Suara Warga Komuter di Hari Pelanggan Nasional, Kritik Halte hingga Jadwal Armada

Kompas.com - 04/09/2019, 21:40 WIB
Calon penumpang penyandang disabilitas ketika melintas di Pelican cross di Halte TransJakarta Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (4/9/2019). Kegiatan tersebut sebagai bentuk apresiasi PT TransJakarta terhadap pelanggan dalam Hari Pelanggan Nasional 2019. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGCalon penumpang penyandang disabilitas ketika melintas di Pelican cross di Halte TransJakarta Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (4/9/2019). Kegiatan tersebut sebagai bentuk apresiasi PT TransJakarta terhadap pelanggan dalam Hari Pelanggan Nasional 2019.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengguna setia transportasi publik mempunyai tanggapan yang berbeda-beda terhadap layanan yang dirasakan. Di Hari Pelanggan Nasional ini, mereka pun bersuara akan pengalaman yang mereka rasakan dan memberikan masukan untuk perbaikan ke depannya.

Untuk jenis transportasi publik Transjakarta, beberapa pelanggan mengaku sudah cukup puas. Namun, ada juga yang merasa tingkat layanan Transjakarta masih perlu dievaluasi kembali.

"Agak terganggu di jembatan penyeberangan yang kurang layak. Contohnya di halte Grogol 1 ke Grogol 2 sudah mau jebol, bahaya banget," ujar Timothy (21), salah seorang pengguna transportasi publik Transjakarta.

Hal berbeda disampaikan oleh Nabila (27). Menurutnya, ia sudah sangat puas dengan fasilitas dan layanan Transjakarta.

"Puas aja sampai sekarang, karena AC selalu lancar, on time, terus seneng kadang diputerin lagu. Terus pas kemarin mati lampu, TJ sudah siap dan tetep bisa diakses."

Selain Transjakarta, transportasi publik yang cukup banyak digunakan oleh warga Jakarta dan sekitarnya adalah Commuter Line.

Ketidaktepatan waktu keberangkatan dengan jadwal yang seharusnya diakui pelanggan menjadi hambatan menggunakan moda transportasi ini.

"Menurut saya aspek ini masih berantakan, selisih waktu sangat lama. Saya menilai harus ada penambahan jumlah unit dan rotasi yang cepat karena di jam-jam tertentu sangat padat," kata Ivan (32), pelanggan Commuter Line yang mengaku sudah hampir empat tahun rutin menggunakan transportasi ini.

Selain masalah pada waktu keberangkatan, pelanggan lainnya juga menyatakan kurang puas dengan ketersediaan fasilitas yang tidak merata di seluruh stasiun.

Hal ini disampaikan oleh Adrianus (23), seorang mahasiswa yang rutin menggunakan Commuter Line dari arah Tangerang menuju Jakarta.

"Beberapa stasiun ada yang bagus, ada yang enggak. Fasilitas di dalam keretanya sendiri juga banyak yang kursinya kotor," kata dia. 

Lain halnya dengan MRT. Sebagai layanan transportasi publik yang tergolong baru, pelanggan yang menaiki MRT masih merasa cukup puas dengan layanan dan fasilitas yang tersedia.

"Lebih tertib, lebih nyaman, dan juga lebih bersih banget. Datangnya juga selalu tepat waktu. Kayak sudah berasa jadi negara maju," tutur Monik (19), salah seorang pengguna MRT.

Meski begitu, ada pula pelanggan yang menganggap bahwa petugas di stasiun MRT masih belum sigap melayani penumpang, tidak seperti petugas di moda transportasi lainnya.

Selain itu, keterbatasan untuk mengisi ulang saldo pada kartu yang hendak digunakan juga menjadi hambatan.

"Kalau sore jam pulang kerja, saldo mereka (petugas isi ulang) sudah habis jadi pelanggan enggak bisa top up. Jadinya terpaksa harus beli kartu single trip," jelas Maria (29), pengguna MRT.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Megapolitan
CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

Megapolitan
Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok Mulai 7 Juli, Jika...

Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok Mulai 7 Juli, Jika...

Megapolitan
Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Megapolitan
Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Megapolitan
Petugas Sekuriti Diduga Cabuli 4 Anak di Tangerang, KPAI: Edukasikan Anak soal Cari Pertolongan

Petugas Sekuriti Diduga Cabuli 4 Anak di Tangerang, KPAI: Edukasikan Anak soal Cari Pertolongan

Megapolitan
 Wagub DKI: Kami Gencar Lakukan Tes Covid-19 dan Lampaui Standar WHO

Wagub DKI: Kami Gencar Lakukan Tes Covid-19 dan Lampaui Standar WHO

Megapolitan
Kampus UI Jadi Lokasi Pelaksanaan UTBK 2020, Ini Protokol Kesehatannya

Kampus UI Jadi Lokasi Pelaksanaan UTBK 2020, Ini Protokol Kesehatannya

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Pengunjung Mal Saat PSBB Transisi Hanya 20-30 Persen

Wagub DKI Sebut Pengunjung Mal Saat PSBB Transisi Hanya 20-30 Persen

Megapolitan
Federasi Serikat Guru: PPDB Zonasi Bina RW Akan Jadi Masalah Baru

Federasi Serikat Guru: PPDB Zonasi Bina RW Akan Jadi Masalah Baru

Megapolitan
Alasan Pemprov DKI Pilih PSBB Transisi Dibanding New Normal

Alasan Pemprov DKI Pilih PSBB Transisi Dibanding New Normal

Megapolitan
Polisi dan Pemkot Tangsel Bakal Buat Aturan untuk Pesepeda

Polisi dan Pemkot Tangsel Bakal Buat Aturan untuk Pesepeda

Megapolitan
Pesepeda di Tangsel Akan Diawasi Polisi Tiap Akhir Pekan

Pesepeda di Tangsel Akan Diawasi Polisi Tiap Akhir Pekan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 Depok: Tambahan 12 Pasien Positif dalam Sehari

UPDATE Covid-19 Depok: Tambahan 12 Pasien Positif dalam Sehari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X