Tiga Cara Pemprov agar Jakarta Fokus Jadi Kota Bisnis Setelah Ibu Kota Pindah

Kompas.com - 29/08/2019, 20:28 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (29/8/2019). KOMPAS.COM/NURSITA SARIGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (29/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - DKI Jakarta bersiap untuk tak lagi menjadi ibu kota negara yang akan dipindahkan ke Kalimantan Timur

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, ada tiga cara yang dipersiapkan pemprov agar Jakarta difokuskan menjadi kota bisnis.

Yang pertama, Pemprov DKI Jakarta mendorong agar jaringan transportasi kereta lebih diperbanyak di Jakarta.


Menurut Anies, jaringan kereta diperbanyak untuk memudahkan mobilisasi warga ketika bepergian maupun kerja.

Baca juga: Bangun Ibu Kota Baru, Pemerintah Tak Mau Ulangi Kesalahan Jakarta

"Yang disampaikan bahwa pembangunan untuk kegiatan mobilitas penduduk itu ditingkatkan. Jadi kita akan dorong terus untuk kembangkan Jakarta pertambahan jaringan untuk kereta. Sehingga mobilitas penduduk di Jakarta lebih baik," kata dia di Balairung Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (29/8/2019).

Anies merasa yakin dapat memperbanyak transportasi umum jenis ini setelah melihat kondisi pengguna jasa kereta yang terus meningkat dan juga berdampak pada penurunan tingkat kemacetan.

"Sekarang datanya menunjukan bahwa dalam waktu 2 tahun ini terjadi peningkatan sangat signifikan terhadap jumpah pengguna kendaraan umum. Terjadi penurunan tingkat kemacetan. Jadi kita sudah dalam track yang benar tinggal kita percepat dan perbanyak jangakauannya," jelasnya.

Untuk yang kedua, Pemprov DKI Jakarta juga akan mempermudah perizinan dan pembangunan untuk kegiatan usaha agar berjalan dengan lancar.

Baca juga: Sebelum Ikut Investasi di Lokasi Ibu Kota Baru, Perhatikan Beberapa Hal Ini!

"Kemudian ketiga, memberikan kepastian hukum atas aturan yang ada. Sehingga bila orang buka kegiatan dia tau hari ini benar tidak 5 tahun, kemudian dianggap salah oleh karena itu kepastian penting," ucap Anies.

Diketahui, Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan ibu kota negara pindah ke sebagian wilayah Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur. Hal itu disampaikan Jokowi dalam konferensi pers di Istana Negara, Senin kemarin.

Setelah menyampaikan alasan mengapa ibu kota negara harus pindah, Jokowi mengingatkan bahwa Jakarta tidak akan dilupakan.

"Jakarta akan tetap menjadi prioritas pembangunan dan terus dikembangkan jadi kota bisnis, kota keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa berskala regional dan global," kata Jokowi.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Cerita Ahok yang Dianggap Tak Manusiawi | Viral, Sekolah Bobrok di Bekasi

[POPULER JABODETABEK] Cerita Ahok yang Dianggap Tak Manusiawi | Viral, Sekolah Bobrok di Bekasi

Megapolitan
3 Korban Kecelakaan Bus di Subang Masih Dirawat Intensif di RSUD Kota Depok

3 Korban Kecelakaan Bus di Subang Masih Dirawat Intensif di RSUD Kota Depok

Megapolitan
Tolak Omnibus Law dan Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan, KSPI Gelar Unjuk Rasa di DPR

Tolak Omnibus Law dan Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan, KSPI Gelar Unjuk Rasa di DPR

Megapolitan
Mirisnya Kondisi SDN Samudrajaya 04 Bekasi...

Mirisnya Kondisi SDN Samudrajaya 04 Bekasi...

Megapolitan
6.000 Personel Gabungan Amankan Demo Buruh di Depan Gedung DPR RI Hari Ini

6.000 Personel Gabungan Amankan Demo Buruh di Depan Gedung DPR RI Hari Ini

Megapolitan
Pemkot Jaksel Buat 420 Sumur Resapan Selama 2019

Pemkot Jaksel Buat 420 Sumur Resapan Selama 2019

Megapolitan
Ujian SIM di Daan Mogot Kembali Pakai Sistem E-Drives

Ujian SIM di Daan Mogot Kembali Pakai Sistem E-Drives

Megapolitan
Senin Sore, Lutfi Alfiandi Pemuda Pembawa Bendera Saat Demo Diperiksa sebagai Terdakwa

Senin Sore, Lutfi Alfiandi Pemuda Pembawa Bendera Saat Demo Diperiksa sebagai Terdakwa

Megapolitan
Pemprov DKI: Trotoar Cikini Belum Ditanam Pohon karena Ada Penataan Saluran

Pemprov DKI: Trotoar Cikini Belum Ditanam Pohon karena Ada Penataan Saluran

Megapolitan
Hari Ini, Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Dijadwalkan Diperiksa sebagai Pelapor Akun @digeeembok

Hari Ini, Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Dijadwalkan Diperiksa sebagai Pelapor Akun @digeeembok

Megapolitan
Merawat Keberagaman dan Kebaikan Lewat Tradisi Patekoan di Glodok

Merawat Keberagaman dan Kebaikan Lewat Tradisi Patekoan di Glodok

Megapolitan
Petugas Pintu Air Manggarai Kerap Dapat Rezeki Kiriman 'Online'

Petugas Pintu Air Manggarai Kerap Dapat Rezeki Kiriman "Online"

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Senin Siang

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Senin Siang

Megapolitan
Mengenal Patekoan di Glodok, Tradisi Menyuguhkan Teh Gratis Setiap Hari

Mengenal Patekoan di Glodok, Tradisi Menyuguhkan Teh Gratis Setiap Hari

Megapolitan
Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X