Antisipasi Truk Kelebihan Muatan, Kemenhub Wacanakan Pasang Jembatan Timbang di Pintu Tol

Kompas.com - 05/09/2019, 22:00 WIB
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setyadi di Kantor Kemenhub, Rabu (4/7/2018). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMADirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setyadi di Kantor Kemenhub, Rabu (4/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan mewacanakan pemasangan jembatan timbang di pintu masuk tol di ruas jalan yang sering dilalui truk.

Wacana ini direncanakan lantaran banyak truk dalam kondisi over dimension over load (Odol) yang menghindari jembatan timbangan dengan melalui tol.

Padahal truk yang odol bisa membahayakan contohnya adalah dua kejadian terakhir, yakni kecelakaan beruntun Tol Purbaleunyi dan tergulingnya truk di Tangerang yang menewaskan empat orang.


Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setyadi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala BPTJ Danang Parikesit terkait rencana pemasangan timbangan tersebut.

Rencana itu dirancang untuk mewujudkan kondisi Zero Odol pada tahun 2020.

Baca juga: Kemenhub Ubah Jembatan Timbang Jadi Rest Area

"Jadi enggak ada lagi tahun 2020 mobil dump truck yang kelebihan muatan lewat jalan tol," kata Budi di Cilincing, Jajarta Utara, Kamis (5/9/2019).

Terdapat dua opsi mengenai lokasi pemasangan timbangan tersebut, yakni di lahan milik PT Jasa Marga atau di lahan milik pemerintah.

Apabila hal itu terwujud pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan penindakan apabila ada temuan pelanggaran.

"Kalau lebih muatan tindakan yang nanti oleh kepolisian Apakah diputarbalikkan ataukah mau diturunkan atau kemudian mau ditilang nanti secara teknis akan kita coba bicarakan lebih lanjut," tutupnya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X