Wali Kota Bogor Tanggapi Anies soal Pelibatan Wilayah Tetangga Atasi Polusi Jakarta

Kompas.com - 05/09/2019, 19:26 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat ditemui usai rapat evaluasi PPDB di Balai Kota Bogor, Senin (1/7/2019). RAMDHAN TRIYADI BEMPAHWali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat ditemui usai rapat evaluasi PPDB di Balai Kota Bogor, Senin (1/7/2019).

BOGOR, KOMPAS.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang meminta kendaraan-kendaraan dari daerah penyangga (Bodetabek) untuk tidak ikut menyumbang polusi udara di Jakarta.

Bima mengatakan, sejauh ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga kualitas udara tetap baik.

Ia menyebut salah satu langkah pemerintah daerah, yakni dengan rutin melaksanakan uji emisi kendaraan bermotor.

"Kami rutin melaksanakan uji emisi kendaraan. Terus masalahnya di mana maksudnya?. Intinya, kami sambut baik soal itu dan kami sudah lakukan itu," kata Bima, saat ditemui di Kantor Balai Kota Bogor, Kamis (5/9/2019).

Baca juga: Dirut Jasa Marga Tanggapi Anies Soal Polusi Jakarta

Bima menambahkan, isu mengenai polusi udara sudah lama menjadi fokus perhatian Pemkot Bogor.

Keseriusan tersebut, sambung Bima, ditunjukkannya dengan menggandeng Clean Air Asia, sebuah organisasi non-pemerintah yang fokus terhadap polusi udara.

"Kami juga ada kerja sama dengan Clean Air Asia yang mengukur tingkat polusi di Kota Bogor. Hasilnya, Kota Bogor mendapat predikat nomor tiga terbaik di Jawa Barat," sebut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Lanjut dia, Pemkot Bogor juga memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) sehingga ramah lingkungan. Termasuk, kata Bima, mendorong penggunaan minyak jelantah untuk bus Transpakuan.

Baca juga: Anies Segera Teken Pergub, Taksi Online Tetap Kena Ganjil Genap

Selain itu, pemerintah daerah juga telah membuat kebijakan tentang hari tanpa kendaraan.

"Kami juga banyak taman dan punya Kebun Raya Bogor termasuk lampu LED ramah lingkungan," ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan menegaskan daerah-daerah tetangga harus dilibatkan dalam upaya meningkatkan kualitas udara di Jakarta.

Pelibatan wilayah tetangga, menurut Anies penting karena sebagian kendaraan yang menjadi penyumbang polusi di Jakarta juga berasal dari wilayah-wilayah tersebut.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berbagai Festival Meriahkan Jakarta Akhir Pekan Ini

Berbagai Festival Meriahkan Jakarta Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Keamanan di Stasiun MRT Jakarta Ditingkatkan atas Permintaan Polisi

Keamanan di Stasiun MRT Jakarta Ditingkatkan atas Permintaan Polisi

Megapolitan
PT Transjakarta Klarifikasi, Bus Transjakarta Zongtong Belum Beroperasi Setelah Ada Kasus Video Tak Senonoh

PT Transjakarta Klarifikasi, Bus Transjakarta Zongtong Belum Beroperasi Setelah Ada Kasus Video Tak Senonoh

Megapolitan
RS Polri Kesulitan Identifikasi Jenazah yang Diduga Warga China yang Tewas Selat Sunda

RS Polri Kesulitan Identifikasi Jenazah yang Diduga Warga China yang Tewas Selat Sunda

Megapolitan
Pipi, Pelipis, dan Kaki Pelajar SMP di Kembangan Luka Akibat Disiram Air Keras

Pipi, Pelipis, dan Kaki Pelajar SMP di Kembangan Luka Akibat Disiram Air Keras

Megapolitan
PKL yang Jualan di Bahu Jalan Senen Khawatir Pendapatan Berkurang Jika Direlokasi

PKL yang Jualan di Bahu Jalan Senen Khawatir Pendapatan Berkurang Jika Direlokasi

Megapolitan
DPRD DKI Pesimistis APBD 2020 Rampung Sesuai Aturan Kemendagri

DPRD DKI Pesimistis APBD 2020 Rampung Sesuai Aturan Kemendagri

Megapolitan
Minim Penerangan, Warga Sulit Seberangi JPO Stasiun Pasar Minggu Baru di Malam Hari

Minim Penerangan, Warga Sulit Seberangi JPO Stasiun Pasar Minggu Baru di Malam Hari

Megapolitan
Bima Arya Pertimbangkan Maju sebagai Calon Ketua Umum PAN

Bima Arya Pertimbangkan Maju sebagai Calon Ketua Umum PAN

Megapolitan
Pelaku Pelecehan Seksual Dikejar dan Ditangkap Korbanya di Kalideres

Pelaku Pelecehan Seksual Dikejar dan Ditangkap Korbanya di Kalideres

Megapolitan
WNA Pemilik Salon Operasi Lipatan Kelopak Mata Ilegal di PIK Belajar dari Dokter di China.

WNA Pemilik Salon Operasi Lipatan Kelopak Mata Ilegal di PIK Belajar dari Dokter di China.

Megapolitan
Dukung Ahok Jadi Bos BUMN, Ketua DPRD DKI: Selama Pimpin Jakarta Kinerjanya Baik

Dukung Ahok Jadi Bos BUMN, Ketua DPRD DKI: Selama Pimpin Jakarta Kinerjanya Baik

Megapolitan
Pabrik Sepatu Hengkang, Pengangguran di Banten Berpotensi Naik Ratusan Ribu Orang

Pabrik Sepatu Hengkang, Pengangguran di Banten Berpotensi Naik Ratusan Ribu Orang

Megapolitan
Mengenal GrabWheels, Satu Wujud dari Tranportasi Pintar di Indonesia

Mengenal GrabWheels, Satu Wujud dari Tranportasi Pintar di Indonesia

Megapolitan
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap 2 Siswi di Kebon Jeruk

Ini Sketsa Wajah Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap 2 Siswi di Kebon Jeruk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X