Seorang Polisi Terluka akibat Kerusuhan Oknum Suporter Pertandingan Indonesia Vs Malaysia

Kompas.com - 05/09/2019, 22:46 WIB
Seorang polisi mendapatkan perawatan akibat terluka saat mengamankan kerusuhan suporter pertandingan sepak bola Indonesia vs Malaysia di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta Pusat, Kamis (5/9/2019) malam.
KOMPAS.com/BM Wahanaputra LadjarSeorang polisi mendapatkan perawatan akibat terluka saat mengamankan kerusuhan suporter pertandingan sepak bola Indonesia vs Malaysia di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta Pusat, Kamis (5/9/2019) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang polisi mendapatkan perawatan akibat terluka saat mengamankan kerusuhan suporter usai pertandingan sepak bola Indonesia vs Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta Pusat, Kamis (5/9/2019) malam.

Seorang anggota polisi berinisal RP memerlukan pertolongan dan perawatan di mobil ambulans milik Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta akibat luka di dekat pelipis mata kirinya.

Mulanya, suporter hendak menyerang pintu utama SUGBK. Namun, pihak kepolisian dengan sigap berlari dan segera menghalau dengan berbagai cara.

Baca juga: Oknum Suporter Rusuh Usai Pertandingan Indonesia Vs Malaysia di SUGBK

Salah satunya membentuk barisan dengan tameng untuk menghalau berbagai benda yang dilempar massa suporter.

Nahas, seorang polisi terluka. RP terlihat berlari dari arah pintu 1 menuju mobil ambulans.

Beruntung, perawat dengan sigap membantu mengobati lukanya.

Selain itu, kerusuhan suporter ini juga berimbas pada perampasan telepon genggam milik seorang pewarta media online Tribun Jakarta bernama Rizki.

Baca juga: Sempat Ricuh, Kondisi SUGBK Usai Pertandingan Indonesia Vs Malaysia Mulai Kondusif

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X