dengan seorang pendeta bernama Ivan Tanatmadja, dijelaskan bahwa pada 2007 setidaknya para pengkhotbah sudah menyampaikan agar umatnya bisa berhemat energi, paling tidak mengurangi jumlah kendaraan dan pengunaannya.

"Kami (para pengkhotbah) mengimbau, 'Hei, hemat energi ya, satu rumah kalau bisa satu mobil saja'," kata Ivan dari Gereja Tiberias dalam Green Religion.

"Sekarang seberapa sih jemaat kita, enggak sampai 100.000, tapi taruhlah 150.000. Sekarang yang punya mobil taruh lah satu banding 10.000 sampai 15.000, enggak sebanding," imbuhnya.

Seperti diketahui, salah satu penyebab global warming adalah meningkatnya gas karbon monoksida dari kendaraan bermotor

Penyebab pemanasan global ini disebabkan oleh aktivitas manusia sendiri. Semakin padat penduduk di seluruh dunia dan populasi manusia terus bertamabah, maka jumlah kendaraan bermotor juga akan selalu berlipat ganda.

Efek kendaraan bermotor sangat berpengaruh bagi pemanasan global karena gas yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor adalah gas karbon monoksida yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Gas ini juga menyebabkan efek rumah kaca.

Jakarta kota dengan kualitas udara terburuk di dunia

Tak terasa sudah 12 tahun berlalu sejak kali pertama alarm Green Religion yang dirilis Adi meraung.

Kini, apa yang menjadi bahan obrolan sutradara sekaligus fotografer yang beken dengan akun Instagram @adipvtra dengan Ivan tentang hemat energi serta membatasi kendaraan mulai nyata dampaknya.

Karena itu, mari kita singgung soal Jakarta yang dinyatakan memiliki indeks kualitas udara terburuk di dunia.

Pada 16 Mei 2018, Sandiaga Uno pernah mengatakan bahwa Jakarta baru saja meraih prestasi yang tidak membanggakan soal kualitas udara.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Terbakar di Kapuk Muara Penjaringan

Rumah Terbakar di Kapuk Muara Penjaringan

Megapolitan
UPDATE 8 Mei: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 207 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 8 Mei: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 207 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Kompor Meledak Saat Sedang Buat Kue Lebaran, Dua Rumah Kontrakan di Cakung Terbakar

Kompor Meledak Saat Sedang Buat Kue Lebaran, Dua Rumah Kontrakan di Cakung Terbakar

Megapolitan
Masjid Jabalurrahmah, Tetap Berdiri Kokoh Diterjang Dahsyatnya Bencana Tanggul Situ Gintung Jebol

Masjid Jabalurrahmah, Tetap Berdiri Kokoh Diterjang Dahsyatnya Bencana Tanggul Situ Gintung Jebol

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 9 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya, Minggu 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya, Minggu 9 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Depok Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Depok Hari Ini, 9 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 9 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, 9 Mei 2021

Megapolitan
Ada 100 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 3 Pasien Meninggal

Ada 100 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 3 Pasien Meninggal

Megapolitan
Ada 732 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 24 Pasien Meninggal dalam Sehari

Ada 732 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 24 Pasien Meninggal dalam Sehari

Megapolitan
Viral 2 Pengemudi Ojek Online Masuk Tol Angke 1, Polisi: Ngakunya Tersasar, Sudah Ditilang

Viral 2 Pengemudi Ojek Online Masuk Tol Angke 1, Polisi: Ngakunya Tersasar, Sudah Ditilang

Megapolitan
Loloskan Kendaraan di Check Point Cikarang Barat, Polisi: Pasti Terjaring di Penyekatan Berikutnya

Loloskan Kendaraan di Check Point Cikarang Barat, Polisi: Pasti Terjaring di Penyekatan Berikutnya

Megapolitan
Nekat Mudik Naik Truk Pengangkut Motor, 10 Pemudik Terjaring Razia di GT Cikupa

Nekat Mudik Naik Truk Pengangkut Motor, 10 Pemudik Terjaring Razia di GT Cikupa

Megapolitan
Acara Kelulusan SMAN 81 di Balai Sudirman Dibubarkan Satpol PP, Panitia Diberi Teguran Tertulis

Acara Kelulusan SMAN 81 di Balai Sudirman Dibubarkan Satpol PP, Panitia Diberi Teguran Tertulis

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X