Kenangan Komikus Mice atas Sosok Dwi Koen

Kompas.com - 22/08/2019, 14:03 WIB
Dwi Koendoro Brotoatmojo Kartunis Panji Koming. HARIAN KOMPASDwi Koendoro Brotoatmojo Kartunis Panji Koming.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Komikus Muhammad Misrad melayat kerumah duka almarhum Dwi Koendoro yang meninggal di Rumah Sakit Premier Bintaro, Kamis (22/8/2019) pagi.

Pria yang akrab disapa Mice ini mengaku memiliki banyak kenangan saat bersama pencipta karya Panji Koming itu.

Bagi Mice, semasa hidup, Dwi Koen selalu menemaninya dalam berkarya. Hal yang paling diingat Mice, saat dirinya membuat pameran kartun karyanya di kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Baca juga: Dwi Koen, Pencipta Panji Koming Kompas Minggu Meninggal Dunia

Komikus Muhammad Misrad saat melayat ke rumah Dwi Koendoro di jalan Cucur Barat V, Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (22/8/2019)KOMPAS.com/Muhamad Isa Bustomi Komikus Muhammad Misrad saat melayat ke rumah Dwi Koendoro di jalan Cucur Barat V, Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (22/8/2019)
Saat itu, kata Mice, Dwi Koen yang hadir kerap kali mengocok perut dengan gaya berbicara layaknya bahasa Panji Koming.

"Saya lupa tahun berapa (pemerannya). Pengalaman lucu yang saya ingat itu saat beliau minta izin mau ke kamar kecil. Nah, pamitnya itu dengan bahasa Panji Koming betul, dibilang 'saya mau menengok burungku dulu sebentar'. Menurut aku itu kartunal sekali," kata Mice saat ditemui di rumah duka di jalan Cucur Barat V, Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (22/8/2019).

Baca juga: Di Mata Saudara, Sosok Mendiang Dwi Koen Dikenal Humoris

Mice mengaku sangat merasakan kehilangan. Bagi Mice, Dwi Koen bukan saja sosok seniman kreatif, tetapi juga guru.

"Kita pasti sangat kehilangan bener yang pasti Kompas minggu sangat kehilangan," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Dwi Koen menghembuskan nafas terakhir di usia 73 tahun. Semasa hidupnya seniman asal Banjar, Jawa Barat ini banyak membuat karya yang begitu dikenang.

Salah satunya seperti Panji Koming Koran Kompas. Panji Koming singkatan dari "Koran Minggu" itu adalah strip komil ciptaanya yang secara berkala diterbitkan pada surat kabar Kompas edisi Minggu sejak 14 Oktober 1979.

Rencananya Dwi Koen akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada Kamis (22/8/2019) pukul 15.15 WIB.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

Rampok Nasabah Bank Bermodus Gembos Ban, Seorang Residivis Ditangkap

Megapolitan
PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

PKL Sudah 3 Tahun Minta Direlokasi ke Pasar Senen Blok III

Megapolitan
PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

PKS Akan Pilih 1 dari 4 Nama Cawagub DKI yang Diajukan Gerindra

Megapolitan
Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

Pamit Nobar Persita Tangerang Vs Sriwijaya FC, Remaja Tewas Dibacok

Megapolitan
Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

Berbulan-bulan Pelaku Remas Payudara di Bintaro Belum Tertangkap, Ini Kendala Polisi

Megapolitan
Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

Satpol PP Jaring 14 Terapis Griya Pijat di Serpong, Diduga Melakukan Asusila

Megapolitan
Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

Polisi Tangkap 13 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Bekasi

Megapolitan
Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

Polisi Buru Pembuat Dollar AS Palsu yang Dilengkapi Tanda Air seperti Asli

Megapolitan
Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

Taufik Tidak Masalah Tak Gajian 6 Bulan jika RAPBD 2020 Tak Selesai Dibahas

Megapolitan
Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

Akankah Anies-DPRD DKI Mengulangi Era Ahok Telat Sahkan APBD?

Megapolitan
Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

Enggan Komentar, Anies Serahkan Kasus Satpol PP yang Bobol ATM ke OJK dan Polisi

Megapolitan
Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

Gara-gara Komentar di Facebook, Dua Karyawan JICT Cekcok Berujung Penganiayaan

Megapolitan
Tolak Relokasi, PKL Ancam Tetap Bertahan di Bahu Jalan Raya Senen

Tolak Relokasi, PKL Ancam Tetap Bertahan di Bahu Jalan Raya Senen

Megapolitan
Banyak Dilintasi Motor, JPO Dekat Sudinhub Jakut Kini Dipasang Beton

Banyak Dilintasi Motor, JPO Dekat Sudinhub Jakut Kini Dipasang Beton

Megapolitan
Polisi Tangkap Kelompok Pencuri Koper Pembalap Indonesia di Bandara Soetta

Polisi Tangkap Kelompok Pencuri Koper Pembalap Indonesia di Bandara Soetta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X