Solusi Jangka Panjang Tawuran, Pemprov DKI Disarankan Tata Manggarai dengan Bangun Rusun

Kompas.com - 05/09/2019, 14:30 WIB
Situasi di depan Stasiun Manggarai saat terjadi tawuran antarwarga, Minggu (8/1/2017). Foto ini diambil sebelum polisi menembakkan gas air mata. Ambaranie Nadia K.MSituasi di depan Stasiun Manggarai saat terjadi tawuran antarwarga, Minggu (8/1/2017). Foto ini diambil sebelum polisi menembakkan gas air mata.
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Sosial Universitas Indonesia Rissalwan Habdy Lubis mengatakan, perlu ada penataan kawasan Manggarai untuk menyudahi tawuran antar warga yang kerap terjadi di sana.

Rissalwan mengatakan, penataan perlu dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengingat kawasan Manggarai merupakan permukiman padat penduduk yang tidak memiliki ruang publik.

Tidak adanya ruang publik itu yang membuat warga sekitar tidak memiliki aktifitas sehingga emosi mudah tersulut jika ada masalah atau yang mengganggu kenyamanan.

"Penataan kawasan nomor satu. kalau bicara solusi jangka panjang, kita sudah harus memikirkan membuat permukiman-permukiman vertikal," kata Rissalwan saat dihubungi Kompas.com, Kamis (5/9/2019).

Baca juga: Ruang Publik yang Minim Disebut Jadi Penyebab Seringnya Tawuran di Manggarai

Rissalwan menjelaskan, harus ada konsolidasi tanah vertikal di kawasan Manggarai yang merupakan daerah padat penduduk. Artinya kawasan Manggarai yang saat ini merupakan permukiman horizontal harus diubah menjadi permukiman vertikal.

Menurut dia, permukiman vertikal seperti rumah susun memiliki ruang publik yang lebih besar dibanding permukiman horizontal.

Ruang publik yang besar dapat membuat warga produktif dan diharapkan bakal menjauhkan dari aksi tawuran atau kegiatan negatif lainnya.

"Orang-orang di permukiman vertikal rusun, itu jauh lebih mudah diatur dan seterusnya. Jadi konflik itu relatif enggak ada di rusun. Kalau (permukiman) vertikal itu kan ruang publiknya jadi tersedia, kan ruang publik jadi ada. Ada taman, tempat berkumpul, berolahraga misalnya," ujar Rissalwan.

Baca juga: Tawuran di Atas Rel Sebabkan Penumpukan Penumpang di Stasiun Manggarai

"Jadi yang pasti ini kan 'preman' yah tapi sebetulnya itu anak-anak muda yang tidak punya aktifitas, yang tidak punya kegiatan produktif. Kasih mereka kegiatan produktif, dikasih usaha rumahan misalnya. Dikasih kesempatan bisa, jadi atlet misalnya," lanjut Rissalwan.

Sebelumnya, tawuran kembali terjadi di kawasan Manggarai, Jalan Sutan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2019). Akibat tawuran tersebut, bagian dari KRL yang melintas di kawasan tersebut rusak karena lemparan batu.

Peristiwa tawuran itu terjadi sekitar pukul 16.49 WIB. Aktivitas KRL di Stasiun Manggarai sempat tertahan hingga pukul 17.24 WIB



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X