Polisi Tangkap 3 DPO yang Bantu Aulia Kesuma Bunuh Suami dan Anak Tiri

Kompas.com - 06/09/2019, 16:55 WIB
Konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (6/9/2019) mengubgkap tiga tersangka yang sempat buron terkait pembunuhan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anaknya, M Adi Pradana alias Dana (23). Ketiga tersangka yakni mantan pembantu Aulia Kesuma (AK) yang bernama Karsini alias TN, suami Karsini yang bernama Rodi, dan Supriyanto alias AP. KOMPAS.COM/RINDI NURIS VELAROSDELAKonferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (6/9/2019) mengubgkap tiga tersangka yang sempat buron terkait pembunuhan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anaknya, M Adi Pradana alias Dana (23). Ketiga tersangka yakni mantan pembantu Aulia Kesuma (AK) yang bernama Karsini alias TN, suami Karsini yang bernama Rodi, dan Supriyanto alias AP.

JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi menangkap tiga tersangka yang sempat buron terkait pembunuhan Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anaknya, M Adi Pradana alias Dana (23).

Ketiga tersangka ialah mantan pembantu Aulia Kesuma (AK) yang bernama Karsini alias TN, suami Karsini yang bernama Rodi, dan Supriyanto alias AP.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, ketiga tersangka diamankan di sebuah gubuk di tengah kebon kopi di Oku, Sumatera Selatan, Kamis (5/9/2019).

Ketiganya melarikan diri ke Oku guna menghindari pencarian polisi.

"Si Supriyanto dan Rodi setelah melakukan pembunuhan kan disuruh pulang ke Lampung diberi sangu sama Aulia. Yang bersangkutan naik bus dari Kampung Rambutan menuju Pelabuhan Merak kemudian sampai Lampung Selatan di rumah kontrakan Rodi, mereka bertemu TN," kata Argo dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (6/9/2019).

Baca juga: Jalani Rekonstruksi dengan Dua Pembunuh Bayaran, Aulia Kesuma Marah-marah

"Besoknya setelah semalam tinggal di sana (Lampung Selatan), bertiga ini ingin sembunyi, lalu berangkat naik mobil umum menuju Oku," lanjutnya.

Ketiganya diduga terlibat dalam perencanaan pembunuhan Edi dan Dana. RD berperan mencari dukun santet, senjata api, dan pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa Edi dan Dana.

TN berperan sebagai seseorang yang mendengarkan curhatan Aulia terkait sang suami dan masalah utangnya. Sementara itu, Supriyanto merencanakan pembunuhan berupa penyekapan dan pembakaran Edi dan Dana.

Ketiganya bersembunyi di sebuah gubuk di tengah kebon kopi milik orangtua Rodi.

"Butuh waktu 2 jam dari jalan besar menuju gubuk di tengah kebon kopi, milik orangtua Rodi. Sampai waktunya, Polda Metro Jaya dibantu Polda Lampung, kami bisa menangkap orang tersebut," ujar Argo.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Depok Usulkan PSBB di Bodebek agar Pembatasan Angkutan Umum Terintegrasi

Wali Kota Depok Usulkan PSBB di Bodebek agar Pembatasan Angkutan Umum Terintegrasi

Megapolitan
UPDATE : 30.802 Warga Jakarta Jalani Rapid Test, 949 Orang Positif

UPDATE : 30.802 Warga Jakarta Jalani Rapid Test, 949 Orang Positif

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Bekasi Terus Bertambah, Kini Ada 70 Pasien yang Positif

Kasus Covid-19 di Bekasi Terus Bertambah, Kini Ada 70 Pasien yang Positif

Megapolitan
Pemkot Depok Klaim Berkas Usulan PSBB Sudah Lengkap

Pemkot Depok Klaim Berkas Usulan PSBB Sudah Lengkap

Megapolitan
Pemkot Tangsel Segera Ajukan PSBB, Anggaran Disiapkan Rp 100 Milar

Pemkot Tangsel Segera Ajukan PSBB, Anggaran Disiapkan Rp 100 Milar

Megapolitan
UPDATE: 150 Tenaga Kesehatan di DKI Positif Virus Corona, 2 Orang Meninggal

UPDATE: 150 Tenaga Kesehatan di DKI Positif Virus Corona, 2 Orang Meninggal

Megapolitan
Sidang Perdana Kasus Penusukan Wiranto Digelar di PN Jakbar Secara Online

Sidang Perdana Kasus Penusukan Wiranto Digelar di PN Jakbar Secara Online

Megapolitan
3.630 Orang Jalani Rapid Test Covid-19 di Depok, 176 Orang Positif

3.630 Orang Jalani Rapid Test Covid-19 di Depok, 176 Orang Positif

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 di Depok: Pasien Sembuh Bertambah 1, 2 Suspect Meninggal dalam Sehari

[UPDATE] Covid-19 di Depok: Pasien Sembuh Bertambah 1, 2 Suspect Meninggal dalam Sehari

Megapolitan
Polda Metro Sebut Angka Kejahatan di Jakarta Turun Selama Pandemi Covid-19

Polda Metro Sebut Angka Kejahatan di Jakarta Turun Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polda Metro Siapkan 20 Pos 'Check Point' untuk Awasi Jumlah Penumpang Kendaraan

Polda Metro Siapkan 20 Pos "Check Point" untuk Awasi Jumlah Penumpang Kendaraan

Megapolitan
Di Bekasi, Warga yang Keluar Rumah di Atas Pukul 21.00 Akan Dibawa ke Rumah Singgah Dekat Kuburan

Di Bekasi, Warga yang Keluar Rumah di Atas Pukul 21.00 Akan Dibawa ke Rumah Singgah Dekat Kuburan

Megapolitan
Buruh di Bekasi yang Terancam Kena PHK Akan Diberikan Dana Stimulan

Buruh di Bekasi yang Terancam Kena PHK Akan Diberikan Dana Stimulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 DKI Jakarta: 1.632 Orang Positif, 82 Sembuh, 149 Meninggal

UPDATE Covid-19 DKI Jakarta: 1.632 Orang Positif, 82 Sembuh, 149 Meninggal

Megapolitan
UPDATE Pasien Covid-19 di RSPI Sulianti Saroso, 9 Orang Positif dan 17 PDP

UPDATE Pasien Covid-19 di RSPI Sulianti Saroso, 9 Orang Positif dan 17 PDP

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X