Awas, Begini Cara Bandar Narkoba Rekrut Mahasiswa untuk Jadi Pengedar di Kampus

Kompas.com - 24/08/2019, 09:33 WIB
Ilustrasi ganja. SHUTTERSTOCK/STUNNING ARTIlustrasi ganja.
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah bertahun-tahun Cahrlie (bukan nama sebenarnya) jadi bandar narkoba spesialis ganja di kampusnya sendiri, di salah satu universitas di Jakarta.

Pria yang juga berstatus sebagai mahasiswa ini bahkan punya kaki tangan atau anak buah untuk mengedarkan narkoba. Tentu saja anak buahnya juga berstatus mahasiswa aktif.

Charlie mengaku minimal punya satu anak buah dalam satu angkatan yang dipercaya sebagai kaki tanganya.

"Satu yang saya lakukan itu. Setiap angkatan saya punya kaki. Dulu gua kayak masuk (ke angkatan) 2009. Gua ada kaki terbaik, (angkatan) 2008 adalah kaki terbaik gua, 2010 juga ada," kata dia ketika ditemui Kompas.com.

Baca juga: Jual 100 Kg Ganja, Berapa Setoran Charlie kepada Bos di Dalam Penjara?

Dia pun punya cara tersendiri dalam merekrut. Awalnya dia memberi ganja secara geratis kepada beberapa kandidat. Ganja diberikan untuk dijual ke mahasiswa lain.

Nantinya, hasil dari penjualan itu yang akan menentukan apakah para kandidat yang layak untuk menjadi "anak buah" Charlie.

"Gua kasih barang dan gua suruh jualin. Nah gua perhatiin, wah ini bisa nih (menjualnya), karena kedekatan emosional gua bangun. Kedua, gua lihat dia bisa dan mau menjual. Ketika dia tidak benar, gua stop. Tidak benar maksudnya tidak sesuai dengan setoranya," ucap Charlie.

Dia juga membeberkan penghasilan anak buah dan dirinya sendiri sebagai bandar selama menjadi bandar narkoba. Bahkan Charlie mengaku dapat berfoya-foya karena besarnya pendapatan dari bisnis barang haram.

Baca juga: Jual Ganja dan Untung Ratusan Juta Bikin Hidup Charlie Tidak Tenang

Penyesalan Charlie usai bergelut sebagai bandar ganja

Cukup lihai sebagai bandar ganja di kampus selama bertahun-tahun, nyatanya Charlie menyimpan banyak penyesalan. Mulai dari hidup yang tidak tenang, hingga penyakit yang ia derita akibat efek ganja yang memabukkan.

Rasa takut juga dialami Charlie. Bagaimana tidak, ketika setorannya kepada bos di dalam penjara seret, setiap hari Charlie harus menanggung risiko dibuntuti orang-orang suruhan si bos.

"Jadi pernah bos ku nurunin 100 kilogram, aku setoran cuma 50 kilogram. Nah aku dicari-cari, dia (bos) bayar orang. Aku enggak (berani) keluar keluar kampus, ku tunggu saja di dalam," ucapnya.

Sebagai bandar ganja, Charlie tentu tak pernah absen mengonsumsi narkoba yang dia jual di kampus. Tak pelak, tubuhnya pun terkena dampak negatif dari ganja setelah ia pensiun menjadi pengedar.

Baca juga: Kisah Charlie, Mahasiswa yang Terjun ke Dunia Hitam Jadi Bandar Ganja di Kampus

Ia bahkan takut dengan hukuman mati yang akan dikenakan kepada pelaku pengedar narkotika.

"Saya takut hukuman mati bro," ucapnya.

Karena itulah Charlie menyarankan agar menjauhi penggunaan ganja.

"Saran gua janganlah pakai. Hancur masadepanmu, karena gua pernah terjaring di situ juga. Enggak ada gunanya, hancur pasti. Karena apa? Kita dibikin sakit, kita dibikin enggak fokus, jadi kalau bisa sudah lah," ujar Charlie.

"Bukanya gimana, gua enggak menutup mata sampai sekarang gua masih menggunakan tapi karena memang gua sudah sakit. Tapi, untuk mereka yang belum pernah sentuh, jangan sentuh lah, duit berapa pun di kantong pasti habis, pasti habis kalau sudah sakit. Dan jauhi lingkungan lingkungan yang ada narkobanya," tuntasnya.

Baca selengkapnya dalam artikel JEO Geliat Narkoba di Kampus: Persekongkolan Mahasiswa, Alumnus, dan Sekuriti.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Truk Terlibat Kecelakaan di Bekasi, Kemarin

4 Truk Terlibat Kecelakaan di Bekasi, Kemarin

Megapolitan
Melunaknya Fraksi Nasdem DPRD DKI: Dulu Tukang Kritik, Kini Terus Dukung Kebijakan Anies

Melunaknya Fraksi Nasdem DPRD DKI: Dulu Tukang Kritik, Kini Terus Dukung Kebijakan Anies

Megapolitan
Polisi Harus Pasang Pelang 100 Meter Sebelum Titik Operasi Zebra

Polisi Harus Pasang Pelang 100 Meter Sebelum Titik Operasi Zebra

Megapolitan
Beragam Komentar Relawan Saat Prabowo Masuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Beragam Komentar Relawan Saat Prabowo Masuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Megapolitan
Titik Operasi Zebra Jaya adalah Lokasi Rawan Kecelakaan dan Pelanggaran

Titik Operasi Zebra Jaya adalah Lokasi Rawan Kecelakaan dan Pelanggaran

Megapolitan
Tim Elang Laut Amankan 5 Pak Ogah dan Pemalak Sopir Truk

Tim Elang Laut Amankan 5 Pak Ogah dan Pemalak Sopir Truk

Megapolitan
3 Preman di Cakung yang Terekam Video Palak Sopir Truk Akhirnya Ditangkap

3 Preman di Cakung yang Terekam Video Palak Sopir Truk Akhirnya Ditangkap

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Majikan yang Aniaya ART di Cengkareng

Kronologi Penangkapan Majikan yang Aniaya ART di Cengkareng

Megapolitan
PUPR Serahkan Rusunawa Pasar Rumput ke Pemprov DKI Akhir 2019

PUPR Serahkan Rusunawa Pasar Rumput ke Pemprov DKI Akhir 2019

Megapolitan
Operasi Zebra Jaya Digelar Lagi, Ada 12 Jenis Pelanggaran yang Akan Ditindak

Operasi Zebra Jaya Digelar Lagi, Ada 12 Jenis Pelanggaran yang Akan Ditindak

Megapolitan
Pemprov DKI Kaji Tarif Sewa Rusunawa Pasar Rumput

Pemprov DKI Kaji Tarif Sewa Rusunawa Pasar Rumput

Megapolitan
BMKG: Suhu di Jakarta Diprediksi 35 Derajat Celsius, Waspada Angin Kencang

BMKG: Suhu di Jakarta Diprediksi 35 Derajat Celsius, Waspada Angin Kencang

Megapolitan
Demokrat dan PKS Bentuk Koalisi Hadapi Pilkada Tangsel 2020

Demokrat dan PKS Bentuk Koalisi Hadapi Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Pak Ogah di Cilincing Bisa Dapat Rp 80.000 Dalam Dua Jam

Pak Ogah di Cilincing Bisa Dapat Rp 80.000 Dalam Dua Jam

Megapolitan
Setelah 16 Jam, Truk Overload yang Terguling di Tol Jakarta-Cikampek Berhasil Dipindahkan

Setelah 16 Jam, Truk Overload yang Terguling di Tol Jakarta-Cikampek Berhasil Dipindahkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X