Polisi Tunggu Hasil Autopsi Jenazah Sopir Taksi Online yang Ditemukan di Tol Jagorawi

Kompas.com - 06/09/2019, 13:49 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi masih menunggu hasil autopsi jenazah sopir taksi online berinisial D yang ditemukan di tol Jagorawi.

Nantinya, kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, hasil autopsi akan mengungkap penyebab kematian korban.

"(Hasil otopsi) dari dokter belum keluar," kata Argo saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (6/9/2019).

Baca juga: Jenazah dengan Luka Memar dan Darah Ditemukan di Pinggir Tol Jagorawi

Polisi telah mengamankan dua orang terkait tewasnya sopir online tersebut, yakni tersangka Maryati dan anggota TNI berinisial R.

Maryati dan oknum anggota TNI ditangkap di indekos di Jalan Ciangsana, Bogor, Jawa Barat.

Saat ini, kata Argo, kedua tersangka tengah menjalani pemeriksaan guna mengungkap motif pembunuhan tersebut.

Untuk anggota TNI, pemeriksaan diserahkan kepada polisi militer (POM).

Baca juga: Jenazah Pria di Pinggir Tol Jagorawi adalah Sopir Taksi Online, Dua Tersangka Pembunuh Ditangkap

"Belum dapat informasi dari penyidik (apakah mobil dibawa kabur). Kedua tersangka masih diperiksa," ujarnya.

Jenazah seorang laki-laki tanpa identitas ditemukan di pinggir Tol Jagorawi, Jalan Pringgondani 1 RT 005 RW 009, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok pada Rabu (5/9/2019).

Jenazah laki-laki yang diketahui sebagai sopir taksi online itu ditemukan dalam kondisi tergeletak di lahan kosong pinggir jalan tol.

Jenazah ditemukan dengan luka mata memar dan kepala berdarah.

Saat ditemukan, jenazah mengenakan kaus oblong warna merah, celana jeans hitam, menggunakan cincin bertuliskan "Nina" dan sepatu kets warna hitam.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasatpol PP DKI: Kafe Brotherhood Berkamuflase Saat Beroperasi Melebihi Jam Operasional

Kasatpol PP DKI: Kafe Brotherhood Berkamuflase Saat Beroperasi Melebihi Jam Operasional

Megapolitan
Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Satpol PP DKI Tutup Sementara Kafe Brotherhood karena Langgar PSBB

Megapolitan
HeliCity, Layanan Taksi Helikopter Terbang Menuju Bandara Soekarno-Hatta atau Sebaliknya

HeliCity, Layanan Taksi Helikopter Terbang Menuju Bandara Soekarno-Hatta atau Sebaliknya

Megapolitan
2 Bantuan Biaya Kuliah Sedang Dibuka bagi Warga Jakarta, Ini Beda KIP dan KJMU

2 Bantuan Biaya Kuliah Sedang Dibuka bagi Warga Jakarta, Ini Beda KIP dan KJMU

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021, Ini Syarat dan Cara Daftar demi Bantuan Kuliah Rp 9 Juta

Pemprov DKI Buka Pendaftaran KJMU 2021, Ini Syarat dan Cara Daftar demi Bantuan Kuliah Rp 9 Juta

Megapolitan
Penjambretan Marak di Tangsel, Korbannya Bocah hingga Lansia

Penjambretan Marak di Tangsel, Korbannya Bocah hingga Lansia

Megapolitan
Terjaring Razia Protokol Kesehatan, Millen Cyrus Positif Konsumsi Benzo

Terjaring Razia Protokol Kesehatan, Millen Cyrus Positif Konsumsi Benzo

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

Megapolitan
Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Megapolitan
Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Megapolitan
Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Megapolitan
Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

Megapolitan
Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X