Tak Ada yang Melapor, Polisi Serahkan 6 Terduga Pemalak di Tanah Abang ke Dinsos

Kompas.com - 06/09/2019, 16:08 WIB
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Harry Kurniawan dan Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono dalam menangani kasus pemalakan di Tanah Abang Kompas.com/ B. M. Wahanaputra LadjarKapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Harry Kurniawan dan Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono dalam menangani kasus pemalakan di Tanah Abang

JAKARTA, KOMPAS.com - Enam terduga pelaku yang melakukan tindak pemerasan dan pemalakan di Blok F Pasar Tanah diserahkan polisi kepada Dinas Sosial DKI Jakarta.

Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono mengatakan mereka diserahkan ke Dinas Sosial karena tidak ada laporan dari masyarakat.

Adapun, keenam pelaku ini memang terjaring operasi Polsek Metro Tanah Abang pada Kamis (5/9/2019) lalu.

Mereka adalah Rina (20), Wulandari (31), Bambang (42), Chaerudin (38), Anggi (31), dan Syarif (28).

"Mereka ini memang tidak ada yang melapor. Sehingga, kami tidak menindakanjuti ke penyidikan. Prosesnya kami serahkan ke Dinas Sosial," kata Lukman, di kantor Polsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2019).

Baca juga: Pelaku Pemalakan di Tanah Abang Nekat Gedor-gedor Mobil jika Tidak Diberi Rp 2.000

Mereka ditangkap karena berada di sekitar lokasi kejadian dekat dengan empat tersangka lain.

"Pada 13.45 WIB, kami berhasil menangkap mereka di sekitar lokasi. Iya, bersamaan dengan empat tersangka yang terekam di video viral tersebut," tambahnya.

Sekitar pukul 14.30 WIB, keenam terduga pelaku ini telah diangkut dengan mobil Toyota Avanza Hijau ke Dinas Sosial.

Bambang salah satu yang terjerat biasa menjadi 'pak ogah' di sekitar Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Tanah Abang mengatakan bahwa ia tidak memeras.

Baca juga: Pelaku Pemalakan di Tanah Abang Mengaku Baru Sekali Beraksi

"Saya biasa di putaran balik dekat kuburan Karet Bivak, saya tidak memeras hanya jaga putaran balik saja," ujarnya di lokasi yang sama.

Sebelumnya, polisi mengamankan 10 pemuda yang kerap meresahkan para sopir di kawasan Blok F Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Aksi mereka terekam dalam video yang viral di media sosial.

Empat orang ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti memalak para sopir. Keempat tersangka itu adalah Supriyatna (40), Nurhasan (26), Tasiman (22), M Iqbal Agus (21).

Mereka dijerat Pasal 368 dengan ancaman hukum sembilan tahun.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Megapolitan
Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Megapolitan
Ini Sketsa Wajah 2 Pelaku Penembakan Pengusaha di Kelapa Gading

Ini Sketsa Wajah 2 Pelaku Penembakan Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Mengenang Peristiwa Pembakaran Bekasi dari Tugu Perjuangan...

Mengenang Peristiwa Pembakaran Bekasi dari Tugu Perjuangan...

Megapolitan
Polisi Buat Sketsa Pembunuh Pengusaha di Kelapa Gading

Polisi Buat Sketsa Pembunuh Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Tujuh Sumur Tua di Kranggan Resmi Dijadikan Cagar Budaya

Tujuh Sumur Tua di Kranggan Resmi Dijadikan Cagar Budaya

Megapolitan
UPDATE: Tambah 21, Kasus Covid-19 di Bekasi Capai 703

UPDATE: Tambah 21, Kasus Covid-19 di Bekasi Capai 703

Megapolitan
Pemkot Depok Pastikan Tempat Tidur Bagi Pasien Covid-19 Masih Tersedia

Pemkot Depok Pastikan Tempat Tidur Bagi Pasien Covid-19 Masih Tersedia

Megapolitan
Giant Margo City Belum Ditetapkan Jadi Klaster Covid-19, Ini Sebabnya

Giant Margo City Belum Ditetapkan Jadi Klaster Covid-19, Ini Sebabnya

Megapolitan
Pegawai Positif Covid-19, Giant Extra Margo City Ditutup Sementara

Pegawai Positif Covid-19, Giant Extra Margo City Ditutup Sementara

Megapolitan
Kerinduan Idris Si Manusia Patung, Kenang Ramainya HUT RI di Kota Tua Sebelum Pandemi...

Kerinduan Idris Si Manusia Patung, Kenang Ramainya HUT RI di Kota Tua Sebelum Pandemi...

Megapolitan
Simak, Ini Prakiraan Cuaca BMKG di Jabodetabek 15 Agustus 2020

Simak, Ini Prakiraan Cuaca BMKG di Jabodetabek 15 Agustus 2020

Megapolitan
UPDATE 14 Agutstus: Bertambah 11, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 678

UPDATE 14 Agutstus: Bertambah 11, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 678

Megapolitan
Selain Bom Molotov, Polisi Sita Bendera Anarko dari Gerombolan yang Ingin Susupi Demo di DPR

Selain Bom Molotov, Polisi Sita Bendera Anarko dari Gerombolan yang Ingin Susupi Demo di DPR

Megapolitan
Alun-alun Bekasi Menyimpan Kisah Tuntutan Rakyat Pisahkan Diri dari Batavia

Alun-alun Bekasi Menyimpan Kisah Tuntutan Rakyat Pisahkan Diri dari Batavia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X