Kompas.com - 21/08/2019, 22:47 WIB
Pameran Bacaan Liar digelar sebagai salah satu rangkaian kegiatan Jakarta International Literary Festival (JILF) 2019 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, sejak Selasa (20/8/2019) hingga Jumat (24/8/2019). KOMPAS.com/HILEL HODAWYAPameran Bacaan Liar digelar sebagai salah satu rangkaian kegiatan Jakarta International Literary Festival (JILF) 2019 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, sejak Selasa (20/8/2019) hingga Jumat (24/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pameran bertajuk "Bacaan Liar" digelar sebagai salah satu rangkaian kegiatan Jakarta International Literary Festival (JILF) 2019 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019) hingga Jumat mendatang.

Kurator Yusi Avianto Pareanom menjelaskan, bacaan liar merupakan bacaan yang dianggap ilegal pada era kolonial.

"Pada waktu itu bacaan yang legal bacaan-bacaan terbitan Balai Pustaka. Nah ini bacaan alternatiflah," ujar Yusi.

Baca juga: 5 Fakta di Balik Pameran Buku Besar-Besaran Big Bad Wolf

Yusi menambahkan, pameran itu bertujuan agar masyarakat mengenal hal baru terkait literasi pada era kolonial.

"Ini hal-hal yang selama ini tidak diketahui oleh publik. Ini upaya, ketika melihat baru supaya jadi ada pengetahuan baru, ada inspirasi baru, ada dialektika baru," kata dia.

Pameran Bacaan Liar digelar di lobi Teater Kecil.

Kata "bacaan liar" itu sendiri dicetuskan mantan penjabat tinggi pemerintahan Hindia Belanda DA Rinkes.

Bacaan yang termasuk dalam kategori bacaan liar dihasilkan oleh penulis dari kaum pergerakan nasional periode awal dan penulis Tionghoa peranakan.

Dalam pameran tersebut, terpampang foto-foto lama dari era kolonial, kover buku karya penulis Bacaan Liar, dan nota berisi keputusan mengenai bacaan liar yang dicetuskan DA Rinkes.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Mampu Bayar Setelah Berkencan, Sekuriti Tusuk PSK di Apartemen Ciputat

Tak Mampu Bayar Setelah Berkencan, Sekuriti Tusuk PSK di Apartemen Ciputat

Megapolitan
Revitalisasi Masjid Keramat Luar Batang Hampir Rampung, Siap Dibuka untuk Shalat Id

Revitalisasi Masjid Keramat Luar Batang Hampir Rampung, Siap Dibuka untuk Shalat Id

Megapolitan
Rizieq Shihab 'Ngamuk' Lagi ke Jaksa: Anda Pidanakan Maulid Nabi! Anda Ketakutan!

Rizieq Shihab "Ngamuk" Lagi ke Jaksa: Anda Pidanakan Maulid Nabi! Anda Ketakutan!

Megapolitan
Cerita Penyintas Covid-19 di Bogor Donasi Plasma Konvalesen Sambil Menunggu Buka Puasa

Cerita Penyintas Covid-19 di Bogor Donasi Plasma Konvalesen Sambil Menunggu Buka Puasa

Megapolitan
Cerita Saksi Saat Polisi Gerebek Penginapan di Tebet Terkait Kasus Prostitusi Anak

Cerita Saksi Saat Polisi Gerebek Penginapan di Tebet Terkait Kasus Prostitusi Anak

Megapolitan
Dishub DKI: Penumpang Kendaraan Pribadi dan Bus Tak Wajib Tes Covid-19 pada Masa Pengetatan Mudik

Dishub DKI: Penumpang Kendaraan Pribadi dan Bus Tak Wajib Tes Covid-19 pada Masa Pengetatan Mudik

Megapolitan
Polisi Telusuri Rekaman CCTV Buat Cari Identitas Perempuan Pemotor yang Masuk Tol

Polisi Telusuri Rekaman CCTV Buat Cari Identitas Perempuan Pemotor yang Masuk Tol

Megapolitan
Jakarta Tak Berlakukan SIKM pada 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021

Jakarta Tak Berlakukan SIKM pada 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021

Megapolitan
Kasus Pembacokan Pemuda di Kalideres, Polisi Sebut Pelaku Bikin Senjatanya Sendiri

Kasus Pembacokan Pemuda di Kalideres, Polisi Sebut Pelaku Bikin Senjatanya Sendiri

Megapolitan
2.659 RT Zona Merah di Jakarta Wajib Terapkan Jam Malam, Terbanyak di Jakarta Barat

2.659 RT Zona Merah di Jakarta Wajib Terapkan Jam Malam, Terbanyak di Jakarta Barat

Megapolitan
Kak Seto Desak Polisi Segera Tangkap Anak Anggota DPRD Bekasi yang Diduga Perkosa dan Jual Remaja

Kak Seto Desak Polisi Segera Tangkap Anak Anggota DPRD Bekasi yang Diduga Perkosa dan Jual Remaja

Megapolitan
Masih Ada Aktivitas di Penginapan Tebet yang Baru Digerebek Polisi karena Kasus Prostitusi Online Anak

Masih Ada Aktivitas di Penginapan Tebet yang Baru Digerebek Polisi karena Kasus Prostitusi Online Anak

Megapolitan
Polisi: Pemuda yang Ditusuk hingga Tewas di Kalideres Tengah Melerai Dua Kelompok

Polisi: Pemuda yang Ditusuk hingga Tewas di Kalideres Tengah Melerai Dua Kelompok

Megapolitan
Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Shihab Dilanjut Senin Depan, Hakim: Masih Panjang...

Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Shihab Dilanjut Senin Depan, Hakim: Masih Panjang...

Megapolitan
300 Personel Polisi Dikerahkan untuk Amankan KTT ASEAN di Jakarta

300 Personel Polisi Dikerahkan untuk Amankan KTT ASEAN di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X