Pengamat: Pemerintah, Regulator, Masyarakat Harus Sama-sama Disiplin Berlalu Lintas di Dalam Tol

Kompas.com - 04/09/2019, 14:45 WIB
Petugas mengevakuasi sejumlah kendaraan yang terlibat pada kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). Kecelakaan tersebut melibatkan sekitar 20 kendaraan yang mengakibatkan korban 25 orang luka ringan, empat orang luka berat dan delapan orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/MUHAMAD IBNU CHAZARPetugas mengevakuasi sejumlah kendaraan yang terlibat pada kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). Kecelakaan tersebut melibatkan sekitar 20 kendaraan yang mengakibatkan korban 25 orang luka ringan, empat orang luka berat dan delapan orang meninggal dunia.

JAKARTA, Kompas.com - Kecelakaan beruntun yang terjadi di Tol Cipularang KM 91 pada Senin (2/9/2019), menyisakan duka.

Delapan orang meninggal dunia akibat kecelakaan itu, Hendra Tjahyana (64) salah satunya. Warga Sunter, Jakarta Utara tersebut berada dalam kendaraan yang hangus terbakar.

Atas musibah kecelakaan ini, pengamat transportasi dari Universitas Soegijapranata, Djoko Setijowarno menegaskan kedisplinan dalam berlalu lintas di jalan tol harus lebih digalakkan.

Terlebih dalam pengawasan kendaraan yang dilakukan oleh pemerintah. Bila kendaraan bermuatan berat tidak lolos uji KIR, maka kendaraan tersebut diimbau untuk tidak melewati tol, sebab berbahaya bagi kendaraan lainnya.

Baca juga: 2 Sopir Dump Truck Jadi Tersangka Kecelakaan Tol Purbaleunyi

"Kalau saya bilang, disiplin itu bukan mulai dari pengemudi, (tetapi) mulai dari pemerintah dahulu, pemerintah harus disiplin. Begini contohnya, pemerintah sudah punya batas kecepatan di jalan tol, itu sudah dilaksanakan belum? Belum kan? Jadi jangan tuntut rakyat, pemerintah dahulu disiplin," katanya kepada Kompas.com, Rabu (4/9/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendaraan muatan berat, yakni bus atau truk, harus memenuhi uji kelaikan kendarannya.

"Apakah operatornya nyiapin truknya bagus? Apakah pemerintah juga melakukan pengawasan dengan ketat uji kelayakan uji jalan atau KIR? Itu jelas," ujar dia.

Bila kedisiplinan itu dijalanlan dengan baik, pemerintah dan masyarakat dapat mampu mengurangi angka kecelakaan di dalam tol.

Baca juga: Ini Penyebab Awal Kecelakaan Tol Purbaleunyi yang Tewaskan 8 Orang

Sebelumnya, Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi menyebutkan jenis kendaraan yang mengalami kecelakaan di Tol Cipularang KM 91, belasan mobil pribadi, tujuh truk dan dua bus terlibat dalam kecelakaan beruntun.

Sejau ini, terdapat delapan korban meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.

"Truk ada 7 unit, kendaraan pribadi 11 unit, dan 2 kendaraan bus," kata Rudi di Mapolrestabes Bandung, Senin (2/9/2019) sore.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran di Karet Tengsin Hanguskan 7 Rumah, 80 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Kebakaran di Karet Tengsin Hanguskan 7 Rumah, 80 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Megapolitan
Buka Gudang PT ASA, Polisi: Masih Ada Obat Terkait Covid-19 yang Harus Didistribusikan

Buka Gudang PT ASA, Polisi: Masih Ada Obat Terkait Covid-19 yang Harus Didistribusikan

Megapolitan
Mayat Bayi Ditemukan di Kali Cipinang Lontar

Mayat Bayi Ditemukan di Kali Cipinang Lontar

Megapolitan
Mantan Gubernur DKI Soerjadi Tutup Usia, Anies: Dedikasi Beliau Selalu Terpatri

Mantan Gubernur DKI Soerjadi Tutup Usia, Anies: Dedikasi Beliau Selalu Terpatri

Megapolitan
Juru Parkir di Cikini Terancam Dipecat jika Terbukti Lakukan Pungli

Juru Parkir di Cikini Terancam Dipecat jika Terbukti Lakukan Pungli

Megapolitan
Ikut Vaksinasi Covid-19 di Koja, Warga Dapat Doorprize Tabung Gas hingga Sepeda Lipat

Ikut Vaksinasi Covid-19 di Koja, Warga Dapat Doorprize Tabung Gas hingga Sepeda Lipat

Megapolitan
PPKM Tangsel Diperpanjang hingga 9 Agustus, Status Tetap Level 4

PPKM Tangsel Diperpanjang hingga 9 Agustus, Status Tetap Level 4

Megapolitan
Beredar Pesan Kelurahan Benda Baru Pamulang Tak Layani Warga Belum Divaksin, Lurah: Sebatas Imbauan

Beredar Pesan Kelurahan Benda Baru Pamulang Tak Layani Warga Belum Divaksin, Lurah: Sebatas Imbauan

Megapolitan
Sudin Kesehatan Jakarta Pusat Mulai Vaksinasi Ibu Hamil

Sudin Kesehatan Jakarta Pusat Mulai Vaksinasi Ibu Hamil

Megapolitan
NIK Dipakai Orang Lain, Warga Bekasi Tidak Bisa Ikut Vaksinasi Covid -19

NIK Dipakai Orang Lain, Warga Bekasi Tidak Bisa Ikut Vaksinasi Covid -19

Megapolitan
Stasiun Pegangsaan Dua Terbakar, PT LRT Jakarta: Seluruh Petugas dan Karyawan Selamat

Stasiun Pegangsaan Dua Terbakar, PT LRT Jakarta: Seluruh Petugas dan Karyawan Selamat

Megapolitan
Mengenang Soerjadi Soedirja, Gubernur Rumah Susun yang Melarang Operasional Becak di Jakarta

Mengenang Soerjadi Soedirja, Gubernur Rumah Susun yang Melarang Operasional Becak di Jakarta

Megapolitan
Vaksinasi Merdeka di STIKS Tarakanita Duren Sawit, Target 1.000 Orang Per Hari

Vaksinasi Merdeka di STIKS Tarakanita Duren Sawit, Target 1.000 Orang Per Hari

Megapolitan
Kebakaran Landa Stasiun LRT Pengangsaan Dua Setelah Terdengar Suara Ledakan

Kebakaran Landa Stasiun LRT Pengangsaan Dua Setelah Terdengar Suara Ledakan

Megapolitan
Dishub Selidiki Dugaan Pungli di Parkiran Jalan Cikini Raya

Dishub Selidiki Dugaan Pungli di Parkiran Jalan Cikini Raya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X