Ngerinya Melintasi Jembatan Reyot Penghubung Depok dan Jakarta Selatan

Kompas.com - 27/08/2019, 05:20 WIB
Kondisi jembatan gantung di Serengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (26/8/2019) KOMPAS.COM/WALDA MARISONKondisi jembatan gantung di Serengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (26/8/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Jembatan gantung di Jalan Gardu, Serengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan terus bergoyang ketika tertiup angin. Bentuknya begitu rapuh, tua, dan kusam.

Jembatan yang menghubungkan Jakarta Selatan dengan Depok ini memakai bahan seng, bambu, dan tali besi yang sudah karat.

Sekilas, orang bakal takut untuk melintas. Pasalnya, jembatan yang rapuh itu pasti akan bergoyang ketika dilintasi.

Kompas.com sempat mencoba melewati jembatan itu. Saat masuk ke langkah pertama, suara seng dan bambu yang jadi alas jembatan terdengar jelas.


"Ngek, ngek, ngek," begitu bunyinya ketika alasnya diinjak.

Terlihat ada beberapa bagian bambu bolong yang ditutupi seng seadanya.

Beberapa seng yang menutup bambu juga ada yang bolong sehingga penyeberang bisa melihat air sungai.

Selain tali sling yang sudah kendur, warga juga memasang jaring seadanya di pinggir jembatan.

Menuju ketengah, jembatan mulai bergoyang ke kanan, ke kiri. Tidak mau menyelesaikan perjalanan, Kompas.com akhirnya kembali ke pinggir.

Namun dari belakang, warga bernama Syafei (56) melenggang santai berjalan di atas jembatan.

"Nih saya jalan nih," kata dia, Senin (26/8/2019).

Jembatan kembali bergoyang seperti tadi, namun Syafei nampak tidak takut.

Dia mengatakan, jembatan ini merupakan salah satu akses andalan warga setempat untuk beraktivitas.

"Rame kalau yang kerja pagi pada lewat sini semua. Yang dagang juga lewat sini, anak-anak sekolah juga suka lewat sini," kata dia.

Melintasi jembatan memang harus hati-hati. Jika tidak, kaki bisa terjeblos ke dalam bambu yang rapuh.

"Kejeblos juga pernah. Gara - gara kakinya nginjek bambu yang bolong jadi kakinya kejeblos. Nggak samapi kecebur sih," jelas dia.

Jembatan tersebut telah beberapa kali diperbaiki. Namun, perbaikan dilakukan semampu warga.

"Ada empat kali lima kali diperbaiki mah," kata Syafei.

Ia mengatakan, banyak pejabat yang sempat mengunjungi jembatan ini. Namun, perbaikan yang dilakukan dirasa tidak pernah maksimal.

Usai diperbaiki, jembatan selalu rusak lagi. Apalagi ketika musim hujan.

Terkadang, tinggi air di kali Ciliwung bisa sampai ke permukaan jembatan.

"Pas kena air banjir dibetulin lagi. Soalnya pas kena air banjir suka ada pohon yang nyangkut," kata dia.

Meskipun sudah terbiasa dengan kondisi jembatan tersebut, Syafei berharap pemerintah memperbaiki secara permanen.

Harapannya, warga bisa melintas dengan aman dan nyaman.

"Kepengenya si ini dibetulin, secepatnya," ucap dia singkat.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Cerita Ahok yang Dianggap Tak Manusiawi | Viral, Sekolah Bobrok di Bekasi

[POPULER JABODETABEK] Cerita Ahok yang Dianggap Tak Manusiawi | Viral, Sekolah Bobrok di Bekasi

Megapolitan
3 Korban Kecelakaan Bus di Subang Masih Dirawat Intensif di RSUD Kota Depok

3 Korban Kecelakaan Bus di Subang Masih Dirawat Intensif di RSUD Kota Depok

Megapolitan
Tolak Omnibus Law dan Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan, KSPI Gelar Unjuk Rasa di DPR

Tolak Omnibus Law dan Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan, KSPI Gelar Unjuk Rasa di DPR

Megapolitan
Mirisnya Kondisi SDN Samudrajaya 04 Bekasi...

Mirisnya Kondisi SDN Samudrajaya 04 Bekasi...

Megapolitan
6.000 Personel Gabungan Amankan Demo Buruh di Depan Gedung DPR RI Hari Ini

6.000 Personel Gabungan Amankan Demo Buruh di Depan Gedung DPR RI Hari Ini

Megapolitan
Pemkot Jaksel Buat 420 Sumur Resapan Selama 2019

Pemkot Jaksel Buat 420 Sumur Resapan Selama 2019

Megapolitan
Ujian SIM di Daan Mogot Kembali Pakai Sistem E-Drives

Ujian SIM di Daan Mogot Kembali Pakai Sistem E-Drives

Megapolitan
Senin Sore, Lutfi Alfiandi Pemuda Pembawa Bendera Saat Demo Diperiksa sebagai Terdakwa

Senin Sore, Lutfi Alfiandi Pemuda Pembawa Bendera Saat Demo Diperiksa sebagai Terdakwa

Megapolitan
Pemprov DKI: Trotoar Cikini Belum Ditanam Pohon karena Ada Penataan Saluran

Pemprov DKI: Trotoar Cikini Belum Ditanam Pohon karena Ada Penataan Saluran

Megapolitan
Hari Ini, Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Dijadwalkan Diperiksa sebagai Pelapor Akun @digeeembok

Hari Ini, Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Dijadwalkan Diperiksa sebagai Pelapor Akun @digeeembok

Megapolitan
Merawat Keberagaman dan Kebaikan Lewat Tradisi Patekoan di Glodok

Merawat Keberagaman dan Kebaikan Lewat Tradisi Patekoan di Glodok

Megapolitan
Petugas Pintu Air Manggarai Kerap Dapat Rezeki Kiriman 'Online'

Petugas Pintu Air Manggarai Kerap Dapat Rezeki Kiriman "Online"

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Senin Siang

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Senin Siang

Megapolitan
Mengenal Patekoan di Glodok, Tradisi Menyuguhkan Teh Gratis Setiap Hari

Mengenal Patekoan di Glodok, Tradisi Menyuguhkan Teh Gratis Setiap Hari

Megapolitan
Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X