Kapolda: Besok Dunia Kiamat, Hari Ini Indonesia Masih Eksis

Kompas.com - 23/08/2019, 16:51 WIB
Tokoh masyarakat Papua di wilayah Jakarta Baharudin Farawowan dan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2019). KOMPAS.COM/RINDI NURIS VELAROSDELATokoh masyarakat Papua di wilayah Jakarta Baharudin Farawowan dan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengajak masyarakat Indonesia untuk melihat persamaan di antara keberagaman suku, agama, ras, dan budaya di Indonesia. Hal ini untuk mengantisipasi perpecahan di Indonesia.

Menurut Gatot, Indonesia dapat bertahan hingga akhir zaman jika masyarakat Indonesia terus memandang persamaan di tengah keberagaman tersebut.

Hal itu disampaikan Gatot dalam pertemuan stakeholder Pemprov DKI Jakarta bersama jajaran Polda Metro Jaya dalam tema Merajut Persatuan dan Kesatuan dalam Semangat Kebhinekaan.

"Kalau kita melihat perbedaan, itu cikal bakal dari perpecahan. Tetapi jika kita melihat persamaan-persamaan, besok dunia kiamat, hari ini Indonesia masih eksis," kata Gatot dalam pertemuan di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2019).

Baca juga: Sempat Mencekam, Situasi Wamena Papua Kini Mulai Kondusif

 

Gatot pun mengajak masyarakat Papua yang berdomisili di Jakarta tidak terpengaruh informasi tidak benar alias hoaks di media sosial. Ia juga menegaskan masyarakat Papua adalah bagian dari Indonesia.

"Saudara-saudara kita di Papua adalah bagian dari Indonesia. Kita memang berbeda-beda, tapi kita tetap dalam ikatan yang disebut Bhineka Tunggal Ika," ungkap Gatot.

Selanjutnya, Gatot mengimbau masyarakat untuk lebih bijaksana dalam menyikapi peristiwa kericuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat, sehingga hal tersebut tidak memecah-belah bangsa Indonesia.

"Mari kita sikapi arif dan bijaksana. Kita ajak saudara-saudara kita bahwa kita ini satu. Jangan terpengaruh hoaks, isu ini terus dikembangkan untuk memecah bangsa kita," kata dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7.666 Orang Ajukan SIKM, Hanya 1.422 yang Disetujui

7.666 Orang Ajukan SIKM, Hanya 1.422 yang Disetujui

Megapolitan
Kepala Bocah WNA Tersangkut di Besi Teralis, Dibebaskan Petugas Damkar

Kepala Bocah WNA Tersangkut di Besi Teralis, Dibebaskan Petugas Damkar

Megapolitan
Siapkan New Normal, Kabupaten Tangerang Izinkan Tempat Ibadah Dibuka

Siapkan New Normal, Kabupaten Tangerang Izinkan Tempat Ibadah Dibuka

Megapolitan
Dua Hari, 160 Kendaraan dari Luar Kota Dipaksa Putar Balik Saat Hendak Masuk Jaksel

Dua Hari, 160 Kendaraan dari Luar Kota Dipaksa Putar Balik Saat Hendak Masuk Jaksel

Megapolitan
Warga Cempaka Putih Timur Panen Bersama Sayuran Hidroponik di Tengah PSBB

Warga Cempaka Putih Timur Panen Bersama Sayuran Hidroponik di Tengah PSBB

Megapolitan
Sopir Bajaj Jadi Tersangka Terkait Tabrakan dengan Bus Transjakarta di Pademangan

Sopir Bajaj Jadi Tersangka Terkait Tabrakan dengan Bus Transjakarta di Pademangan

Megapolitan
Masuk Jakarta Tanpa SKIM, 4 Warga Lenteng Agung Karantina Mandiri, Rumah Dipasang Stiker

Masuk Jakarta Tanpa SKIM, 4 Warga Lenteng Agung Karantina Mandiri, Rumah Dipasang Stiker

Megapolitan
THR TGUPP Tak Dipangkas, Ketua Komisi A DPRD: Ini soal Empati

THR TGUPP Tak Dipangkas, Ketua Komisi A DPRD: Ini soal Empati

Megapolitan
Pemkot Bekasi Bagikan Masker Kain ke Seluruh Tempat Ibadah yang Boleh Beroperasi

Pemkot Bekasi Bagikan Masker Kain ke Seluruh Tempat Ibadah yang Boleh Beroperasi

Megapolitan
Periode PSBB Jawa Barat dan Depok Beda, Asosiasi Mal Bingung

Periode PSBB Jawa Barat dan Depok Beda, Asosiasi Mal Bingung

Megapolitan
Dari Tegal, 4 Warga Lenteng Agung Masuk Jakarta Tanpa SIKM, Lurah Bingung

Dari Tegal, 4 Warga Lenteng Agung Masuk Jakarta Tanpa SIKM, Lurah Bingung

Megapolitan
Asosiasi: Mal di Depok Buka jika PSBB Selesai

Asosiasi: Mal di Depok Buka jika PSBB Selesai

Megapolitan
171.046 Kendaraan Menuju Jakarta Dalam 3 Hari Arus Balik Lebaran

171.046 Kendaraan Menuju Jakarta Dalam 3 Hari Arus Balik Lebaran

Megapolitan
Penjelasan BKD soal Pemotongan Tunjangan PNS DKI Terkait Pandemi Covid-19

Penjelasan BKD soal Pemotongan Tunjangan PNS DKI Terkait Pandemi Covid-19

Megapolitan
Simak Jadwal PPDB SD dan SMP Tahun Ajaran 2020-2021 di Kota Tangerang

Simak Jadwal PPDB SD dan SMP Tahun Ajaran 2020-2021 di Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X