Jumat Pagi, Polusi Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia

Kompas.com - 06/09/2019, 09:13 WIB
Kendaraan padat merayap dengan latar belakang gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019). Berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia AirVisual, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau dalam kategori tidak sehat. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKendaraan padat merayap dengan latar belakang gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019). Berdasarkan data situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia AirVisual, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota terpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau dalam kategori tidak sehat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kualitas udara di Jakarta terpantau tidak sehat pada Jumat (6/9/2019) pagi.

Pantauan Kompas.com pada situs airvisual.com melalui data yang diakses pukul 08.30 WIB, Jakarta sebagai kota besar dengan polusi udara terburuk kedua di dunia dengan tingkat polusi 160, di bawah Hanoi, Vietnam dengan tingkat polusi 190.

Sementara itu, kota-kota di sekeliling Jakarta juga berpolusi pagi ini. AirVisual mencatat, Kota Bekasi dan Bogor pagi ini mencapai tingkat polusi 155, sedangkan Tangerang Selatan mencapai angka 175.

Ketiga kota sama-sama masuk kategori merah alias tidak sehat.

Baca juga: Jakarta Darurat Polusi Udara, Studi Ungkap Hubungannya dengan Gangguan Mental

AirVisual merupakan situs daring penyedia peta polusi harian kota-kota besar di dunia.

Pengukuran AirVisual terhadap kualitas udara dilakukan menggunakan parameter PM (particulate matter) 2,5 alias pengukuran debu berukuran 2,5 mikron berstandar US AQI (air quality index).

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan, ambang batas sehat konsentrasi PM 2,5 di sebuah kota tak dapat lebih dari 25 mikrogram per meter kubik (ug/m3) dalam 24 jam.

Baca juga: Awas, Polusi Udara seperti di Jakarta Bisa Sebabkan Penyakit Mata

Konsentrasi PM 2,5 Jakarta pagi ini mencapai 72 mikrogram per meter kubik, sementara konsentrasi PM 2,5 di Bekasi dan Depok sebesar 64,2 mikrogram per meter kubik, serta Tangerang Selatan tembus 101,2 mikrogram per meter kubik.

Keadaan ini membuat kualitas udara di empat kota itu mampu mengakibatkan gangguan pada paru-paru dan jantung, terutama pada kelompok sensitif dengan risiko tinggi.

Untuk itu, kelompok sensitif di ketiga kota tadi direkomendasikan mengurangi kegiatan luar ruangan.

Warga yang beraktivitas di luar ruang dianjurkan untuk mengenakan masker guna menangkal polusi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2088 Titik Jalan Rusak di Jaktim Telah Diperbaiki Sepanjang 2021

2088 Titik Jalan Rusak di Jaktim Telah Diperbaiki Sepanjang 2021

Megapolitan
Update 25 Februari: Pasien Bertambah, RS Covid-19 Wisma Atlet Terisi 71 Persen

Update 25 Februari: Pasien Bertambah, RS Covid-19 Wisma Atlet Terisi 71 Persen

Megapolitan
3 Orang Tewas Ditembak di Cengkareng, Salah Satunya Anggota TNI Aktif

3 Orang Tewas Ditembak di Cengkareng, Salah Satunya Anggota TNI Aktif

Megapolitan
3.006 Lansia di Jakarta Utara Telah Divaksinasi Covid-19

3.006 Lansia di Jakarta Utara Telah Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
UPDATE Vaksinasi Nakes Kota Bekasi: Dosis Pertama 94,5 Persen, Dosis Kedua 68,8 Persen

UPDATE Vaksinasi Nakes Kota Bekasi: Dosis Pertama 94,5 Persen, Dosis Kedua 68,8 Persen

Megapolitan
Rentan Tertular Covid-19, Wartawan Senang Bisa Terima Vaksinasi

Rentan Tertular Covid-19, Wartawan Senang Bisa Terima Vaksinasi

Megapolitan
Depok Daftarkan 18.850 Tenaga Kependidikan untuk Vaksinasi Covid-19

Depok Daftarkan 18.850 Tenaga Kependidikan untuk Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Lebih dari 1.000 Wartawan Ikuti Vaksinasi di GBK, Acara Berlangsung Tertib

Lebih dari 1.000 Wartawan Ikuti Vaksinasi di GBK, Acara Berlangsung Tertib

Megapolitan
Gara-gara Rusak Tembok dan Bangun Warung di Tanah Milik Suziana, Nadih Ditangkap

Gara-gara Rusak Tembok dan Bangun Warung di Tanah Milik Suziana, Nadih Ditangkap

Megapolitan
Dari Bang Ali hingga Ahok, Cerita Para Mantan Gubernur DKI Tangani Banjir di Jakarta

Dari Bang Ali hingga Ahok, Cerita Para Mantan Gubernur DKI Tangani Banjir di Jakarta

Megapolitan
3 Orang Tewas dalam Penembakan di Kafe di Cengkareng, Jakarta Barat

3 Orang Tewas dalam Penembakan di Kafe di Cengkareng, Jakarta Barat

Megapolitan
Peringatan IDI Usai 10 Nakes Puskesmas Jombang Terpapar Covid-19 meski Sudah Divaksinasi...

Peringatan IDI Usai 10 Nakes Puskesmas Jombang Terpapar Covid-19 meski Sudah Divaksinasi...

Megapolitan
Cerita Pemerintah Hindia Belanda Habiskan Jutaan Gulden, tetapi Tak Bisa Atasi Banjir Jakarta

Cerita Pemerintah Hindia Belanda Habiskan Jutaan Gulden, tetapi Tak Bisa Atasi Banjir Jakarta

Megapolitan
Rumah Kontrakan 4 Pintu di Pulogadung Ludes Terbakar Kamis

Rumah Kontrakan 4 Pintu di Pulogadung Ludes Terbakar Kamis

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 untuk Tenaga Pendidik: Persiapan Belajar Tatap Muka dan Target 5 Juta Guru

Vaksinasi Covid-19 untuk Tenaga Pendidik: Persiapan Belajar Tatap Muka dan Target 5 Juta Guru

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X