Cerita Andri Bibir Ditangkap Polisi Usai Kerusuhan 21-22 Mei

Kompas.com - 04/09/2019, 06:06 WIB
Andri Bibir (kiri) dan kuasa hukumnya, Yupen Hadi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAAndri Bibir (kiri) dan kuasa hukumnya, Yupen Hadi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Andriansyah alias Andri Bibir, salah satu terdakwa kerusuhan 21-22 Mei 2019 lalu, didakwa melempari batu ke arah pihak kepolisian yang saat itu berjaga.

Andri bercerita, dirinya ditangkap polisi pada 23 Mei 2019 pagi.

Sebelum ditangkap, ia mendengar salah satu anggota Brimob tengah memberitahukan ke teman yang lainnya kalau Andri tengah diburu.

Mendengar dirinya diincar, ia kemudian melarikan diri dan bersembunyi.

Baca juga: Saksi Kerusuhan 21-22 Mei Sebut Pendemo Merangsek Masuk ke Gedung Sarinah

Ia lari menjauh ke lapangan belakang Masjid Al Huda, Kampung Bali dan menginap di masjid itu.

Namun, setelah ia bangun tidur, dirinya telah dikepung oleh anggota Brimob. Andri yang awalnya hendak kabur, kemudian kembali ke arah lapangan masjid.

"Pas di situ saya ketakutan, saya pasrah, saya langsung dipukuli," ucap Andri usai sidang, Selasa (3/9/2019).

Baca juga: Saksi: Polisi Juga Ikut Antre Cuci Muka di Gedung Sarinah Saat Kerusuhan 21-22 Mei

Ia mengaku sempat pingsan lantaran dipukul terus menerus oleh polisi. Setelah sadar, ia telah berada di dalam mobil polisi yang mengarah ke Polda Metro Jaya.

“Dalam perjalanan saya kembali pingsan lagi, terus pas buka mata saya tiba-tiba ada di ruang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Metro,” katanya.

Sebelumnya, video Andri saat ditangkap viral di media sosial. Dalam video itu, Andri tampak dipukuli oleh sejumlah orang yang berseragam hitam, mirip seragam Brimob.

Andri telah diperlihatkan video yang viral itu oleh polisi yang memeriksanya. Ia membenarkan bahwa yang ada dalam video itu adalah dirinya.

"Ia, itu video saya, itu waktu saya ditangkap," kata dia.

Menurut keterangan polisi, pria yang dipukuli dalam video itu adalah Andri Bibir. Polisi menangkapnya karena diduga terlibat sebagai salah satu perusuh dan provokator dalam aksi di depan kantor Bawaslu di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X