Wali Kota Jaksel Belum Bisa Memastikan Perbaikan Jembatan Reyot di Serengseng Sawah

Kompas.com - 04/09/2019, 06:51 WIB
Kondisi jembatan gantung di Serengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (26/8/2019) KOMPAS.COM/WALDA MARISONKondisi jembatan gantung di Serengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (26/8/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Mattali belum bisa memastikan kapan jembatan reyot yang ada di Serengseng Sawah, Jakarta Selatan akan dibenahi.

Pasalnya, pihaknya harus mempelajari laporan dari camat setempat terkait jembatan tersebut.

"Saya juga lagi mencermati yang paling bagus. Lagi dianalisis," kata Marullah saat dihubungi, Selasa (3/9/2019) malam.

Menurut dia, ada beberapa hal yang harus dianalisis sebelum mengajukan laporan kepada Gubernur DKI Anies Baswedan untuk pembenahan jembatan tersebut.

Baca juga: Ngerinya Melintasi Jembatan Reyot Penghubung Depok dan Jakarta Selatan

Salah satunya, yakni pembebasan lahan sekitar ujung jembatan yang ada di lokasi.

"Iya, termasuk hitung hitungan itu semua," ucap dia.

Marullah belum bisa memastikan kapan pihaknya akan membuat laporan kepada Gubernur.

Baca juga: Lihat Jembatan Reyot, Camat Jagakarsa Akan Minta Perbaikan ke Wali Kota Jaksel

"Itu nggak pake jadwal (tenggat waktu pengiriman laporan ke Gubernur). Kalau sudah ketemu solusinya dengan teman-teman dan masyarakat dilingkup sana baru kita kirim," kata dia.

Sebelumnya, Camat Jagakarsa, Mundari mengaku sudah menelusuri jembatan penghubung Jakarta dan Depok tersebut beberapa hari lalu.

Mundari mengakui jika kondisi jembatan sudah reyot dan cukup berbahaya. Dia mengaku telah mengirimkan laporan kepada Wali Kota terkait temuanya di lokasi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Megapolitan
Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Megapolitan
Ini Sketsa Wajah 2 Pelaku Penembakan Pengusaha di Kelapa Gading

Ini Sketsa Wajah 2 Pelaku Penembakan Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Mengenang Peristiwa Pembakaran Bekasi dari Tugu Perjuangan...

Mengenang Peristiwa Pembakaran Bekasi dari Tugu Perjuangan...

Megapolitan
Polisi Buat Sketsa Pembunuh Pengusaha di Kelapa Gading

Polisi Buat Sketsa Pembunuh Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Tujuh Sumur Tua di Kranggan Resmi Dijadikan Cagar Budaya

Tujuh Sumur Tua di Kranggan Resmi Dijadikan Cagar Budaya

Megapolitan
UPDATE: Tambah 21, Kasus Covid-19 di Bekasi Capai 703

UPDATE: Tambah 21, Kasus Covid-19 di Bekasi Capai 703

Megapolitan
Pemkot Depok Pastikan Tempat Tidur Bagi Pasien Covid-19 Masih Tersedia

Pemkot Depok Pastikan Tempat Tidur Bagi Pasien Covid-19 Masih Tersedia

Megapolitan
Giant Margo City Belum Ditetapkan Jadi Klaster Covid-19, Ini Sebabnya

Giant Margo City Belum Ditetapkan Jadi Klaster Covid-19, Ini Sebabnya

Megapolitan
Pegawai Positif Covid-19, Giant Extra Margo City Ditutup Sementara

Pegawai Positif Covid-19, Giant Extra Margo City Ditutup Sementara

Megapolitan
Kerinduan Idris Si Manusia Patung, Kenang Ramainya HUT RI di Kota Tua Sebelum Pandemi...

Kerinduan Idris Si Manusia Patung, Kenang Ramainya HUT RI di Kota Tua Sebelum Pandemi...

Megapolitan
Simak, Ini Prakiraan Cuaca BMKG di Jabodetabek 15 Agustus 2020

Simak, Ini Prakiraan Cuaca BMKG di Jabodetabek 15 Agustus 2020

Megapolitan
UPDATE 14 Agutstus: Bertambah 11, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 678

UPDATE 14 Agutstus: Bertambah 11, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 678

Megapolitan
Selain Bom Molotov, Polisi Sita Bendera Anarko dari Gerombolan yang Ingin Susupi Demo di DPR

Selain Bom Molotov, Polisi Sita Bendera Anarko dari Gerombolan yang Ingin Susupi Demo di DPR

Megapolitan
Alun-alun Bekasi Menyimpan Kisah Tuntutan Rakyat Pisahkan Diri dari Batavia

Alun-alun Bekasi Menyimpan Kisah Tuntutan Rakyat Pisahkan Diri dari Batavia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X