Sering Muncul Ular, Pawang Sempat Didatangkan di Gading Serpong

Kompas.com - 23/08/2019, 19:14 WIB
llustrasi ular PIXABAYllustrasi ular

TANGERANG, KOMPAS.com - Seringnya muncul ular di Cluster Michelia, Gading Serpong, Tangerang membuat pihak keamanan turun tangan. Mereka bukan saja mempelajari soal penanganan jika ada ular, tetapi juga menghadirkan pawang ular.

"Kita sudah pakai pawang ular, lalu membersihkan sektor-sektor cluster," kata Nur Rahman, General Manager Security Paramount yang menaungi seluruh keamanan cluster di Gading Serpong saat dihubungi, Jumat (23/8/2019)

Menurut Nur Rahman, upaya tidak hanya dilakukan di cluster Michelia saja, melainkan seluruh perumahan yang ada di wilayah Gading Serpong.

Baca juga: Kronologi Satpam di Serpong Tewas Setelah Digigit Ular Weling


Ia memperkirakan kembali munculnya ular ke daerah cluster karena faktor cuaca yang berkepanjangan.

"Habitatnya kan kering, dia keluar cari yang adem akhirnya masuk ke rumah-rumah. Mungkin munculnya karena itu," sambungnya.

Sebelumnya, seorang sekuriti di cluster Michelia, Gading Serpong, Tangerang tewas setelah digigit ular berbisa jenis Welang.

Baca juga: Belajar dari Satpam di Serpong, Ini Cara Atasi Gigitan Ular Weling

Korban terkena gigitan pada telunjuk kiri pada saat proses penangkapan, Selasa (20/8/2019) pukul 19.00 WIB.

Awalnya, korban mengira gigitan tersebut tak memberikan reaksi negatif. Namun setengah jam pasca digigit, korban mengalami kondisi tubuh yang lemas dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Tangerang untuk mendapatkan perawatan.

Pada Rabu (21/8/2019) pukul 2.30 WIB korban merasakan sesak yang langsung ditangani. Namun sayang korban menghembuskan nafas terakhir pada pukul 04.30 WIB.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

F-Gerindra Minta Ketua DPRD DKI Dorong Digelarnya Rapimgab Pemilihan Wagub

F-Gerindra Minta Ketua DPRD DKI Dorong Digelarnya Rapimgab Pemilihan Wagub

Megapolitan
IRT Jadi Penyandang Dana Kelompok Peluru Katapel untuk Gagalkan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

IRT Jadi Penyandang Dana Kelompok Peluru Katapel untuk Gagalkan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Megapolitan
Besok, Pembahasan APBD DKI 2020 Akan Dimulai di Masing-masing Komisi

Besok, Pembahasan APBD DKI 2020 Akan Dimulai di Masing-masing Komisi

Megapolitan
Rencana Kenaikan UMP DKI Jadi Rp 4,2 Juta Ditanggapi Pesimistis Jurnalis

Rencana Kenaikan UMP DKI Jadi Rp 4,2 Juta Ditanggapi Pesimistis Jurnalis

Megapolitan
NP, Ibu yang Bunuh Anaknya di Kebon Jeruk Dikenal sebagai Sosok Tertutup

NP, Ibu yang Bunuh Anaknya di Kebon Jeruk Dikenal sebagai Sosok Tertutup

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan 4 Desain Penataan Trotoar

Pemprov DKI Siapkan 4 Desain Penataan Trotoar

Megapolitan
52 Rumah di Bidara Cina Terbakar

52 Rumah di Bidara Cina Terbakar

Megapolitan
Jadi Ajudan Ma'ruf, Kombes Sabilul Dikenal sebagai Polisi Santri yang Dekat dengan Warga

Jadi Ajudan Ma'ruf, Kombes Sabilul Dikenal sebagai Polisi Santri yang Dekat dengan Warga

Megapolitan
Minta Bertemu Jokowi, Ini Isi 9 Pesan yang Akan Disampaikan BEM SI

Minta Bertemu Jokowi, Ini Isi 9 Pesan yang Akan Disampaikan BEM SI

Megapolitan
Soal Kampung Akuarium, Ketua DPRD DKI Minta Anies Teruskan Kebijakan Ahok

Soal Kampung Akuarium, Ketua DPRD DKI Minta Anies Teruskan Kebijakan Ahok

Megapolitan
Bunga Bangkai Muncul di Tanah Lapang Hebohkan Warga Ciputat

Bunga Bangkai Muncul di Tanah Lapang Hebohkan Warga Ciputat

Megapolitan
Kenangan Tetangga akan Sosok Ma'ruf Amin, Pengajian Rutin hingga Lari Pagi

Kenangan Tetangga akan Sosok Ma'ruf Amin, Pengajian Rutin hingga Lari Pagi

Megapolitan
Ahmad Syaikhu Harus Mundur dari DPR Setelah Sah Jadi Cawagub DKI

Ahmad Syaikhu Harus Mundur dari DPR Setelah Sah Jadi Cawagub DKI

Megapolitan
Besi Keropos dan Kelebihan Beban Kabel Diduga Jadi Penyebab Tiang Listrik Roboh di Kebon Jeruk

Besi Keropos dan Kelebihan Beban Kabel Diduga Jadi Penyebab Tiang Listrik Roboh di Kebon Jeruk

Megapolitan
Pemprov DKI: Baru 16 Persen Trotoar di Jakarta yang Ditata

Pemprov DKI: Baru 16 Persen Trotoar di Jakarta yang Ditata

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X