Jika Anggota DPRD DKI Didampingi Tenaga Ahli, Fraksi PSI Minta Kunker Dibatasi

Kompas.com - 03/09/2019, 21:14 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PSI Idris Ahmad di ruangannya lantai 4, gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGIAnggota DPRD DKI Jakarta fraksi PSI Idris Ahmad di ruangannya lantai 4, gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PSI Idris Ahmad mengusulkan agar kunjungan kerja (kunker) juga dibatasi jika nantinya anggota DPRD DKI Jakarta didampingi tenaga ahli.

Menurut dia, jika memakai tenaga ahli namun anggota DPRD DKI terlalu banyak kunker, maka dikhawatirkan hanya tenaga ahlinya yang bekerja.

"Percuma juga TA nambah tapi kunker enggak dibatasi yang terjadi adalah yang kerja tenaga ahlinya. Akhirnya enggak ada proses yang diambil dari antar rapat yang seharusnya terjadi kalau enggak ada kunker," ucap Idris saat ditemui di ruangannya, lantai 4, gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019).


Ia menilai, jika kunker dibatasi maka seharusnya wakil rakyat bisa fokus bekerja di tempatnya, di Jalan Kebon Sirih.

"Ya rapat yang bisa tertunda karena kunker ini terlalu banyak. Terkait jumlah (kunker)-nya masih kami bahas," tuturnya.

Baca juga: Mendagri Persilakan Anggota DPRD DKI Jakarta Punya Staf Ahli

Meski demikian PSI sendiri pun tak menolak adanya usulan tenaga ahli. Yang penting, bisa mendukung kinerja anggota DPRD DKI.

Apalagi saat ini usulan tersebut masih dikaji dan dibahas dalam rapat tata tertib pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD) DPRD DKI Jakarta.

"Kalau untuk masalah tenaga ahli sendiri kalau dari kami sendiri prinsipnya mendukung kinerja DPRD terkait jumlahnya kami bilang bisa berkomentar kebutuhan seperti apa. Sejauh ini kayak gitu," kata dia.

Sebelumnya, anggota DPRD DKI fraksi PKS Abdurrahman Suhaimi, mengusulkan agar setiap anggota DPRD DKI mendapat staf ahli.

Menurut Suhaimi, anggota DPRD membutuhkan tenaga ahli agar bisa membantu membahas hal-hal yang detail terkait tugasnya, misalnya membahas anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Soalnya, tak semua anggota DPRD memahami persoalan anggaran.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ninoy Karundeng Bantah Diobati Dokter Insani Saat Dianiaya

Ninoy Karundeng Bantah Diobati Dokter Insani Saat Dianiaya

Megapolitan
Tolak Berhubungan Badan, Wanita di Cikupa Dianiaya Pacarnya

Tolak Berhubungan Badan, Wanita di Cikupa Dianiaya Pacarnya

Megapolitan
Dishub DKI Sedang Kaji 3 Hal Terkait Pengoperasian Skuter Elektrik

Dishub DKI Sedang Kaji 3 Hal Terkait Pengoperasian Skuter Elektrik

Megapolitan
Pengoperasian Becak Listrik di Jakarta Terganjal Perda

Pengoperasian Becak Listrik di Jakarta Terganjal Perda

Megapolitan
Polda Metro Jaya Nyatakan Tak Buat Pesan Berantai soal Pengamanan Ibadat di Gereja

Polda Metro Jaya Nyatakan Tak Buat Pesan Berantai soal Pengamanan Ibadat di Gereja

Megapolitan
Viral, Seorang Pria Dikeroyok di Stasiun Jurangmangu

Viral, Seorang Pria Dikeroyok di Stasiun Jurangmangu

Megapolitan
Ditinggal Pergi Ibu, Balita Tewas Setelah Terjatuh dari Lantai 7 Rusunawa Tambora

Ditinggal Pergi Ibu, Balita Tewas Setelah Terjatuh dari Lantai 7 Rusunawa Tambora

Megapolitan
Ketua RT Tugu Selatan Kerepotan Atur Penerangan Jembatan Kerang Hijau

Ketua RT Tugu Selatan Kerepotan Atur Penerangan Jembatan Kerang Hijau

Megapolitan
Hari-hari Terakhir Affan, Bocah 10 Tahun yang Tewas Ditabrak Kereta Api

Hari-hari Terakhir Affan, Bocah 10 Tahun yang Tewas Ditabrak Kereta Api

Megapolitan
Setelah Nenek Buta Huruf Ditipu, Kini Rumahnya Berdiri di Atas Tanah dengan 2 Pemilik Berbeda

Setelah Nenek Buta Huruf Ditipu, Kini Rumahnya Berdiri di Atas Tanah dengan 2 Pemilik Berbeda

Megapolitan
Polisi: Bom Rakitan yang Disita Bersama Abdul Basith Berdaya Ledak Radius 30 Meter

Polisi: Bom Rakitan yang Disita Bersama Abdul Basith Berdaya Ledak Radius 30 Meter

Megapolitan
Meski Dipasangi Pagar, Pelintasan Sebidang Dekat Stasiun Palmerah Tetap Bisa Dilalui Kendaraan

Meski Dipasangi Pagar, Pelintasan Sebidang Dekat Stasiun Palmerah Tetap Bisa Dilalui Kendaraan

Megapolitan
Cerita soal Jembatan Kerang Hijau, Iseng Ajukan ke Pemkot Hingga Terkejut dengan Desainnya

Cerita soal Jembatan Kerang Hijau, Iseng Ajukan ke Pemkot Hingga Terkejut dengan Desainnya

Megapolitan
Polisi: Abdul Basith Rencanakan Peledakan untuk Gagalkan Pelantikan Presiden-Wapres

Polisi: Abdul Basith Rencanakan Peledakan untuk Gagalkan Pelantikan Presiden-Wapres

Megapolitan
Pemkot Tangsel Akan Tambah Personel untuk Awasi Truk

Pemkot Tangsel Akan Tambah Personel untuk Awasi Truk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X