Pemkot Depok Larang Ondel-ondel Dibawa Ngibing Anak-anak

Kompas.com - 06/09/2019, 18:53 WIB
Foto dirilis Rabu (24/7/2019), memperlihatkan seorang warga mengangkat ondel-ondel ketika mengikuti pawai Lebaran Betawi di Monas, Jakarta. Lebaran Betawi yang telah berlangsung ke-12 kalinya ini untuk pertama kalinya digelar di Monas pada tahun ini, menampilkan berbagai kesenian, kuliner, hingga rumah khas Betawi ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATFoto dirilis Rabu (24/7/2019), memperlihatkan seorang warga mengangkat ondel-ondel ketika mengikuti pawai Lebaran Betawi di Monas, Jakarta. Lebaran Betawi yang telah berlangsung ke-12 kalinya ini untuk pertama kalinya digelar di Monas pada tahun ini, menampilkan berbagai kesenian, kuliner, hingga rumah khas Betawi
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Depok melarang ondel-ondel keliling yang dimainkan atau dibawa ngibing oleh anak-anak.

Hal itu juga telah dituangkan melalui surat edaran Wali Kota Depok Mohammad Idris dengan nomor surat 463/408-DPAPMK perihal imbauan yang ditujukan kepada camat se-Kota Depok pada 21 Agustus 2019.

Idris mengatakan, hal itu dilakukan untuk mendukung program Depok kota layak anak.

"Ini dilakukan untuk menghindari bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak (BPTA) yang salah satunya adalah ondel-ondel keliling yang dimainkan oleh anak-anak," ujar Idris, saat dikonfirmasi, Jumat (6/9/2019).

Baca juga: Ondel-ondel Jalanan, Boneka Betawi yang Kehilangan Sakralitasnya

Idris mengatakan, mempekerjakan anak-anak sebagai pemain ondel-ondel sama saja dengan melanggar aturan tentang anak di bawah umur.

"Kemudian ondel-ondel ini juga kerap melanggar ketertiban lalu lintas. Ini seperti pemberdayaan anak," katanya.

Menurut dia, simbol budaya Betawi itu kerap disalahgunakan untuk kegiatan meminta-minta.

"Ini juga kan simbol budaya (ondel-ondel), malahan disalahgunakan untuk minta-minta, seniman juga protes akan ini,” ujarnya.

Baca juga: Nasdem DKI Dukung Pembinaan Pengamen Ondel-ondel

Idris juga telah meminta camat untuk mengawasi rumah singgah pekerja ondel-ondel keliling yang ada di wilayahnya masing-masing.

Jika masih ketahuan ada ondel-ondel keliling mempekerjakan anak-anak, pihaknya tak segan-segan untuk bertindak tegas.

"Yang pasti kami akan tegur dan bubar," ucapnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Polisi Gadungan yang Peras Pemuda Modifikasi Mobil Pribadi Menyerupai Kendaraan Polri

5 Polisi Gadungan yang Peras Pemuda Modifikasi Mobil Pribadi Menyerupai Kendaraan Polri

Megapolitan
IDI: Depok Harus Ikut Jakarta Perpanjang PSBB sampai 4 Juni

IDI: Depok Harus Ikut Jakarta Perpanjang PSBB sampai 4 Juni

Megapolitan
5 Polisi Gadungan yang Peras Pemuda di Bintaro Sempat Todongkan Senjata ke Anggota Buser

5 Polisi Gadungan yang Peras Pemuda di Bintaro Sempat Todongkan Senjata ke Anggota Buser

Megapolitan
Puluhan Kendaraan dari Luar Jakarta Dipaksa Putar Balik Saat Hendak Masuk Jaksel

Puluhan Kendaraan dari Luar Jakarta Dipaksa Putar Balik Saat Hendak Masuk Jaksel

Megapolitan
Lucinta Luna Tidak Didampingi Kuasa Hukum Saat Sidang Perdana

Lucinta Luna Tidak Didampingi Kuasa Hukum Saat Sidang Perdana

Megapolitan
Sambut New Normal, Wali Kota Tangerang Minta Mal Punya Alat Monitor Jumlah Pengunjung

Sambut New Normal, Wali Kota Tangerang Minta Mal Punya Alat Monitor Jumlah Pengunjung

Megapolitan
Lion Air Group Hentikan Penerbangan hingga 31 Mei, Ini Penjelasannya

Lion Air Group Hentikan Penerbangan hingga 31 Mei, Ini Penjelasannya

Megapolitan
Skenario New Normal Sekolah di Kota Tangerang: Satu Meja Satu Siswa, Kelas Bertambah

Skenario New Normal Sekolah di Kota Tangerang: Satu Meja Satu Siswa, Kelas Bertambah

Megapolitan
Syahrini Laporkan Pemilik Akun Medsos, Diduga Terkait Pornografi dan Pencemaran Nama Baik

Syahrini Laporkan Pemilik Akun Medsos, Diduga Terkait Pornografi dan Pencemaran Nama Baik

Megapolitan
5 Polisi Gadungan yang Peras Pemuda di Bintaro Sudah Lima Kali Beraksi di Tangsel dan Jakarta

5 Polisi Gadungan yang Peras Pemuda di Bintaro Sudah Lima Kali Beraksi di Tangsel dan Jakarta

Megapolitan
Bertambah 137 Orang, Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Kembali Naik Setelah 4 Hari Turun

Bertambah 137 Orang, Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Kembali Naik Setelah 4 Hari Turun

Megapolitan
Ini Kronologi Diketahuinya Satu Keluarga di Bekasi Terinfeksi Covid-19

Ini Kronologi Diketahuinya Satu Keluarga di Bekasi Terinfeksi Covid-19

Megapolitan
5 Aktivis Papua yang Kibarkan Bendera Bintang Kejora Bebas Setelah Jalani Vonis 9 Bulan Penjara

5 Aktivis Papua yang Kibarkan Bendera Bintang Kejora Bebas Setelah Jalani Vonis 9 Bulan Penjara

Megapolitan
5 Polisi Gadungan Peras Pemuda di Bintaro, Selipkan Bubuk Tawas Dianggap Sabu

5 Polisi Gadungan Peras Pemuda di Bintaro, Selipkan Bubuk Tawas Dianggap Sabu

Megapolitan
Taufik Dukung Penerapan New Normal Jakarta dengan Pengawasan Ketat

Taufik Dukung Penerapan New Normal Jakarta dengan Pengawasan Ketat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X