Banyak Terminal Bayangan, Dishub Diminta Lakukan Penindakan

Kompas.com - 27/08/2019, 13:37 WIB
Suasana Terminal Pondok Cabe di Jalan Kemiri, Pondok Cabe Udik, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (27/8/2019). KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiSuasana Terminal Pondok Cabe di Jalan Kemiri, Pondok Cabe Udik, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (27/8/2019).

TANGERANG SELATAN,Kompas.com - Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Terminal Pondok Cabe Stanley Pupawijaya berharap agar Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan penindakan untuk menertibkan terminal- terminal bayangan.

Saat ini, sedikitnya ada empat terminal bayangan yang dinilai menjadi faktor sepinya Terminal Pondok Cabe. Empat terminal bayangan tersebut ada di wilayah Parung, Pondok Pinang, Pasar Jumat, dan Ciputat.

"Harapannya kami jelas, pihak Dishub menertibkan terminal bayangan. Untuk Dishub Tangsel bisa tertibkan terminal di Ciputat," katanya saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/8/2019).

Menurut Stanley, adanya terminal bayangan bukan hanya membuat sepi Terminal Pondok Cabe, melainkan juga dapat merugikan para penumpang dari segi kenyamanan dan keamanan menumpang transportasi umum.

Baca juga: Terminal Pondok Cabe Tingkatkan Layanan demi Dongkrak Jumlah Penumpang

"Karena di terminal bayangan tidak ada pemeriksaan kendaraan apakah layak atau tidak di berangkatkan. Kalau di terminal resmi, setiap bis yang mau berangkat kami cek kelayakannya. Selain itu harga tiket selalu kami kontrol, tidak boleh melanggar aturan," tutupnya.

Dikabarkan sebelumnya bahwa Terminal Pondok Cabe mengalami sepi penumpang setelah diresmikan pada pertengahan 2018 lalu.

Sepinya penumpang diduga karena adanya terminal bayangan yang berada di beberapa titik-titik wilayah, antara lain Pondok Pinang, Pasar Jumat, Ciputat dan Parung.

Dengan adanya terminal bayangan tersebut membuat penumpang banyak naik dan turun di luar dari Terminal Pondok Cabe.

Baca juga: Setelah Didemo, Bus Transjakarta S 41 Belum Ada Lagi di Terminal Pondok Cabe

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

Megapolitan
Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

Megapolitan
Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

Megapolitan
Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Megapolitan
Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Megapolitan
Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Megapolitan
Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Megapolitan
Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Megapolitan
Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Megapolitan
Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Megapolitan
Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Megapolitan
Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

Megapolitan
Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X