Charlie, Bandar Narkoba yang Mengaku Keluar dari Dunia Hitam Itu

Kompas.com - 22/08/2019, 13:44 WIB
Ilustrasi ganja. ThinkstockphotosIlustrasi ganja.

JAKARTA, KOMPAS.com - Charlie (bukan nama sebenarnya) sudah enam tahun malang melintang di dunia peredaran narkoba, khusunya ganja, di kalangan mahasiswa di Jakarta.

Ia bandar tetapi juga mahasiswa. Charlie sudah memulai aktivitas jual beli ganja tahun 2009. Saat memasuki tahun 2015, kekhawatiranya mulai memuncak dan makin membulatkan hati untuk berhenti dari dunia hitam itu.

Walaupun penghasilan sangat besar, perasaan tidak tenang kerap menghantuinya karena selalu dibayang-bayangi kejaran polisi.

Baca juga: Ini Sebabnya Ganja Jadi Narkoba yang Paling Banyak Dipasarkan ke Mahasiswa

Keputusanya pun bulat untuk berhenti. Namun berhenti dari dunia hitam ini tidak semudah membalikan telapak tangan.

Berkali–kali dia mencoba berhenti berjualan tetapi bandar besar atau bosnya selalu mampu menarik Charlie kembali.

Setelah putar otak, Charlie temukan satu cara. Dia berusaha buat bosnya kecewa dengan hasil penjualan ganja.

“Kubikin dia (bosnya) kecewa bahwa aku kerja sudah nggak benar. Semua jaringan dia gua rusak. Rusak dah semuanya. Nah ini dirusak dengan cara kami tidak setor (hasil penjualan ganja) sama sekali,” ucap dia.

Setelah hal tersebut dilakukanya, bosnya pun memutuskan untuk tidak memperkerjakan Charlie lagi.

Walau sesekali ada tawaran untuk Charlie agar kembali berdagang, dia tetap menolak.

“Nah itu yang bisa gua patahkan (tidak bisa keluar dari praktek jual beli narkoba) sebenarnya balik ke orangnya. Bisa, aku bisa,” ucap dia.

Charlie juga menceritakan bagaimana kisah hidupnya yang kerap pindah-pindah karena tidak tenang. Ia selalu khawatir dirinya dikejar polisi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

P2TP2A Tangsel Koordinasi Dengan Dinas Pendidikan agar Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Bisa Sekolah Lagi

P2TP2A Tangsel Koordinasi Dengan Dinas Pendidikan agar Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Bisa Sekolah Lagi

Megapolitan
Salah Satu Pembunuh Pria di Cengkareng Positif Narkoba

Salah Satu Pembunuh Pria di Cengkareng Positif Narkoba

Megapolitan
Bank DKI: Tidak Benar Uang Kami Dicuri Oknum Satpol PP

Bank DKI: Tidak Benar Uang Kami Dicuri Oknum Satpol PP

Megapolitan
Diduga Bocorkan Informasi, Pria di Cengkareng Dibunuh Komplotan Pemuda

Diduga Bocorkan Informasi, Pria di Cengkareng Dibunuh Komplotan Pemuda

Megapolitan
Setelah Enam Jam, Kebakaran di SMK Yadika 6 Pondok Gede Padam

Setelah Enam Jam, Kebakaran di SMK Yadika 6 Pondok Gede Padam

Megapolitan
Diduga Bobol ATM, Sejumlah Oknum Satpol PP DKI Dinonaktifkan

Diduga Bobol ATM, Sejumlah Oknum Satpol PP DKI Dinonaktifkan

Megapolitan
Pemkot Jakut Sebut Penggusuran Kawasan Sunter untuk Perbaikan Saluran Air

Pemkot Jakut Sebut Penggusuran Kawasan Sunter untuk Perbaikan Saluran Air

Megapolitan
Lagi, Sukmawati Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Penistaan Agama

Lagi, Sukmawati Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Penistaan Agama

Megapolitan
Senja Kala Bentor di Kompleks Elite Taman Aries...

Senja Kala Bentor di Kompleks Elite Taman Aries...

Megapolitan
Dishub Kota Tangerang Belum Diajak Diskusi soal ERP

Dishub Kota Tangerang Belum Diajak Diskusi soal ERP

Megapolitan
Penggusuran di Sunter, Politisi PDI-P Nilai Anies Tak Konsisten Janji

Penggusuran di Sunter, Politisi PDI-P Nilai Anies Tak Konsisten Janji

Megapolitan
Rawan Longsor, Tebing Jalan DI Panjaitan Kerap Celakai Pengguna Jalan

Rawan Longsor, Tebing Jalan DI Panjaitan Kerap Celakai Pengguna Jalan

Megapolitan
M Taufik: Dibobol Anggota Satpol PP, Sistem Bank DKI Keliru

M Taufik: Dibobol Anggota Satpol PP, Sistem Bank DKI Keliru

Megapolitan
Kasatpol PP DKI Pertanyakan Sistem Salah Satu Bank yang Dibobol Anak Buahnya

Kasatpol PP DKI Pertanyakan Sistem Salah Satu Bank yang Dibobol Anak Buahnya

Megapolitan
Kantor Kemalingan, Katadata Minta Tanggung Jawab Pengelola Kantor

Kantor Kemalingan, Katadata Minta Tanggung Jawab Pengelola Kantor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X