Karyawan Sarinah: Kami Juga Bantu Polisi Saat Kerusuhan 22 Mei

Kompas.com - 28/08/2019, 07:57 WIB
Sidang 29 karyawan Sarinah yang ditangkap saat kerusuhan 22 Mei, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVASidang 29 karyawan Sarinah yang ditangkap saat kerusuhan 22 Mei, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Syahril Mulyadi, salah satu karyawan pusat perbelanjaan Sarinah di Jakarta Pusat yang jadi salah satu terdakwa kerusuhan 21-22 Mei 2019 mengaku, saat merusuhan terjadi, dia dan teman-temannya tidak hanya membantu para demontran. Mereka juga membantu aparat kepolisian dengan memberikan air minum dan air cuci muka.

"Buat petugas kami kasih (bantuan). Buat demonstran karena spontanitas aja," ujar Syaril di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019).

Baca juga: Saksi: Karyawan Sarinah Bantu Demonstran 22 Mei karena Rasa Kemanusiaan

Syahril mengatakan, bantuan kepada anggota polisi maupun demonstran merupakan sikap spontan dan terdorong rasa kemanusiaan.

Ia menceritakan, saat itu keadaan di kawasan Sarinah sangat kacau. Aparat polisi yang berjaga sempat meminta air kepada mereka untuk cuci muka.

"Saat itu saya lagi di pintu keluar pos 1, sedang kaos, jadi beliau-beliau (polisi) itu minta air buat cuci muka karena kena gas air mata," ujar Syahril.  

Namun, Syahril tak menjelaskan, siapa yang mengizinkan massa masuk ke pusat pusat perbelajaan itu saat kerusuhan tersebut. 

Syaril mengaku, ia bingung bagaiamana menghadapi para demonstran.

"Ada yang pingsan, batuk, sesak nafas, kami jadi kaya kebingungan," ujarnya.

Saat melihat kondisi itu, ia dan karyawan lainnya terdorong untuk membantu mereka dengan memberikan air minum dan air cuci muka. Di masing-masing pos penjagaan, kata dia, memang ada persidaan air mineral untuk karyawan yang berjaga.

Sebanyak 39 karyawan Sarinah kini jadi terdakwa dan menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Mereka terdiri dari sekuriti, teknisi, dan cleaning service.

Mereka didakwakan dengan Pasal 212 jo 214 jo 56 KUHP tentang Ikut Membantu Melakukan Kejahatan dan Pasal 216 KUHP atau 218 KUHP tentang Kekerasan.

Persidangan terhadap mereka dilanjutkan pada Selasa pekan depan dengan agenda mendengarkan saksi meringankan dan saksi ahli.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X